Sabtu, 27 Januari 2024

Hajatan Rakyat di Tegalega Bandung

Minggu, 21 Januari 2024.
Seusai mandi dan sarapan, aku dan kesayangan siap siap berangkat ke Taman Tegalega. Mobil sudah kubersihkan dua hari sebelumnya. Sebelum memasuki mobil, anakku yang bungsu, Praja, memotret kami di dinding bata dengan background baliho Ganjar Mahfud. Kami berdua sudah siap memakai t shirt warna hitam bergambar Ganjar Mahfud paslon Capres Cawapres nomor tiga. Setelah itu berangkatlah kami keluar dari garasi dan carport.

Setelah turun satu kilometer kami berbelok ke kanan memasuki Jlan Percobaan. Perjalanan lancar sampai bundaran Cibiru. Dari Cibiru kami mengambil jalan lurus ke arah Barat melewati simpang Gedebage, simpang Kiaracondong dan setelah tiba di simpang Buahbatu Kiaracondong kami berbelok ke kanan memasuki Jalan Buahbatu hingga tiba di simpang Jalan Pelajar Pejuang. Dari situ kami berbelok ke kiri lalu berbelok ke kanan menyusuri jalan alternative sampai tiba di Jalan Ibu Inggit Garnasih. Di situlah kami memarkir mobil lalu berjalan kaki di trotoar Jalan Otto Iskandar di Nata sampai tiba di Taman Tegalega.

Suasana kampanye terasa semarak. Lalu lintas macet. Kang Ayi dan rombongan dalam mobil merah terbuka menyampaikan pemberitahuan ke warga untuk hadir ke rapat umum. Di depan RM Padang Kang Hen Hen mengajak makan. Kami berterima kasih dan terus berjalan. Saat memasuki pintu gerbang Barat kami bertemu dengan Teh Yena dan anaknya. Atas info dari Kang Ryan kami merapat ke pintu masuk tenda utama. Saat itu masuk rombongan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan bersama Ketua Umum PPP Perindo dan Hanura bersama rombongan TPN Ganjar Mahfud. Kami melambaikan tangan menyambut mereka lalu diantar Mas Bobby menuju panggung utama. Di dalam sudah ada Kang Memet Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung dan Kang Agung Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi. Hujan turun deras.

Setelah hujan mereda Slank menyampaikan deklarasi mendukung Ganjar Mahfud dan memulai pertunjukan. Setelah itu ada orasi dari Ganjar Pranowo dan ditutup orasi Megawati Sukarnoputri di depan puluhan ribu peserta rapat umum. Setelah rombongan Megawati Sukarnoputri dan Ganjar Pranowo meninggalkan tempat, pertunjukan musik berlanjut.

Ada banyak penyanyi dan grup band yang tampil. Di kelompok band ada Kuburan, Naff, Sisitipsi, Deadsquad sampai Zamrud. Di kelompok penyanyi ada putrinya Parto, para penyanyi KDI sampai Ipang Lazuardi.

Di sela setiap penampilan ada pembagian door prize mulai dari magic com,  kompor gas, kulkas, teve, sepeda gunung, sepeda motor sampai packet Umrah.

Acara berlanjut dengan nonton bareng Debat Cawapres. Tentu saja kami memberikan dukungan pada Mahfud MD.

Menjelang tengah malam kami pulang ke rumah..




Kamis, 18 Januari 2024

Program Kerja PDI Perjuangan

 Visi PDI Perjuangan : 

Mempercepat Indonesia Unggul Melalui Jalan Trisakti.

Trisakti : Berdaulat di bidang politik; Berdikari di bidang ekonomi; Berkepribadian dalam kebudayaan.

Misi PDI Perjuangan:

1. Mendidik dan mencerdaskan Rakyat agar bertanggungjawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;

2. Melakukan rekrutmen anggota dan kader partai untuk ditugaskan dalam struktural partai, lembaga-lembaga politik dan lembaga-lembaga publik; 

3. Membentuk kader partai yang berjiwa pelopor dan memiliki pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara ;

4. Menghimpun merumuskan dan memperjuangkan aspirasi Rakyat menjadi kebijakan pemerintahan negara;

5. Menghimpun membangun dan menggerakkan kekuatan Rakyat guna membangun dan mencapai cita-cita masyarakat Panca Sila;

6. Membangun komunikasi politik berlandaskan hakikat dasar kehidupan berpolitik serta membangun partisipasi politik warga negara ;

7. Mempertahankan menyebarluaskan dan melaksanakan Panca Sila sebagai dasar pandangan hidup dan tujuan berbangsa dan bernegara;

8. Menjabarkan menyebarluaskan dan membumikan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara;

9. Meperjuangan kebijakan politik partai menjadi kebijakan politik penyelenggara negara.

Program PDI Perjuangan

1. Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Pembangunan manusia Indonesia dilakukan dengan meningkatkan kualitas intelektual penguasaan ilmu dan teknologi serta keterampilan dan produktivitasnya sehingga menjadi berkarakter bermental kreatif dan inovatif serta mampu berproduksi secara berkelanjutan. 

