Rabu, 22 Juli 2026

Nganjuk Madiun Ponorogo Jogja

Bulan Mei 2025 kami ke Nganjuk (Jawa Timur). Malam itu kami berangkat dari Stasiun Kiaracondong dengan menggunakan kereta api Kahuripan. Nyonya, Jeng Wiwin dan saya. Karena pesan ticket mendadak maka kursi kami terpisah.

Sekitar pukul 11.00 kami tiba di Stasiun Nganjuk. Kami mandi di toilet Stasiun, berganti baju dan menunggu jemputan dari dalam peron. Karena hari Jumat saya menyempatkan salat Jumat di masjid sebuah SMK Muhammadiyah yang terletak di seberang stasiun.

Usai salat Jumat kami berpindah dari stasiun ke depot makanan. Kami pesan mie bakso dan pecel. 

Sekitar pukul 13.00 jemputan datang. Jeng Yani diantar oleh supir. Dari Stasiun KA Nganjuk kami menuju ke rumah Mas Dwi sekitar lima kilometer dari stasiun. Mas Dwi menikahkan anaknya yang kedua. Di sana kami bertemu keluarga Mas Samidi dari Surabaya dan Mas Nurul dari Bandung. 

Sekitar pukul 14.00 hajatan berlangsung. Setelah memberi ucapan selamat dan doa kepada pengantin, makan minum, dan beramah tamah, kami meninggalkan tempat hajatan menuju Madiun, Ponorogo dan Jogja. 

Minggu, 26 April 2026

Kuliah Umum di Program Pascasarjana UM Metro

Bulan November 2024. Ketua Prodi menyampaikan undangan dari Direktur agar aku memberi kuliah umum. 

Pagi itu kami berangkat ke Jakarta dari Bandung. Kebetulan Mbak Dea hendak kembali ke Yogyakarta dan Mas Sidiq mengantar Shasmaka ke Jakarta dengan meeting point di Bandara Sukarno Hatta. Sementara itu aku terbang ke Bandar Lampung. 

Saat tiba di bandara aku dijemput staf dari kampus dan dengan menggunakan mobil dinas kampus aku tiba di Metro. Sambil menunggu waktu untuk memberikan kuliah umum aku diantar ke kediaman Pak Achyani, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Metro. Baru setelah itu aku diantar ke kampus.

Ketika tiba di kampus, ada sedikit acara pelepasanku sebagai dosen, maklum usiaku memasuki 65 tahun. Ada sambutan dari Ibu Kaprodi Program Magister Administrasi Pendidikan, dari Bapak Direktur Pascasarjana dan Bapak Rektor Universitas Muhammadiyah Metro. Terakhir penyerahan SK dari Yayasan. Setelah itu kami makan siang bersama. 

Setelah acara pelepasan selesai, kami beranjak menuju gedung Fakultas Kedokteran. Sebelum itu Pak Direktur mengajak melihat-lihat usaha agribisnis dari program studi magister pendidikan biologi berupa pembuatan pupuk organik dan penyediaan benih unggul tanaman holtikultura.

Akhirnya tibalah saatnya aku memberikan kuliah kepada para mahasiswa program studi magister Administrasi Pendidikan. Ini adalah kuliah terakhir atau kuliah perpisahan yang kuberikan di program Pascasarjana UM Metro. Kuliah yang kusampaikan adalah tentang sejarah pendidikan di Indonesia sejak masa kolonial hingga saat ini. Setelah kuliah ada waktu untuk diskusi sampai waktu salat asar tiba.

Setelah salat asar aku meninggalkan kampus diantar oleh Pak Achyani menuju sebuah restoran. Kami makan berempat : Pak Achyani, Pak Ichsan, Ibu Kaprodi dan aku. 

Setelah salat magrib aku diantar Pak Achyani dan Pak Ichsan ke pol bus Damri. Malam itu aku meninggalkan Metro menuju Bandar Lampung. Dari Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakaheuni. Bus memasuki kapal roro untuk menyeberangi Selat Sunda menuju Merak. Dari Merak bus menuju Jakarta lalu menuju Bandung. Saat subuh bus tiba di Bandung.

