Sabtu, 27 Januari 2024
Hajatan Rakyat di Tegalega Bandung
Kamis, 18 Januari 2024
Program Kerja PDI Perjuangan
Visi PDI Perjuangan :
Mempercepat Indonesia Unggul Melalui Jalan Trisakti.
Trisakti : Berdaulat di bidang politik; Berdikari di bidang ekonomi; Berkepribadian dalam kebudayaan.
Misi PDI Perjuangan:
1. Mendidik dan mencerdaskan Rakyat agar bertanggungjawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;
2. Melakukan rekrutmen anggota dan kader partai untuk ditugaskan dalam struktural partai, lembaga-lembaga politik dan lembaga-lembaga publik;
3. Membentuk kader partai yang berjiwa pelopor dan memiliki pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara ;
4. Menghimpun merumuskan dan memperjuangkan aspirasi Rakyat menjadi kebijakan pemerintahan negara;
5. Menghimpun membangun dan menggerakkan kekuatan Rakyat guna membangun dan mencapai cita-cita masyarakat Panca Sila;
6. Membangun komunikasi politik berlandaskan hakikat dasar kehidupan berpolitik serta membangun partisipasi politik warga negara ;
7. Mempertahankan menyebarluaskan dan melaksanakan Panca Sila sebagai dasar pandangan hidup dan tujuan berbangsa dan bernegara;
8. Menjabarkan menyebarluaskan dan membumikan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara;
9. Meperjuangan kebijakan politik partai menjadi kebijakan politik penyelenggara negara.
Program PDI Perjuangan
1. Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Pembangunan manusia Indonesia dilakukan dengan meningkatkan kualitas intelektual penguasaan ilmu dan teknologi serta keterampilan dan produktivitasnya sehingga menjadi berkarakter bermental kreatif dan inovatif serta mampu berproduksi secara berkelanjutan.
Untuk itu PDI Perjuangan melakukan transformasi menyeluruh pembangunan Manusia Indonesia yang unggul berkepribadian dalam kebudayaan berkualitas produktif dan memiliki daya saing global.
PDI Perjuangan memastikan negara hadir untuk membantu fakir miskin dan anak terlantar agar terpenuhi kebutuhannya dan memberdayakannya agar keluar dari kemiskinan.
Selanjutnya kekuatan sumber daya manusia dibangun melalui transformasi di bidang sosial khususnya pendidikan dan kesehatan agar mampu memanfaatkan semua peluang ekonomi dan kesempatan kerja termasuk untuk mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia demi sebesar besarnya kemakmuran rakyat dan keadilan sosial tanpa kehilangan jati diri .
PDI Perjuangan juga melakukan akselerasi penguasaan sains dan teknologi melalui percepatan riset dan inovasi berdikari.
2. Pembangunan Ekonomi
PDI Perjuangan mempercepat penguatan struktur perekonomian dan perwujudan pembangunan Nasional yang adil berdikari dan maju. Perekonomian Rakyat banyak harus bergerak semakin besar untuk kemajuan pembangunan yang semakin adil-merata dinikmati oleh segenap warga negara Indonesia dengan mengandalkan kekuatan produktif Rakyat secara bergotongroyong. Dalam kaitan itu PDI Perjuangan mempercepat perwujudan infrastructure fisik dan transformasi ekosistem digital yang merata.
3. Pembangunan Maritim dan Lingkungan Hidup.
PDI Perjuangan memperteguh kembali dan mempercepat pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan pembangunan lingkungan hidup yang lestari.
Posisi geostrategis Indonesia sebagai negeri bahari Nusantara dan kata sumber daya alam merupakan sebuah kekuatan strategis untuk mengendalikan jalur perdagangan, meningkatkan kesejahteraan Rakyat dan modal strategis diplomasu global untuk membangun tata Dunia yang adil setara dan makmur.
PDI Perjuangan bertekad memaksimalkan posisi strategis geopolitik yang menghubungkan samudra Indonesia dan samudra Pasifik dengan memanfaatkan setiap potensi maritimnya untuk Dunia Baru yang adil merata, ikut menciptakan perdamaian kawasan dan Dunia atas dasar Pancasila dan politik Non-Blok serta melindungi lingkungan Hidup global yang berkelanjutan.
(4) Pembangunan Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan
PDI Perjuangan mempercepat reformasi dan transformasi total pembangunan tata kelola pemerintahan politik dan hukum yang bersih adil serta bebas dari korupsi serta memperkuat pembangunan Pertahanan yang memperkuat harkat bangsa dan negara.
Senin, 01 Januari 2024
Tamu dari Kairo
Senin, 25 Desember 2023
Tempat Menginap Bung Karno di Hotel Savoy Homman Bandung
Mas Sandy dan Kanaya pulang ke Bandung di awal bulan Desember. Mas Sandy dua kali ke Jakarta dengan menggunakan Whoosh, kereta cepat Jakarta Bandung lalu sekali ke Medan dan sekali bergiat di Bandung.
Saat workshop internasional soal bencana alam, Mas Sandy menjadi pembicara pertama. Kanaya ikut menginap di Hotel Savoy Homman di Jalan Asia Afrika Bandung. Pada hari kedua aku dan istriku menginap pula di Hotel Savoy Homman. Kebetulan ketika itu bertepatan dengan malam Minggu. Kami berempat keluar dari hotel menuju Jalan Braga. Suasana sungguh ramai sejak di Gedung Merdeka.