Untuk itu PDI Perjuangan melakukan transformasi menyeluruh pembangunan Manusia Indonesia yang unggul berkepribadian dalam kebudayaan berkualitas produktif dan memiliki daya saing global.

PDI Perjuangan memastikan negara hadir untuk membantu fakir miskin dan anak terlantar agar terpenuhi kebutuhannya dan memberdayakannya agar keluar dari kemiskinan.

Selanjutnya kekuatan sumber daya manusia dibangun melalui transformasi di bidang sosial khususnya pendidikan dan kesehatan agar mampu memanfaatkan semua peluang ekonomi dan kesempatan kerja termasuk untuk mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia demi sebesar besarnya kemakmuran rakyat dan keadilan sosial tanpa kehilangan jati diri .

PDI Perjuangan juga melakukan akselerasi  penguasaan sains dan teknologi melalui percepatan riset dan inovasi berdikari.

2. Pembangunan Ekonomi

PDI Perjuangan mempercepat penguatan struktur perekonomian dan perwujudan pembangunan Nasional yang adil berdikari dan maju. Perekonomian Rakyat banyak harus bergerak semakin besar untuk kemajuan pembangunan yang semakin adil-merata dinikmati oleh segenap warga negara Indonesia dengan mengandalkan kekuatan produktif Rakyat secara bergotongroyong. Dalam kaitan itu PDI Perjuangan mempercepat perwujudan infrastructure fisik dan transformasi ekosistem digital yang merata.

3. Pembangunan Maritim dan Lingkungan Hidup.

PDI Perjuangan memperteguh kembali dan mempercepat pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan pembangunan lingkungan hidup yang lestari. 

Posisi geostrategis Indonesia sebagai negeri bahari Nusantara dan kata sumber daya alam merupakan sebuah kekuatan strategis untuk mengendalikan jalur perdagangan, meningkatkan kesejahteraan Rakyat dan modal strategis diplomasu global untuk membangun tata Dunia yang adil setara dan makmur.

PDI Perjuangan bertekad memaksimalkan posisi strategis geopolitik yang menghubungkan samudra Indonesia dan samudra Pasifik  dengan memanfaatkan setiap potensi maritimnya untuk Dunia Baru yang adil merata, ikut menciptakan perdamaian kawasan dan Dunia atas dasar Pancasila dan politik Non-Blok serta melindungi lingkungan Hidup global yang berkelanjutan.

(4) Pembangunan Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan

PDI Perjuangan mempercepat reformasi dan transformasi total pembangunan tata kelola pemerintahan politik dan hukum yang bersih adil serta bebas dari korupsi serta memperkuat pembangunan Pertahanan yang memperkuat  harkat bangsa dan negara.

Senin, 01 Januari 2024

Tamu dari Kairo

Hari itu Mas Sandy dan Kanaya meninggalkan Cileunyi. Saya dan yayang mengantar mereka ke Stasiun Tegalluar. Dari sana mereka naik Whoosh ke Bandara Halim Perdanakusuma dan dari sana melanjutkan perjalanan dengan pesawat terbang ke Malang. Mobil kami bawa ke Cileunyi karena harus diurus perpanjangan STNK nya. KTP yang dikirim Mbak Dea lewat pos belum lagi sampai.

Tidak berapa lama sejak kami tiba di rumah, Jeng Yani datang dengan rombongan dari Cibinong, Bogor, dengan mencarter dua mobil. Maklum Tika dan suaminya Dony baru pulang dari Mesir bersama anak mereka Atan tentu dengan beberapa kopor besar. Belum lagi Tante dari Ipoh, Malaysia dengan putrinya
yang kuliah di IPB. Setelah menurunkan enam orang penumpang dengan barang bawaannya, mobil mobil carteran itu kembali ke Cibinong.

