Rabu, 17 Mei 2023

Kursus Kader Pratama

 

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan Pendidikan Kader Pratama, Pelatihan Penggalangan dan Penguasaan Teritorial, angkatan ke 1, yang di gelar di Manggahang, Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Jumat sampai Minggu 10 - 12 Desember 2021.

Saya hadir dan membuka kegiatan yang dipandu Badiklatcab tersebut. Hadir juga Sekertaris DPC Kang Hen Hen Asep Suhendar, Bendahara DPC Kang Dentarsa Denni, Wakabid Hukum dan HAM Kang Nanang Parhan, Wakabidag Kang Andri, dan Wakabid BTN Kang Agung, Wakabid Ekonomi Ceu Juwita, Wakabid PB Kang Asep Muhammad serta Wakil Bendahara Kang Luthfi Hafiyyan. Dari Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung ada Kang Yayat Sumirat dan Kang Dadan Konjala. Hadir pula Kang Yadi Srimulyadi dari DPR RI dan Ceu Nia Purnakania dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Ketua PAC juga ada yang hadir seperti Kang Alo dari Bojongsoang, Kang Erwin dari Katapang dan Kang Usep dari Majalaya. Dari Badiklatda ada Kang Heri.

 

 

PKP diikuti oleh 106 orang peserta dari tujuh dapil se-Kabupaten Bandung. Peserta PKP harus melewati serangkaian seleksi administrasi, mengikuti prokes Covid-19 danswab antigen. Satu orang terpaksa dipulangkan.

Kegiatan pendidikan kader pratama ini adalah kegiatan PKP yang kedua pada periode kami dan merupakan jenjang paling awal untuk kaderisasi di PDI Perjuangan. Pendidikan tersebut ada tiga tahapan yakni tahapan pratama, madia dan utama.

Pendidikan Kader ini diberlakukan untuk para Pengurus Anak Cabang dan Pengurus Ranting. Tujuannya untuk membentuk kader yang mantap dalam berideologi Pancasila, mantap berorganisasi, memahami sejarah perjuangan partai, tahu program partai kedepannya, dan memahami Trisakti di tengah-tengah masyarakat yang memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Kegiatan ini juga merupakan persiapan menghadapi Pileg, Pilpres, Pilgub, serta Pilkada tahun 2024 mendatang.

 

Selasa, 16 Mei 2023

Gebyar Goes Banteng Milenial



Tanggal 28 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Bermula ketika dalam kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda berikrar mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu Bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia dipilih dari bahasa Melayu yang ketika itu menjadi lingua franca. Nah tahun ini kami pun ingin memperingatinya. Maka Kang Erwin selalu Wakbid Pemuda dan Olah Raga  DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung diminta menyiapkan acara. Dipilihlah kegiatan bersepeda yang cukup popular di Kabupaten Bandung. Namun mengingat waktu yang pendek tidak bisa dilaksanakan tepat pada tanggal 28 Oktober 2021. Acara baru terselenggara bahkan setelah hari Pahlawan. Tepatnya hari minggu tanggal 14 November 2021.

Pada Hari-H, jalan di depan Sekretariat DPC penuh pengunjung pasar kaget. Para pedagang memenuhi trotoar sampai depan Kantor pengadilan negri. Keramaian masih ditambah para penyedia sewaan kuda. Hiruk pikuk. Saat tiba di halaman Sekretariat para peserta lomba sepeda santai sudah memenuhi tempat parkir, khususnya komunitas pesepeda nya Kang Yayat Daging. Ibu Ibu peserta senam massal pun telah berkumpul lengkap dengan menggunakan seragam. Kang Tuko dari Ciamis bahkan datang sebagai peninjau sejak ba'da subuh.

Kang Dwi meminta saya memberi sambutan. Kang Erwin mengibarkan bendera start. Para peserta lomba sepeda santai pun satu persatu meninggalkan halaman. Pendaftaran peserta ditutup pada angka 500. Jumlah yang hadir berkisar di atas 300 orang. Mereka berkeliling kota Baleendah hingga Pameungpeuk dan kembali ke titik finish di Sekretariat sejauh kurang lebih 17 km.

Nah sambil menunggu rombongan pesepeda, di Sekretariat diadakan lomba senam Zumba yang diikuti para Ibu

Baik lomba sepeda santai maupun senam massal kami ramaikan dengan pembagian "door prize". Ada sepeda, kulkas, alat dapur, dan lain lain.

Setelah mengikuti senam saya meninggalkan Sekretariat. Kang Henhen, Kang Asep serta Kang Dadan melanjutkan dengan pembagian hadiah

Terima kasih kepada panitia, sponsor, peserta, kepolisian, wartawan, dan masyarakat Kabupaten Bandung.

"Gebyar Goes Banteng Milineal PDI Perjuangan Bandung Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa" begitu judul berita pada media online.

 

Ceramah Tentang Stunting dari Kepala BKKBN Hasto Wardoyo


 

Top of Form

Bottom of Form


 

Hari ini Selasa, 26 Oktober 2021, saya menghadiri undangan DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat di Hotel Preanger, Jl. Asia Afrika, Bandung. Acara bertajuk Sosialisasi program BKBBN tapi yang bisa saya sampaikan adalah terkait stunting. Acara dihadiri struktur DPD PDI Perjuangan dan Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat; para Kepala Daerah; pimpinan DPRD dan para Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat. Pembicaranya DR (Hc) Dr. Hasto Wardoyo, ex Bupati Kulonprogo, DIY, yang kini menjadi Kepala BKKBN. Pembahas, Kang Ono Surono (Anggota DPR RI) dan dimoderatori Kang Ketut Sustiawan (ex DPR RI).