Jumat, 27 Maret 2026

Serah Terima Jabatan Ketua

Bulan Agustus 2024 menjadi bulan terakhir saya menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung. Saya masih sempat memimpin upacara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 di halaman sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Jalan Jaksa Naranata No. 10 Baleendah. 

Suatu hari masih di bulan Agustus 2024 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung bertemu DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat di Jalan Pelajar Pejuang 45. Pertemuan ini menandai penyerahan jabatan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung dari saya kepada Teh Nia Purnakania. Dengan demikian berakhirlah kepemimpinan saya selama lima tahun sejak tahun 2019.

Ada satu amanat dari DPP PDI Perjuangan yang belum bisa kami tunaikan yaitu serah terima kepemilikan sekretariat partai kepada DPP PDI Perjuangan.

Setelah serah terima jabatan saya pulang ke rumah melewati Jalan Pelajar Pejuang, Jalan Martanegara, Jalan Sukarno Hatta dan Jalan A.H. Nasution.

Serah Terima Otorisasi Keuangan

Seminggu kemudian Kang Dentarsa dan Kang Yayan mengajak bertemu di RM Ampera di Jalan Raya Cinunuk untuk makan siang sambil menyelesaikan urusan administrasi keuangan. Saya menandatangani beberapa lembar pernyataan serah terima kuasa keuangan kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung yang baru.

Rabu, 18 Maret 2026

Kembali ke Cirebon

Hari Rabu 26 Juni 2024. Siang itu Kang Luthfi menjemputku. Dari Cileunyi kami memasuki jalan tol Cisumdawu dan keluar di Sumedang untuk makan siang. Di sana sudah berkumpul kawan kawan Fraksi PDI Perjuangan dan dua calon anggota DPRD Kabupaten Bandung, Teh Angie dan Kang Pironi. Ini boleh dibilang the last supper, karena anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan akan berakhir masa kerjanya di bulan Agustus. Setelah makan, kami kembali memasuki jalan tol Cisumdawu menuju Cirebon. 

Sekitar pukul 16.00 kami tiba di Hotel Aston di Jalan Brigjen Dharsono Cirebon. Saya segera memasuki hotel untuk check in. Kawan kawan Fraksi mengikuti bimtek dan sedangkan saya akan mengikuti Rakerda V PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat keesokan harinya. 

Kamis 27 Juni 2024. Saya bangun di pagi hari, mandi dan sarapan. Dari jendela kamar hotel di lantai sekian saya melihat pemandangan kota Cirebon di pagi hari. Gunung Ciremai nampak anggun di kejauhan.

Rakerda berjalan setengah hari. Keputusannya salah satunya adalah menetapkan Ono Surono sebagai balon Gubernur Jawa Barat. 

Setelah check out, Kang Hen Hen, Kang Pironi, Teh Anggie, Kang Yayan dan saya menyempatkan diri makan siang di Nasi Jamblang Pelabuhan. Dari sini kami berpisah. Saya dan Kang Henhen ikut mobil Kang Pironi kembali ke Bandung. Sebelum itu kami menyempatkan diri mencari oleh oleh makanan khas kota Cirebon seperti sirup Campolay dan tahu gejrot di sekitar keraton Kanoman.


Jumat, 13 Maret 2026

Rakernas V PDI Perjuangan di

Dari Bandara Soekarno Hatta aku langsung ke hotel di kawasan Manggadua menggunakan taksi. Aku langsung ke kamar di lantai sembilan. Ada Kang Dentarsa dan Kang Pironi. 

Setelah mandi kami berangkat ke Ancol untuk mengikuti pembukaan dan rakernas sampai malam untuk kemudian kembali ke hotel. Demikian hingga acara berakhir dengan pembacaan rekomendasi oleh Mbak Puan Maharani.

