Senin, 04 Agustus 2014

Pulau Penyengat, Raja Ali Haji & Gurindam 12






Pulau Penyengat
Antara tahun 2004-2009 adalah masa di mana aku agak sering berkunjung ke Pulau Batam. Setidaknya tiga kali aku ke sana dengan teman-teman dan agenda yang berbeda. Batam dulunya adalah bagian dari Provinsi Riau, kemudian menjadi bagian dari Provinsi Kepulauan Riau. Sungguhpun aktivitas ekonomi terpusat di Batam, tapi ibukota Provinsi Kepulauan Riau adalah Tanjung Pinang.

Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan Provinsi ke 32 di Indonesia berbatasan dengan pelbagai negara : Vietanam, Kamboja, Malaysia dan Singapura. wilayah  Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kota, 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar dan kecil yang 30% belum bernama dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 252.601 km², sekitar 95% merupakan lautan dan hanya sekitar 5% daratan. 

Pada kunjungan yang pertama sejak Batam menjadi bagian Provinsi Kepulauan Riau, aku mengajak beberapa teman untuk menyebrang ke Tanjung Pinang untuk kemudian ke Pulau Penyengat. Seingatku yang berangkat keesokan harinya dengan menggunakan ferry dari Sekupang adalah : Rahadi Zakaria, Achmad Ruhiyat, Asep Saefulah Danu, Taqiyudin dan beberapa teman lain. (Rahadi- seorang penyair sekaligus wartawan kini menjadi anggota parlemen, Achmad Ruhiyat menjadi wakil walikota Bogor sebelum periode Arya Bima).

Menjelang zuhur kami tiba di pelabuhan Tanjung Pinang dan dengan menggunakan perahu motor tempel kami bergegas menyebrang ke Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 dan merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau. Obyek terpenting tentu saja adalah makam pahlawan nasional Raja Ali Haji yang lebih terkenal sebagai sastrawan yang menulis Gurindam 12.

Kami pun berkeliling dengan menggunakan becak bermotor, mengunjungi Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Pulau Penyengat dan komplek istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia

Gurindam 12

Sebuah makam khusus yang dibangun untuk Raja Ali Haji. Karya beliau berupa puisi yang dikenal sebagai Gurindam 12 ditulis pada lempengan batu marmer dan ditempelkan pada dinding makam. gurindam adalah sebuah puisi yang ditulis Raja Ali Haji sebagai mas kawin yang diberikan kepada Engku Puteri  Hamidah.
setelah berfoto di kompleks makam, kamipun masing-masing membeli satu atau dua buku Gurindam 12 dan membacanya sepanjang pelayaran pulang dari Bintan menuju Batam. Berlayar di antara pulau-pulau di laut biri ditiup angin segar dan dinaungi langit jernih berawan putih, kami masing-masing asyik masyuk membaca gurindam. Dengarkanlah kawan  sedikit bait-baik daripadanya :

“barang siapa mengenal Allah/suruh dan tegahnya tiada ia menyalah/barang siapa mengenal diri/maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri/barang siapa mengenal dunia/tahulah ia barang yang terpedaya” dst.


Menjelang malam hari kami tiba di penginapan dengan perasaan bahagia, seolah mendapatkan harta karun yang sangat berharga.

1 komentar:

  1. jika anda ingin merasakan kemenangan di dalam
    bermain togel hbg mbah WOWO di nmr
    (_0853_2888_0180_) jika ingin mengubah nasib
    seperti kami sudah 3 x terbukti trim’s roo,mx
    sobat










    jika anda ingin merasakan kemenangan di dalam
    bermain togel hbg mbah WOWO di nmr
    (_0853_2888_0180_) jika ingin mengubah nasib
    seperti kami sudah 3 x terbukti trim’s roo,mx
    sobat

    BalasHapus