Selasa, 24 Oktober 2023

Bersatunya Relawan Ganjar Mahfud


Mungkin kawan kawan sudah ada yang mendengar istilah TKRPP. Itu singkatan dari Tim Kordinator Relawan Pemenangan Presiden. Lembaga ini dibuat oleh DPP PDI Perjuangan untuk mengkordinir gerak relawan Ganjar Pranowo dan sekarang dengan Mahfud MD tentunya. Pada tingkat Pusat (Nasional) TKRPP diketuai oleh Mas Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR RI. Pada tingkat Daerah (Provinsi) diketuai oleh Kang Zainuddin, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat. Sedangkan pada tingkat Kabupaten diketuai oleh Kang Achmad Mulyana  biasa dipanggil Kang Aam (Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung). Kang Aam dibantu oleh Kang Nanang Parhan, Kang Yuyus Yusron dan Kang Dadang Sudrajat.

Sebagai Tim Kordinator Relawan idealnya TKRPP memiliki Sekretariat tersendiri di luar Sekretariat partai. Tapi karena alasan yang bersifat teknis, sampai saat ini TKRPP masih berkantor di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Jalan Jaksa Naranata, Baleendah.

Tugas TKRPP Kabupaten Bandung  melakukan verifikasi terhadap keberadaan organ organ relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Kabupaten Bandung. Selain itu juga menyalurkan alat peraga kampanye (APK) untuk dijadikan media sosialisasi kepada para calon pemilih. 

Pada hari Kamis minggu yang lalu saya diminta menghadiri pertemuan TKRPP Kabupaten Kabupaten Bandung dengan para pimpinan relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tersebut. Hadir setidaknya 31 organ relawan dari 50 organ relawan yang mendaftar. Saya mengapresiasi kehadiran para pimpinan organ relawan tersebut dan mengharapkan bantuan mereka untuk mensosialisikan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD ke tengah tengah masyarakat secara santun.

Selanjutnya Kang Aam memberikan APK kepada para pimpinan organ relawan se Kabupaten Bandung tersebut.

Dari sekitar 50 organ relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang terdaftar di Kabupaten Bandung baru enam organ relawan yang sudah terverifikasi secara Nasional.

Selanjutnya TKRPP Kabupaten Bandung akan melakukan canvasing ke Sekretariat organ relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di 31 Kecamatan dan 280 Desa /Kelurahan. Hasil verifikasi akan dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan persetujuan.

TKRPP Kabupaten Bandung juga sudah mengikuti Bimtek di Jakarta. Bimtek terkait dengan monitoring dan evaluasi organ relawan. Hasil monev tersebut akan menjadi acuan bagi penugasan dan distribusi APK kepada organ relawan sampai selesai nya tahapan Pilpres 2024 mendatang.

Minggu, 22 Oktober 2023

Bougenville Sedang Bagus-bagusnya


Setiap memasuki Jalan tol Padaleunyi pada musim kemarau (sekarang kemarau panjang atau biasa disebut El Nino) hati  saya selalu mendadak gembira. Bunga bougenville di pembatas jalan sepanjang jalan tol bermekaran penuh. Warnanya merah menyala semu violet. Setidaknya saya menikmati sejak masuk pintu tol Cileunyi sampai pintu tol Buah Batu. Seandainya tidak sambil mengemudi dengan kecepatan tinggi saya ingin mengambil gambar dan seperti tradisi baru, berswafoto (selfi).

Sebenarnya tidak hanya bougenville yang bermekaran. Bunga bungur (ungu) juga bermekaran di sisi kiri kanan jalan. Ada juga bunga bunga yang lain. Seperti bunga kamboja. Bunganya kuning menggantikan daunnya yang luruh ke bumi.

Sebagian pohon peneduh di kiri kanan jalan ada yang hilang karena ditebang untuk menyediakan lahan bagi jalur rel kereta api cepat Jakarta Bandung (KCJB). Tapi itu tidak mengurangi keindahan panorama jalan tol Padaleunyi. 

Pada sisi kanan ada GOR BLA (Bandung Lautan Api) yang bentuknya seperti pesawat UFO landing di tengah tengah lahan pesawahan. Kini ada obyek baru, Masjid Al Jabbar.

Kalau dari arah Padalarang kini ada akses pintu tol Gedebage. Saya sempat memasukinya dan ternyata keluar di perumahan Sumarecon yang memiliki akses ke Gedebage, Masjid Al Jabbar dan GOR BLA.