Pada hari terakhir, saya dan Kang Henhen  pulang bersama Kang Pironi. Karena hari masih terang, Kang Pironi mengajak kami mampir di sebuah resto di kawasan Pluit sambil menikmati pemandangan laut di Teluk Jakarta pada waktu senja. Kemudian menuju Bandung.

Kami mengantar Kang Henhen di DPRD Kabupaten Bandung dan akhirnya saya tiba di rumah menjelang tengah malam.

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan 

Berikut adalah 17 poin rekomendasi eksternal yang dihasilkan dari Rakernas V PDIP:

1. Rakernas V Partai menilai bahwa Pemilu 2024 merupakan Pemilu yang paling buruk dalam sejarah demokrasi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh penyalahgunaan kekuasaan, intervensi aparat penegak hukum, pelanggaran etika, penyalahgunaan sumber daya negara, dan masifnya praktik politik uang (money politics). Buruknya penyelenggaraan pemilu ini juga disebabkan oleh ketidaknetralan penyelenggara pemilu. Berkaitan dengan hal tersebut, Rakernas V merekomendasikan peningkatan kualitas demokrasi melalui peninjauan kembali sistem Pemilu, konsolidasi demokrasi, pelembagaan partai politik, penguatan pers dan masyarakat sipil, serta mendorong reformasi sistem hukum yang berkeadilan. 

 2. Rakernas V Partai menilai untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia memerlukan fungsi kontrol dan penyeimbang (checks and balances). Pada saat bersamaan, salah satu tujuan partai politik adalah untuk mendapatkan kekuasaan secara konstitusional melalui Pemilu. Untuk itu, Rakernas V Partai merekomendasikan kepada Fraksi PDI Perjuangan DPR RI agar mendorong kebijakan legislasi bagi peningkatan kualitas demokrasi Pancasila untuk penguatan pelembagaan partai, dan mendorong perlakuan setara dan adil antara partai politik yang berada di dalam pemerintahan dan yang berada diluar pemerintahan.

3. Rakernas V Partai menolak penggunaan hukum sebagai alat kekuasaan (autocratic legalism) sebagaimana terjadi melalui perubahan UU MK, dan perubahan UU Penyiaran. Sedangkan terhadap putusan perkara Nomor 90/PUUXXI/2023 yang memasukkan materi muatan baru tentang syarat calon presiden dan wakil presiden, Rakernas V menilai bahwa hal tersebut telah melanggar batas kewenangan dan mengambil alih kewenangan DPR sebagai lembaga pembuat undang-undang.

4. Rakernas V Partai mengajak para ahli hukum tata negara, masyarakat sipil, pers, akademisi, intelektual, dan seluruh elemen pro demokrasi untuk melakukan evaluasi secara obyektif atas pelaksanaan Pemilu 2024. Selanjutnya, Rakernas V menegaskan pentingnya untuk memahami kembali keseluruhan aspek sosiologis politis dikeluarkannya TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri (terlampir dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sikap politik Partai).

5. Rakernas V Partai mendorong seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan mewujudkan cita-cita reformasi, khususnya pelembagaan demokrasi yang berkedaulatan rakyat; pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN); penguatan pers dan masyarakat sipil; supremasi hukum; pelembagaan partai politik; penyelenggara Pemilu yang jurdil, dan menempatkan TNI dan POLRI agar semakin profesional; dan memiliki kedudukan yang setara sesuai dengan marwah dan sejarah pembentukannya; tugas, fungsi, dan kewenangannya sesuai UUD NKRI tahun 1945.