Jalan Braga penuh dengan pejalan kaki yang memenuhi jalur pedestrian. Mobil dan motor berjalan merayap. Resto dan cafe ramai. Toko toko juga dipenuhi pengunjung. Banyak pula yang hanya duduk duduk di kursi pada trotoar. Sebagian saling memotret. Bangunan lama gaya art deco ditambah gemerlap lampu memang cocok dijadikan latar belakang pengambilan gambar. Live music dari dalam bar terdengar sampai ke jalan. Menambah seronok suasana.
Akhirnya kami sampai di simpang Jalan Suniaraja. Kami memasuki sebuah resto dan memesan makanan. Kami memesan mie dan bihun goren. Tidak lupa memesan minuman khas seperti wedang uwuh atau air jahe. Kanaya memesan sosis goreng. Pengunjung menuhi resto malam itu.
Akhirnya kami kembali melewati Jalan Braga menuju Hotel Savoy Homman. Suasana makin meriah saja.
Sejenak kami duduk duduk di sofa di lobby hotel. Setelah itu kami naik ke lantai dua untuk beristirahat.
Paginya kami bertemu dengan Pak Franc yang datang dari Perancis. Pak Franc juga mengikuti workshop. Kami berbincang sejenak lalu berfoto bersama.
Aku kemudian menemani Kanaya berenang dan bermain di play ground.
Pukul 12.00 kami check out. Tapi sebelum meninggalkan hotel aku naik ke lantai empat dan berkunjung ke president suit yang dulu dipakai Bung Karno untuk menginap saat Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Kami menyempatkan duduk di sofa dan berdoa.
Mobil di parkiran sudah kinclong dibersihkan oleh Relawan. Kami memberi tip dan kemudian keluar menuju Jalan Asia Afrika menuju alun alun Bandung, Tegalega dan berhenti di Es Cendol Elizabeth untuk membeli cendol.
Menjelang waktu ashar kami tiba di rumah.
Selasa, 19 Desember 2023
Survey Politik
Senin, 18 Desember 2023
Menghadiri Reses Kang Upi di Cicalengka
Usai mengantar Dik Yani ke Stasiun Tegalluar aku dan kesayangan langsung menuju Cicalengka untuk menghadiri Reses Kang Luthfi di Pasar Si Upi. Jalan Nasional dari Rancaekek ke Cicalengka sedang mengalami perbaikan di beberapa bagian. Jalan yang terbuat dari cor beton dibongkar dengan alat-alat berat, dikeraskan fondasinya lalu dicor ulang. Tidak pelak lagi terjadi kepadatan lalu lintas kendaraan sepanjang sepuluh kilo meter.
Setelah kami tiba, acara dimulai. Kami berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. MC memberi kesempatan kepadaku memberi sambutan. Setelah itu Kang Upi memberikan paparan mengenai apa yang sudah dilakukan selama masa sidang. Setelah itu hadirin yang terdiri dari pengurus ormas dan wartawan menyampaikan aspirasi mereka. Kebanyakan berkisar pada masalah pelayanan kesehatan yang dirasa masih belum memuaskan.
Sekitar pukul 12.00 acara usai. Aku meninggalkan tempat kegiatan. Seorang wartawan mewawancaraiku seputar persiapan menghadapi Pemilu.
Jumat, 08 Desember 2023
Singgah di Kamojang
Setelah makan siang dan berfoto foto kami meninggalkan Kampung Sampireun. Keluar dari jalan berbatu kami berbelok ke kiri melewati hutan dan kebun sayur, pusat konservasi elang Jawa, dan pusat penelitian sungai Cimanuk. Jalannya menanjak dan berliku liku menyuguhkan pemandangan alam yang indah.
Setelah berkendara sekitar setengah jam, kami tiba diperbatasan Garut-Bandung. Kamojang nama tempatnya. Ini seperti kota kecil di pegunungan. Kota yang tercipta karena adanya potensi panas bumi (geothermal) yang melimpah. Potensi panas bumi ini diubah menjadi energi listrik yang terkoneksi pada Jawa Bali connection. Karena itu ada Pertamina, ada Indo Power dan ada PLN di Kamojang. Uap dari panas bumi dari beberapa sumur dikumpulkan ke instalasi melalui pipa pipa besar dan kemudian menggerakkan turbin.
Tentu saja kami menyempatkan berwisata di hutan Kamojang yang dikelola BKSDA. Kami berjalan jalan di hutan dan melihat beberapa kawah yang mendidih dan mengepulkan asap serta menghasilkan air panas.
Setelah puas berjalan jalan di hutan kami meninggalkan Kamojang. Kami berhenti sebentar di Jembatan Kuning yang menghubungkan Kamojang dengan kota Ibun. Jalan menuju Ibun menurun secara ekstrim dan berliku liku.
Dari Ibun kami menuju Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek dan saat malam tiba kami sudah sampai di Cileunyi.
Dik Yani , Dik Yus dan Dik Titik menginap di rumahku. Keesokan harinya Dik Yus dan Dik Titik pulang ke Bandung menggunakan taxi online.
Beberapa kemudian Dik Yani pulang ke Bogor menggunakan Whoosh dari Stasiun Tegalluar menuju Stasiun Halim lalu berganti kendaraan menuju Cibinong.