Dari GOR BLA kini ada akses ke Stasiun Tegalluar, Stasiun terakhir KCJB. Dari sini kita bisa naik kereta cepat ke Jakarta. Untuk sementara harga tiketnya dijual Rp 150.000 saja. Harga resmi sekitar Rp 300.000. Tiket bisa dibeli secara daring atau langsung di loket Stasiun Tegalluar.

Demikian sekilas info buat netizen di mana pun berada.

Minggu, 15 Oktober 2023

Rakernas IV PDI Perjuangan di Jiexpo Convention Center Jakarta


Kembali ke Jiexpo (Jakarta International Expo)

Seminggu yang lalu saya kembali berangkat ke Jiexpo Kemayoran Jakarta. Tempat ini terkenal sebagai lokasi  PRJ (Pekan Raya Jakarta) yang diselenggarakan setiap tahun untuk menyambut HUT kota Jakarta. Lokasinya terletak di Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran. Kali ini saya berangkat bersama kawan kawan ysh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan. Tujuan utamanya untuk mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis) dan setelah itu mengikuti Rakernas (Rapat Kerja Nasional)IV PDI Perjuangan. Acaranya berlangsung pada hari Jumat sampai Minggu.

Menurut rencana kami akan berangkat pada hari Jumat pagi dan tiba di Jakarta pada petang hari tapi perintah dari Jakarta mengharuskan kami berangkat pada Kamis pagi. Seperti biasa Kang Upik menjemputku di rumah lalu kami  menuju Soreang melalui jalan tol Padaleunyi dan Jalan tol Soroja kemudian berkumpul di ruang Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Soreang. 

Kami berangkat dengan menggunakan mobil minibus. Kang Hen Hen, Kang Luthfi, Kang Dadang, Teh Wita, Kang YD, Kang Erwin dan saya. Kang Dadan menyusul kemudian.

Dari Soreang kami menuju Jakarta melalui jalan tol Soroja kemudian jalan tol Padaleunyi jalan tol Cipularang dan Jalan tol Japek. Kami beristirahat di rest area kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalan tol MBZ dan Jalan Tol Lingkar Luar menuju Tanjung Priok, Ancol dan kemudian memasuki Kota Tua.

Di Kota Tua kami ke Hotel Mercure Batavia di Jalan Kali Besar. Pertama tama kami melakukan registrasi kemudian melakukan check ini. 

Saya punya kenangan tersendiri di masa kecil  terhadap Kota Tua ini. Karena itu ketika malam datang saya mengajak kawan kawan berjalan jalan di pedestrian tepi sungai menuju kawasan Museum Fatahilah. Kami berkeliling lapangan sambil mendengar repertoar dari musisi jalanan kemudian menyelinap ke Batavia cafe hingga jam malam tiba. 

Pukul 21.00 kami kembali ke hotel dengan mengitari Kota Tua dengan menggunakan kereta kuda berhias yang didatangkan dari Rawabelong.

H1

Pagi harinya kami berangkat ke Jiexpo melalui Ancol melewati Dufan dan berbelok ke kanan menuju Kemayoran. Bendera PDI Perjuangan berjajar tapi sepanjang jalan hingga memasuki Jiexpo. Kami menuju Jiexpo Convention Center, memasuki hall dengan terlebih dahulu memindai Id card dan melewati metal detector. 

Acara Jumat pagi itu adalah Bimbingan Teknis bagi Tiga Pilar Partai. Acara  berlangsung hingga pukul 11.00. 

Sambil menunggu pembukaan Rakernas IV kami memutuskan kembali ke hotel. Kami salat Jumat di sebuah masjid di dekat jembatan gantung Kota Intan. Sambil melewati jembatan gantung Kota Intan peninggalan Belanda ini saya mengambil gambar dari berbagai sudut.

Pukul 13.00 kami kembali ke Jiexpo. Saat memasuki hall acara Rakernas IV PDI Perjuangan sudah dimulai. Kami mendengarkan pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, pidato Capres Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo sekaligus. Ketiganya bicara soal kedaulatan pangan yang menjadi tema Rakernas IV. Usai acara pembukaan kami kembali ke hotel. 