6. Rakernas V Partai setelah mendengarkan suara arus bawah dari Anak Ranting, Ranting hingga Pengurus Anak Cabang Partai, dan sebagai konsistensi sikap menjaga demokrasi, merekomendasikan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan untuk hanya melakukan kerjasama dan komunikasi politik dengan pihak-pihak yang memiliki komitmen tinggi di dalam menjamin pelaksanaan agenda reformasi, penguatan supremasi hukum, dan sistem meritokrasi, serta peningkatan kualitas demokrasi yang berkedaulatan rakyat guna peningkatan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

7. Rakernas V Partai mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Prof. Mahfud Md, dan PDI Perjuangan dipercaya rakyat memenangkan Pemilu Legislatif tiga kali berturut-turut. Kepercayaan rakyat harus diwujudkan untuk memperbaiki Tiga Pilar Partai (Struktural, Legislatif, dan Eksekutif). Sehubungan dengan adanya perilaku kader Partai yang tidak menjunjung tinggi etika politik, tidak berdisiplin, dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ideologi partai, serta melakukan pelanggaran konstitusi dan demokrasi, Rakernas V Partai menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya, Rakernas V Partai merekomendasikan untuk menyempurnakan sistem rekrutmen, pelatihan, kaderisasi, dan penugasan Partai, agar apa yang terjadi dengan penyimpangan perilaku kader pada Pemilu 2024 tidak terulang kembali.

8. Rakernas V Partai mendesak pemerintah untuk melakukan kajian yang mendalam terhadap kebijakan kerja sama investasi guna menghindari kebijakan pragmatis jangka pendek yang berpotensi mengorbankan kepentingan nasional, dan kedaulatan Indonesia.

9. Rakernas V Partai mendorong seluruh jajaran Tiga Pilar Partai untuk solid bergerak menjalankan program kerakyatan dengan meningkatkan keberpihakan kepada petani, nelayan, buruh, dan seluruh lapisan masyarakat lainnya guna memerangi kemiskinan ekstrim menjadi 0 persen, pencegahan stunting, menggalakkan program menanam 10 tanaman pendamping beras, dan menyediakan pekerjaan yang layak bagi rakyat.

10. Rakernas V Partai mendorong seluruh jajaran Tiga Pilar Partai untuk semakin solid bergerak memenangkan Pilkada serentak dan mempersiapkan pasangan calon terbaik serta strategi pemenangan pilkada berdasarkan kekuatan rakyat dan gotong royong Partai.

11. Rakernas V Partai mendorong Tiga Partai mendorong Tiga Pilar Partai untuk mempercepat kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui Pokok-pokok Kebijakan Kedaulatan Pangan Partai sebagaimana telah direkomendasikan pada Rakernas IV Partai tahun 2023.

12. Rakernas V Partai mencermati bahwa persoalan pemanasan global telah menciptakan kerusakan ekologi berupa kenaikan suhu bumi, kekeringan ekstrim, banjir dan tanah longsor, kepunahan keanekaragaman hayati, badai, tenggelamnya pulau-pulau kecil dan intrusi air laut, serta dampak sosial berupa krisis pangan dan kelaparan, krisis air, wabah penyakit, dan berbagai dampak sosial lainnya.

Rakernas V Partai mendesak pemerintah untuk mengimplementasikan secara serius kebijakan Net Zero Emission dengan transisi energi terbarukan, penghematan energi, dan kerjasama global melalui Perencanaan Transisi Energi yang Berkeadilan (Just Energy Transition Plan). Rakernas V mendesak pemerintah untuk menghentikan deforestasi dengan moratorium alih fungsi lahan hutan dan penggundulan hutan serta mendorong reforestasi lahan hutan yang terdegradasi, termasuk ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, dan tanah berlumpur di sepanjang pantai (wet land).

13. Mencermati gejolak yang terjadi diberbagai kampus akibat kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) secara drastis, Rakernas V Partai menugaskan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk mendesak pemerintah agar menurunkan mahalnya biaya Pendidikan Tinggi melalui revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024.

14. Rakernas V Partai mendorong penyelesaian Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara, dan mendesak pemerintah untuk menyelesaikan sengketa tanah adat dengan penuh rasa keadilan.