Rumah kembali ramai. Kami melepas kangen. Tika sudah beberapa tahun ini di Kairo mengikuti suaminya, Dony, yang mengajar di Sekolah Indonesia. Akupun ngobrol soal situasi terkini di Kairo. Tika dan Dony membawa banyak oleh oleh. Ada kue kue, permen, coklat, kopi, teh dan berbagai cindera mata.

Usai salat asar aku mengantar mereka ke agen bus di perbatasan Bandung-Jatinangor. Mereka melanjutkan perjalanan ke Ponorogo, tempat ayahnya Dony dan tantenya.




Senin, 25 Desember 2023

Tempat Menginap Bung Karno di Hotel Savoy Homman Bandung

Mas Sandy dan Kanaya pulang ke Bandung di awal bulan Desember. Mas Sandy dua kali ke Jakarta dengan menggunakan Whoosh, kereta cepat Jakarta Bandung lalu sekali ke Medan dan sekali bergiat di Bandung. 

Saat workshop internasional  soal bencana alam, Mas Sandy menjadi pembicara pertama. Kanaya ikut menginap di Hotel Savoy Homman di Jalan Asia Afrika Bandung. Pada hari kedua aku dan istriku menginap pula di Hotel Savoy Homman. Kebetulan ketika itu bertepatan dengan malam Minggu. Kami berempat keluar dari hotel menuju Jalan Braga. Suasana sungguh ramai sejak di Gedung Merdeka. 

Jalan Braga penuh dengan pejalan kaki yang memenuhi jalur pedestrian. Mobil dan motor berjalan merayap. Resto dan cafe ramai. Toko toko juga dipenuhi pengunjung. Banyak pula yang hanya duduk duduk di kursi pada trotoar. Sebagian saling memotret. Bangunan lama gaya art deco ditambah gemerlap lampu memang cocok dijadikan latar belakang pengambilan gambar. Live music dari dalam bar terdengar sampai ke jalan. Menambah seronok suasana.

Akhirnya kami sampai di simpang Jalan Suniaraja. Kami memasuki sebuah resto dan memesan makanan. Kami memesan mie dan bihun goren. Tidak lupa memesan minuman khas seperti wedang uwuh atau air jahe. Kanaya memesan sosis goreng. Pengunjung menuhi resto malam itu.

Akhirnya kami kembali melewati Jalan Braga menuju Hotel Savoy Homman. Suasana makin meriah saja. 

Sejenak kami duduk duduk di sofa di lobby hotel. Setelah itu kami naik ke lantai dua untuk beristirahat.

Paginya kami bertemu dengan Pak Franc yang datang dari Perancis. Pak Franc juga mengikuti workshop. Kami berbincang sejenak lalu berfoto bersama.

Aku kemudian menemani Kanaya berenang dan bermain di play ground.

Pukul 12.00 kami check out. Tapi sebelum meninggalkan hotel aku naik ke lantai empat dan berkunjung ke president suit yang dulu dipakai Bung Karno untuk menginap saat Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Kami menyempatkan duduk di sofa  dan berdoa. 

Mobil di parkiran sudah kinclong dibersihkan oleh Relawan. Kami memberi tip dan kemudian keluar menuju Jalan Asia Afrika menuju alun alun Bandung, Tegalega dan berhenti di Es Cendol Elizabeth untuk membeli cendol. 

Menjelang waktu ashar kami tiba di rumah.

Selasa, 19 Desember 2023

Survey Politik

Hari Senin, 11 Desember aku diundang menghadiri kegiatan partai di Jakarta. Sekitar pukul 11.00 aku diantar Mas Sidiq ke kantor DPRD Kabupaten Bandung di Soreang. Di sana Kang Luthfi, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bandung sudah menunggu. Setelah bertemu di ruang Fraksi kami pun berangkat bertiga ke Jakarta dengan menggunakan mobil sedan Mercedes Benz warna hitam. Kami bertiga saja, Kang Luthfi (Upi) yang mengemudi, aku dan Kang Fabio.

Sekitar pukul 15.00 kami tiba di Hotel Bidakara yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan. Saat kami naik ruangan di lantai tiga baru beberapa Ketua DPC PDI Perjuangan yang datang. Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat sudah ada beberapa seperti Kang Mochtar, Kang Bedi, Kang Yunandar, Kang Apri, Teh Ineu dan Bu Bertha.

Sambil menunggu peserta yang hadir, aku dan  Kang Upi mengisi waktu  dengan coffee break dan menikmati kudapan. 