Saat tiba di hotel ada pesan dari Adwil bahwa malam itu tidak ada acara. Kami pun kembali berjalan jalan ke Kota Tua sambil mencari tempat untuk makan malam. Kebetulan ada satu gerai yang memberi diskon 50% karena hari itu adalah Hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pulangnya sekali lagi kami menaiki "delman istimewa kududuk di muka. Duduk di samping Pak Kusir yang sedang bekerja".

H2

Pada hari kedua, Rakernas membahas masalah internal. Acaranya padat dari pagi hingga malam. Bambang Pacul bicara tentang pemenangan Pemilu. Arif Wibowo bicara tentang teknis Pemilu dan pengamanan suara mulai dari TPS hingga KPU. Arsyad Rasyid bicara mengenai political marketing untuk "memasarkan" Ganjar Pranowo kepada pemilih. Ari Junaidi dan Putra Nababan  bicara tentang karakteristik generasi Z. Terakhir ada Ata Halilintar dan Tina Toon bicara tentang medsos.

Kejutan datang di penghujung acara, Anang menyanyikan sebuah lagu yang membuat acara Rakernas seperti pagelaran musik dan menjadi hiburan tersendiri bagi kawan kawan dari luar Jawa khususnya.

Malam itu aku pulang bersama Kang Acep Purnama, Bupati Kuningan, karena kawan kawan sudah pulang lebih dahulu. Ajudan dan supir Bupati mencari jalan alternative menuju hotel sambil mencari restoran tetapi malah membuat kami berputar putar di sekitar Ancol dan saat tiba di Kota Tua sudah tengah malam. 

Tiba di hotel aku segera mandi air hangat dari shower dan segera berangkat ke tempat tidur lalu tertidur lelap tanpa sempat makan malam pada malam Minggu itu.

H3

Minggu pagi Jakarta terasa nyaman. Lalin lancar ketika kami melewati jalan jalan dari Kota Tua menuju Jiexpo. 

Setelah barcode dipindai oleh resepsionis, kami pun memasuki hall. Seperti biasa saya memasuki hall utama agar bisa melihat panggung. 

Acara kali ini adalah pembacaan rekomendasi Rakernas IV PDI Perjuangan oleh Sekjen , baik rekomendasi internal maupun rekomendasi eksternal.  Setelah itu acara ditutup. 

Sekitar pukul 13.00 kami meninggalkan Jiexpo Kemayoran melewati jalan tol Tanjung Priok kemudian Cakung dan tiba di Jalan tol MBZ.

Rabu, 11 Oktober 2023

Para Petani Milenial


Sekali lagi PDI Perjuangan mengadakan Diskusi Publik soal pertanian. Pada Diskusi Publik II kali ini kalangan milenial yang bicara pertanian. 

Peserta diskusi publik adalah  Fungsionaris DPP Partai,  Pengurus DPD-DPC-PAC-Ranting-Anak Ranting,  Anggota DPR-DPRD Provinsi/ Kabupaten /Kota, Kepala/ Wkl Kepala  Daerah PDI Perjuangan serta Pengurus Badan dan Sayap Pusat Partai.

Diskusi Publik-II ini adalah dalam rangkaian Pra Rakernas IV PDI Perjuangan yang mengambil tema Kedaulatan Pangan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan diadakan secara hybrid yang akan pada hari Kamis, 21-09-2023, pukul  10.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor DPP PDI Perjuangan Jl. Diponegoro 58 Menteng-Jakarta Pusat.

Saya mengikuti secara daring via  Zoom.

Narasumber nya anak anak muda 

1. Sandi Octa Susila (Duta Petani Millenial Kementan Asal Kab. Cianjur)

2. Rayndra Syahdan Mahmudin (Duta Petani Millenial Kementan Asal Kab. Magelang)

3. Moh. Aji Urohim (Pembudidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok)

4. Ujang Margana (Petani Millenial Asal Kab. Bandung)

Kang Ujang Margana dari Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ia bertani bawang merah di dataran tinggi Bandung Utara tepatnya di kaki Gunung Manglayang. Dengan metoda tertentu tanaman bawang merahnya bisa tumbuh dengan baik, tidak kalah dari bawang merah yang ditanam di dataran rendah seperti Brebes misalnya. Ia pun mampu mengorganisir petani untuk menanam bawang merah dan produk para petani itupun ditampungnya sehingga para petani bersemangat menanam bawang merah.

Kang Sandi Octa Susila dari Cianjur mengorganisir para petani di desanya untuk menanam holtikultura dan ia menampung produk mereka sehingga ada kesinambungan serta kepastian bagi petani untuk menanam. Sandi juga memasok buah dan sayuran bagi pasar modern. Sarjana pertanian lulusan IPB ini omzetnya mencapai ratusan juta rupiah dalam sebulan. 