15. Rakernas V Partai menilai terdapat berbagai kerawanan dunia akibat pertarungan geopolitik sebagaimana terjadi perang Rusia-Ukraina, ketegangan Israel dan Iran, Semenanjung Korea, Selat Taiwan, Laut Tiongkok Selatan, dan berbagai persoalan dunia lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut, Rakernas V Partai mendorong pemerintah untuk lebih aktif dalam diplomasi dan mengambil prakarsa perdamaian untuk menghentikan konflik berdasarkan prinsip-prinsip dari Konferensi Asia Afrika (KAA), Gerakan Non Blok (GNB), Conference of the New Emerging Forces (Conefo), Pidato Bung Karno To Build The World A New dan pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.

16. Rakernas V Partai telah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai persoalan bangsa dan negara, baik nasional maupun internasional. Berbagai persoalan tersebut di atas mengandung potensi kerawanan yang harus dicermati langkah mitigasinya agar tidak menciptakan krisis. Rakernas V memandang pentingnya keteguhan kepemimpinan Partai didalam menghadapi transisi pemerintahan kedepan. Oleh karena itu Rakernas V Partai memberikan kewenangan penuh kepada Ketua Umum PDI Perjuangan sesuai dengan ketentuan Pasal 15 Anggaran Rumah Tangga PDI Perjuangan untuk menentukan sikap politik Partai terhadap pemerintah.

17. Rakernas V Partai setelah mendengarkan pandangan umum DPD PDI Perjuangan se-Indonesia memohon kesediaan Prof DR Megawati Soekarnoputri untuk dapat diangkat dan ditetapkan kembali sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Periode 2025-2030 pada Kongres VI tahun 2025.


Rabu, 02 Juli 2025

Forum Air Dunia 2024


Ceritanya waktu ada giat Forum Air Dunia di Nusa Dua, saya sudah ancang ancang naik kereta api. Saya kangen melihat pemandangan sepanjang pulau Jawa dan Bali. Tapi anakku mengirim ticket pesawat elektronik lewat handphone untuk kami berdua. 

Dari rumah saya diantar mekanik yang sedang memperbaiki mobil di rumah. Rencananya kami naik bus Primajasa dari Batununggal. Eh ternyata bus sudah berangkat pukul 10.00 WIB. Akhirnya kami naik taksi Bluebird ke Jalan Diponegoro. Dari pool kami naik shuttle bus Red and White menuju Jakarta. Cukup nyaman. Satu mobil hanya beberapa kursi saja.

Sekitar waktu asar kami tiba di Terminal IA Bandara Sukarno Hatta Cengkareng. Setelah ke rest room dan musala kami naik ke lantai atas. Bandara peninggalan Pak Harto ini masih bagus. Boarding pukul 17.00. Pesawat tinggal landas pukul 19.00 karena ada penundaan sekitar satu jam. 

Pukul 19.45 kami mendarat dengan selamat di Bandara I Gusti Ngurah Ray. Kami berdua mengambil gambar di spot spot 10th Word Water Forum bersama para penumpang yang lain. Begitulah kebiasaan jika berada di Pulau Dewata.

Mas Sandy Mbak Dea dan Neng Kanaya sudah menunggu. Kami makan dulu di Solaria. Saya pesan bihun goreng dan jus alpukat kesukaan saya.

Saat keluar gerbang bandara kemacetan tak terhindarkan. Suara sirene sebentar sebentar meraung dari rombongan delegasi yang datang dan pergi.

Mas Sandy mengemudi dengan panduan Google map. Setelah meninggalkan kawasan bandara dan melewati Nusa Dua kami tiba di Bukit Pandawa pukul 22.00. Setelah mandi dan ngopi saya segera tidur.

Kamar kami di Pandawa Hill Resort memiliki halaman rumput yang luas dan menyatu dengan pura.

---

World Water Forum 2024 di Nusa Dua, Bali, sudah dimulai dengan acara Balinese Water Purification Ceremony kemarin di Pantai Melasti. Gala Dinner akan diselenggarakan malam ini di GWK. Acara pembukaan secara resmi baru dilakukan besok.

Kanaya nggak ketinggalan ikut menghadiri acara tersebut.