Sekitar pukul 17.00 kawan kawan Ketua DPC PDI Perjuangan dari berbagai kota sudah mulai memenuhi ruangan. Acara pun dimulai. Kang Ono selalu Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat memberi pengantar. Kang Abbas Sirojuddin memaparkan hasil survey oleh SMRC (Saiful Muzani Research Consultant). 

Hasil survey SMRC tidak jauh dari hasil survey Kompas sebelumnya yang cukup menghebohkan publik. Hasil survey SMRC menunjukkan bahwa suara PDI Perjuangan di Jawa Barat dibawah Partai Gerindra dan di atas Partai Golkar. Adapun elektabilitas Prabowo Gibran masih di atas elektabilitas Ganjar Mahfud dan Anis Muhaimin. 

Khusus untuk Kabupaten Bandung, elektabilitas PDI Perjuangan berada di bawah Gerindra dan PKB namun masih di atas Golkar dan PKS. Sedangkan elektabilitas Ganjar Mahfud masih di bawah Prabowo Gibran dan Anis Muhaimin.

Usai isoma kami kembali berkumpul di ruangan. Kali ini  Mas Pramono Anung memberi motivasi dan meminta kami berhenti "attacking" (menyerang) Jokowi. 

Sekitar pukul 21.00 kami meninggalkan Hotel Bidakara.

Senin, 18 Desember 2023

Menghadiri Reses Kang Upi di Cicalengka

Usai mengantar Dik Yani ke Stasiun Tegalluar aku dan kesayangan langsung menuju Cicalengka untuk menghadiri Reses Kang Luthfi di Pasar Si Upi. Jalan Nasional dari Rancaekek ke Cicalengka sedang mengalami perbaikan di beberapa bagian. Jalan yang terbuat dari cor beton dibongkar dengan alat-alat berat, dikeraskan fondasinya lalu dicor ulang. Tidak pelak lagi terjadi kepadatan lalu lintas kendaraan sepanjang sepuluh kilo meter. 

Setelah kami tiba, acara dimulai. Kami berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. MC memberi kesempatan kepadaku memberi sambutan. Setelah itu Kang Upi memberikan paparan mengenai apa yang sudah dilakukan selama masa sidang. Setelah itu hadirin yang terdiri dari pengurus ormas dan wartawan menyampaikan aspirasi mereka. Kebanyakan berkisar pada masalah pelayanan kesehatan yang dirasa masih belum memuaskan.

Sekitar pukul 12.00 acara usai. Aku meninggalkan tempat kegiatan. Seorang wartawan mewawancaraiku seputar persiapan menghadapi Pemilu.

Jumat, 08 Desember 2023

Singgah di Kamojang

Setelah makan siang dan berfoto foto kami meninggalkan Kampung Sampireun. Keluar dari jalan berbatu kami berbelok ke kiri melewati hutan dan kebun sayur, pusat konservasi elang Jawa, dan pusat penelitian sungai Cimanuk. Jalannya menanjak dan berliku liku menyuguhkan pemandangan alam yang indah. 

Setelah berkendara sekitar setengah jam, kami tiba diperbatasan Garut-Bandung. Kamojang nama tempatnya. Ini seperti kota kecil di pegunungan. Kota yang tercipta karena adanya potensi panas bumi (geothermal) yang melimpah. Potensi panas bumi ini diubah menjadi energi listrik yang terkoneksi pada Jawa Bali connection. Karena itu ada Pertamina, ada Indo Power dan ada PLN di Kamojang. Uap dari panas bumi dari beberapa sumur dikumpulkan ke instalasi melalui pipa pipa besar dan kemudian menggerakkan turbin.

Tentu saja kami menyempatkan berwisata di hutan Kamojang yang dikelola BKSDA. Kami berjalan jalan di hutan dan melihat beberapa kawah yang mendidih dan mengepulkan asap serta menghasilkan air panas.

Setelah puas berjalan jalan di hutan kami meninggalkan Kamojang. Kami berhenti sebentar di Jembatan Kuning yang menghubungkan Kamojang dengan kota Ibun. Jalan menuju Ibun menurun secara ekstrim dan berliku liku. 

Dari Ibun kami menuju Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek dan saat malam tiba kami sudah sampai di Cileunyi.

Dik Yani , Dik Yus dan Dik Titik menginap di rumahku. Keesokan harinya Dik Yus dan Dik Titik pulang ke Bandung menggunakan taxi online. 

Beberapa kemudian Dik Yani pulang ke Bogor menggunakan Whoosh dari Stasiun Tegalluar menuju Stasiun Halim lalu berganti kendaraan menuju Cibinong.