Mas Rayndra Syahdan Mahmudin dari Magelang beternak kambing dan memadukannya dengan pertanian. "Peternakan adalah ujung dari pertanian dan pertanian adalah ujung dari peternakan".

Mas Aji Urohim dari Jawa Timur awalnya beternak ikan lele namun kini merambah ke ikan yang lain dengan cara bioflok.

Seminar Mewujudkan Kedaulatan Pangan


Untuk kesekian kali PDI Perjuangan mengadakan diskusi soal kedaulatan pangan. Kali ini dengan tema "Inovasi Teknologi dan Kebijakan Politik Ekonomi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan". Seminar diselenggarakan tanggal 19 September 2023 dari DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro secara hybrid. Kami mengikuti dari tempat masing masing melalui zoom.

Prof Bayu yang berbicara pada kesempatan pertama membahas tema dan mengatakan bahwa yang diperlukan adalah justru inovasi di bidang kebijakan sosial dan politik. Karena soal pertanian ini banyak dipengaruhi oleh kebijakan tersebut.

Ia juga menyatakan perlu ada penghargaan terhadap petani juga para breeder. Breeder harus digaji tinggi bahkan lebih tinggi dari pejabat di Kementerian Pertanian.

Prof Andreas memaparkan monopoli atau oligopoli dalam pengadaan pangan di Dunia. Ia juga bicara makin tergantung nya kita pada luar negeri dalam penyediaan bahan pangan. Beras 30%. Kedelai 90%. Terigu 100%.

Menurutnya ada beberapa perusahaan trans Nasional (TNC) yang menguasai perdagangan pangan Dunia dan dengan mendapatkan keuntungan terbesar dari perdagangan pangan tersebut. 

Ia juga bercerita mengenai upaya para petani untuk melakukan inovasi di bidang pertanian dan juga mengembangkan benih yang unggul. Sayang upaya tersebut sering bertabrakan dengan regulasi dan birokrasi sehingga petani harus berurusan dengan hukum sampai harus mendekam di balik jeruji. Miris bukan ?

Prof Aries bicara mengenai proses hasil produksi (off farm), bagaimana caranya agar bahan pangan bisa punya lifetime lebih lama.  

Sedangkan Prof Ali bicara mengenai budidaya kedelai Nasional dengan berbagai varietasnya dan keunggulan kualitasnya. Sayang, menurutnya, banyak pengusaha tahu Tempe tidak mau menggunakan kedelai Nasional. Itu tidak lain karena pengaruh dari sindikat yang menguasai perdagangan kedelai.

Ada beberapa catatanku :

1. Ketergantungan kita terhadap pasokan pangan dari luar negeri cukup besar;

2. Ada beberapa perusahaan trans Nasional yang menguasai dan untung besar dari perdagangan pangan Dunia;

3. Petani makin berkurang;

4. Harga beras yang tinggi saat ini bisa menjadi motivasi untuk terjun ke dunia pertanian.

Kamis, 14 September 2023

Forum Diskusi Pemilu Bersama Mahfud MD dan Hasto Kristiyanto

 




Hari ini Rabu 13 September 2023 kami dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat dan beberapa DPC PDI Perjuangan se Bandung Raya menghadiri undangan dari Kemenkopolhukam, untuk menghadiri forum diskusi di Bandung. Mahfud MD sebagai keynote speaker. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebagai pembicara bersama Sekjen PKS Habib Abubakar Al Habsyi dan Sekjen Gerinda Ahmad Muzani.Dari kalangangn kampus ada seorang guru besar dari Universitas Brawijaya.

Pada forum diskusi tersebut hadir juga Sekjen PAN dan Hanura.

Menko Polhukam bicara tentang keberagaman yang menjadi kekuatan dalam mewujudkan Pemilu yang bermartabat. Ia juga bicara bagaimana Pancasila tetap bertahan meskipun ada upaya untuk menggantinya baik secara konstitusional melalui Konstituante dan inskonstitusional melalui berbagai pemberontakan DI / TII, PKI, PRRI / Permesta, dan G 30 S.