--- 

Pandawa Hill Resort yang terletak di Bukit Pandawa, salah satu tempat peserta Forum Air Dunia ke-10 di Nusa Dua. Jarak dari sini ke Bali International Convention Center di Nusa Dua sekitar 10 km dengan jarak tempuh sekitar 30 menit melewati Politeknik Pariwisata. Berada di perbukitan batu karang yang tandus minim vegetasi dan langsung terhubung dengan pantai.  Satu dua ekor sapi nampak merumput di sekitar hotel. Pesta kembang api dari arah pantai meramaikan langit alam pedesaan yang sunyi.

---

Bangun pagi di Pandawa Hill Resort, masih termasuk kawasan Kuta, di Kabupaten Badung, Bali. Berdua dengan yayang sarapan di dekat kolam renang. Kanaya ikut bergabung diantar ayah dan ibunya. Kami sarapan bertiga. Ibunya pergi ke Nusa Dua Convention Center tempat berbagai sesi seminar mengenai berbagai topik yang terkait dengan air dan pengelolaannya. Ayahnya ke Gunung Agung melakukan penelitian tentang aspek aspek yang terkait dengan potensi erupsi dan antisipasi yang dilakukan masyarakat dan pemerintah. Ia membawa alat alat penelitian yang dibawa dari Yogyakarta. Selain itu juga membawa drone dan mengoperasikannya sendiri.

---

Hari kedua di Bali kami ke Pantai Pandawa dengan berjalan kaki beberapa menit dari hotel. Sekitar pukul 06.00 WITA kami tiba setelah berjalan menurun dari bukit. Samudra Indonesia di depan mata. Kami menelusuri pantai dari ujung keujung. Belum banyak pengunjung yang datang. Hanya ada rombongan Paspampres datang dengan menggunakan minibus. Ada pula keluarga dari Bogor. Kami saling bantu mengambil gambar.

Mas Sandy Mbak Dea dan Neng Kanaya menyusul. Kami bertemu di dekat mercu suar lalu berjalan di pantai berpasir putih dan bermain deburan air laut. 

Siangnya kami meninggalkan bukit Pandawa menuju Kuta mencari penginapan yang lain. Hotel hotel di sekitar Badung dan Denpasar fully booked. Peserta 10th World Water Forum 2024 datang dari berbagai berbagai tempat di Indonesia dan negara lain. Jumlahnya mencapai 60.000 orang.

---

Setelah lelah berjalan jalan di sepanjang pantai Pandawa, anakku mengajak kami meninggalkan hotel. Kami segera bersih bersih dan berkemas kemudian check out. Dari hotel kami memasuki kawasan Nusa Dua lalu menyebrangi jalan tol Bali Mandara yang terbentang di atas laut hingga tiba di Tuban. Dari sana kami menuju Kuta dan memilih jalan pintas ke Legian. Kami segera check in di Bliss Surfer hotel. AC di kamarku bocor dan aku segera menelpon room service. Setelah beres aku segera beristirahat sampai menjelang senja datang saat aku meninggalkan hotel untuk berjalan kaki ke pantai dan menikmati sunset. 

---

Keesokan harinya kami meninggalkan Legian menuju Nusa Dua untuk menjemput Mbak Dea yang sedang seminar. Dari sama kami ke Benoa untuk check ini dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Bedugul. Para peserta forum dari berbagai belahan dunia sudah memenuhi lokasi. Kami berada di sana sampai waktu magrib tiba dan langsung kembali ke Benoa untuk menginap. Sekitar pukul 04.00 saya check out. Nyonya dan anak cucu masih berada di Bali sampai acara forum selesai.

Saat meninggalkan hotel Ion di Benoa menuju Bandara I Gusti Ngurah Ray saya diantar oleh Bli Samsul Bahri dengan taksi miliknya. Hari masih gelap ketika kami melewati Nusa Dua. Saat tiba di bandara Bli Samsul Bahri memberi kartu nama dan minta dipromosikan. 

---


Akhirnya saya mendarat di Terminal 3 Bandara Sukarno Hatta ketika dengan pesawat Trans Nusa yang membawa saya dari Bandara I Gusti Ngurah Ray, Denpasar. Dari bandara saya menggunakan taksi menuju hotel Ibizz Style di Mangga Dua untuk mengikuti Rakernas 5 PDI Perjuangan.



Selasa, 01 Juli 2025

Operasi Retina


Sepulang melakukan takjiyah di Cimaung sekitar tahun 2018 aku penasaran untuk merasakan jalan menuju Gambung dan akupun melewati jalan itu. Selepas desa terakhir di Cimaung aku memasuki perkebunan sayur dan jalanan semakin mengecil dan terjal. Nyaris tinggal bebatuan belaka yang aku lewati. Apa boleh buat, sudah terlanjur. Taruna kujalankan dengan perlahan lahan melewati hutan. Nyaris tak ada orang atau kendaraan yang kujumpai. Ternyata jalan ini memang jalan untuk kegiatan off road. Saat mengemudi itulah aku merasakan ada sesuatu yang terjadi pada mata kananku. Seperti ada serabut muncul. Aku terkejut. Namun aku terus mengemudi karena tidak ada pilihan lain. Dan akhirnya aku sampai di Gambung. Aku terhibur dengan pemandangan hutan yang indah dan lembah yang permai. 

Dari Gambung aku melewati Pasirjambu dan berbelok ke kiri menuju Ciwidey. Aku mencari cafe untuk beristirahat dan menikmati secangkir kopi luwak. Tapi gangguan pada mata masih terasa.

Periksa Mata

Karena penglihatanku terganggu akupun pergi ke RS Hermina di Ujung Berung untuk memeriksakan mata. Setelah diperiksa, dokter memberi resep obat tetes. Ada kemungkinan mataku mengalami gejala katarak.

Setelah berjalan sekitar setahun mataku tidak membaik. Seperti ada gerhana pada mata dari tipis sampai menebal dan akhirny sepenuhnya gelap. 

Sekali lagi aku memeriksakan mata, kali ini ke RS Al Islam. Dokter menduga ada gangguan pada retina mataku dan merujukku ke RSMN Cicendo.

Benar saja, para dokter di RSMN Cicendo memastikan ada ganggunan pada retina mataku dan menyarankan untuk operasi mata. 

Operasi Retina

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan yang panjang, Bulan Februari 2024 aku masuk RSMN Cicendo untuk operasi retina. Pertama dilakukan anestesi pada mataku. Setelah kebal aku dibawa ke ruang operasi dan menjalani operasi mata sekitar satu jam. 

Operasi berjalan lancar dan mataku mulai bisa melihat meskipun masih samar-samar. Retina mataku yang putus disambung dengan menggunakan silikon. 

Sekitar enam bulan kemudian operasi pelepasan silikon dilakukan. Setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan dan ternyata mata kananku terkena katarak dan dokter dari bagian retina merujukku ke bagian katarak atau bedah refraktif. 

Sama halnya dengan di bagian retina, dokter bagian katarak melakukan pemeriksaan yang panjang dan akhirnya menyarakankan agar dilakukan operasi katarak. 

Operasi Katarak

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan panjang sebagaimana pada persiapan operasi retina, akupun kembali masuk ruang operasi untuk ketiga kalinya. Kali ini untuk operasi pelepasan katarak. 

Pada hari yang telah ditentukan aku masuk ruang  VIP RSMN Cicendo. Siang itu aku masuk ruang operasi. Setelah dilakukan anestesi, mataku dioperasi. Retina dilepas, dan aku diberi lensa mata yang baru. Operasi berlangsung sebentar saja. Keesekan harinya aku sudah boleh pulang. Penglihatanku mulai lebih baik. 

Meski begitu setelah pemeriksaan pasca operasi katarak dilakukan, dokter masih menyarankan agar mataku dilaser untuk menghilangkan gangguan yang masih ada pada mata.

Matakupun dilaser. Lalu dilakukan pemeriksaan pasca laser. Dokter mengatakan ini adalah hasil maksimal yang bisa kuperoleh.