Dari DPP PDI Perjuangan selain Mas Hasto, hadir juga Mas Djarot. Dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat ada Kang Ono, Kang Bedi dan Teh Ineu. Dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat ada Teh Ida dan Kang Iwan. Dari DPC PDI Perjuangan kota Bandung ada Kang Memet dan Teh Rieke. Dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung saya sendirian karena Kang Henhen dan Kang Denni berhalangan.

Mas Hasto bicara tentang mitigasi kerawanan Pemilu. Habib menyampaikan info bahwa Provinsi Jawa Barat berada pada peringkat tiga kerawanan Pemilu dan Kabupaten Bandung peringkat pertama kerawanan Pemilu di Jawa Barat. Mas Muzani memberi apresiasi pada ketiga Capres.

Forum Diskusi yang bertema "Keragaman Menjadi Kekuatan Mewujudkan Pemilu Bermartabat" dipandu oleh moderator Pilpres 2019. Peserta selain parpol juga Ormas, tokoh masyarakat, Pemuda dan mahasiswa.

Acara diskusi berlangsung secara daring dan luring hingga pukul 12.00. Mas Hasto tidak mengikuti sampai selesai karena ada rapat dengan para petinggi Parpol di Jakarta. Mas Djarot menggantikannya.

Saya mengikuti sampai benar benar tuntas. Setelah itu menikmati makan siang sambil mendengarkan musik dari kelompok pengamen jalanan dari Cikapayang. Karena baru pertama kali ke hotel Pullman, saya mengeksplorasi beberapa lantai, ruang dan fasilitas yang ada.

Pukul 14.00 saya keluar ke Jalan Majapahit meninggalkan lapangan Gasibu berbelok ke kiri menaiki fly over Pasupati menyebrangi Jalan Dago, Jalan Cihampelas, Jalan Cipaganti dan Jalan Pasirkaliki sekaligus sampai tiba di Jl. Dr. Junjunan lalu memasuki jalan tol Purbalenyi melalui pintu Pasteur.

 

Simulasi Pengamanan Pilpres



 

Capres Duren berkampanye di Jl. Alfathu Soreang. Ketika sedang berorasi terjadi insiden upaya pembunuhan sehingga terjadi kekacauan. Aparat keamanan berhasil meringkus pelaku. Paspampres pun berhasil mengamankan capres Duren.

---

Capres Melon berkampanye dengan lancar di alun alun Soreang. Ketika dalam perjalanan dihadang para pendukung Capres Melon. Kerusuhan tidak terhindarkan.

Pengunjuk rasa mulai berbuat anarkhis dengan merusak fasilitas umum dan toko toko. Polri dibantu TNI melakukan upaya mengatasi kerusuhan. Mulai dengan menurunkan Sabhara, Brimob sampai Detasemen 45. Upaya dilakukan mulai dari persuasif melalui perundingan, mengerahkan pasukan dengan menggunakan tameng, menggunakan water canon untuk menyemprotkan air, menggunakan gas air mata, menggunakan anjing, sampai menembak dengan peluru karet. Akhirnya pengunjuk rasa bisa dibubarkan.

Tidak berhenti di situ perusuh kemudian melakukan pembajakan bus. Polri melakukan upaya pembebasan sandera dan pelumpuhan pembajak dengan melakukan peledakan. Pembajak tertembak mati dan sandera bisa dibebaskan. Tim Inafis melakukan rekonstruksi. Tim kesehatan membawa korban ke RS Polri untuk diotopsi.

Paling akhir terjadi penghadangan terhadap Capres Melon bahkan dengan melakukan pengeboman kendaraan. Sekali lagi upaya tersebut bisa diatasi. Tim Jihandak diturunkan. Petugas damkar dikerahkan untuk memadamkan api dari kendaraan roda empat dan roda dua yang terbakar di jalan.

Setelah kerusuhan bisa diatasi, maka humas Polri dan unit trauma healing bergerak menenangkan masyarakat dibantu satpol PP di dan Linmas.

Begitu garis besar simulasi Pengamanan Pilpres 2024.

Acara bertajuk Simulasi Sispam Kota diadakan oleh Polresta Bandung diikuti oleh ratusan peserta dari Polri TNI dan ASN disaksikan oleh Bupati dan Forkompimda dan Kepala dinas dan Badan, serta para Camat se Kabupaten Bandung. Para Ketua Parpol dan Ormas juga turut menyaksikan acara tersebut.

Usai simulasi, para peserta bersama sama melakukan senam Maumere secara massal tidak terkecuali Bupati dan semua undangan.