Tingkat stunting (kurangnya tinggi tubuh anak) di Indonesia terbilang masih tinggi demikian juga tingkat kematian Ibu dan bayi, tidak terkecuali di Jawa Barat. Di Kabupaten Bandung angkanya bervariasi tergantung sumber datanya. Data yang paling moderat adalah 15%.

Dr Hasto menyampaikan hal hal spesifik dan teknis dengan cara yang mudah dimengerti. Saya ingin menyampaikan ringkasannya.

Ada dua kondisi yang terkait dengan stunting, yaitu kondisi pra kelahiran (pra konsepsi) dan setelah kelahiran. Kondisi pra kelahiran menyangkut kesehatan ayah dan ibu. Kondisi setelah kelahiran menyangkut ayah Ibu dan anak (bayi).

A. Pra Kelahiran :

1. Kondisi Ayah :

a. Kualitas bibit harus baik.

b. Untuk bibit yang baik, ayah harus sehat. Jangan merokok, setidaknya selama 75 hari sebelum membuahi (Bibit yang dikeluarkan hari ini dibentuk 75 hari sebelumnya).

2. Kondisi Ibu:

a. Harus sehat sebelum dan selama masa kehamilan.

b. Perlu asupan makanan bergizi dan asam folat.

(Dr Hasto membandingkan kegiatan pre wedding yang mengeluarkan banyak biaya sementara pra konsepsi tidak disiapkan dengan baik).

B. Sesudah kelahiran :

1. 1000 hari pertama kehidupan seorang anak sangat menentukan masa depannya.

2. Jika terjadi stunting, anak tidak bisa hidup secara berkualitas, pada usia di atas 45 tahun akan banyak mengalami gangguan kesehatan.

3. Koreksi tidak bisa dilakukan setelah usia 1000 hari.

Asupan makanan baik buat Ibu dan anak di masa 1000 hari sebaiknya makanan lokal saja yang memiliki kandungan gizi seimbang , hindari makanan instant atau junk food. Ikan sangat dianjurkan. Ikan lele sangat bagus jika tidak ada ikan laut.

Begitu intisari yang saya bisa tangkap dari uraian Ka BKKBN hari ini.

Oh ya pada kesempatan  itu saya mendapat cindera mata berupa mini projector dari Pak Hasto Wardoyo.

Vaksinasi COVID-19


Sejak bulan Maret 2020  upaya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Kabupaten Bandung untuk menanggulangi pandemi terus dilakukan dimulai dari membentuk Satgas; sosialisasi prokes; berbagi masker, hand sanitizer, sabun, vitamin dan jamu ; berbagi makanan dan bahan pangan, membangun posko induk dan di setiap Dapil ; menyediakan ambulans dan jasa antar jemput pasien hingga pelayanan vaksinasi bagi rakyat. Sumber pembiayaan sepenuhnya atas kemampuan sendiri yakni dari Fraksi dan serta kas partai baik dari DPD maupun DPC.

Pelayanan vaksinasi COVID-19 dimulai pada hari Sabtu tanggal 18 September 2021 di bertempat di Posko Dapil 1 Ciwidey , pelaksana Kang Henhen Asep Suhendar, Sekretaris DPC sekaligus Waka III DPRD Kabupaten Bandung beserta PAC setempat bekerjasam dengan Dinkes dan beberapa Puskesmas di Pasirjambu Ciwidey dan Rancabali. Pendaftar 853 dan divaksinasi Sinovac pertama sebanyak 850 orang. Peliputan terhadap kegiatan ini sangat masif baik dari media online, cetak maupun elektronik. Sekitar 15 pemberitaan. Saya pun turut diwawancarai.

Pada hari yang sama juga diselenggarakan vaksinasi oleh PAC PDI Perjuangan Solokan Jeruk bekerjasama dengan Puskesmas Solokan Jeruk, pelaksana Kang Deden Aji, Ketua PAC. Peserta 100 orang.

Pelayanan vaksinasi ketiga dan keempat dilaksanakan di Dapil 6, dilaksanakan di Desa Manggungharja dan Desa Sarimahi dua minggu berturut turut masing masing 500 orang. Pelaksana Kang Yayat Sumirat dari Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung sekaligus Ketua PAC Kecamatan Ciparay. Pelaksanaan bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Bandung dan Puskesmas Ciparay dibantu Polri dan PAC setempat. Peliputan juga cukup masif.

Pelayanan vaksinasi kelima pada tanggal 5 Oktober 2021 di Dapil 7 bertempat di Pameungpeuk difasilitasi oleh Kang Erwin Gunawan, Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung. Jumlah peserta 500 orang.

Pelayanan vaksinasi keenam dilaksanakan di Paseh oleh PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paseh yang dipimpin H. Sanip didukung oleh Kang Yadi Sri Mulyadi, anggota DPR RI dan Teh Nia Purnakania anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Peserta 500 orang.

Pelayanan vaksinasi ketujuh pada hari Sabtu tanggal 9 Oktober 2021 dilakukan di kota Cicalengka, bertempat di Pasar Siupi. Pelaksana Kang M. Luthfi Hafiyyan, Wakil Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung merangkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung dibantu oleh komunitas medsos lokal. Peserta 600 orang diutamakan penduduk Desa Tenjolaya yang akan mengikuti Pilkades serentak pada tanggal 20 Oktober mendatang.

Pelayanan vaksinasi kedelapan kembali dilaksanakan di Solokan Jeruk pada hari Minggu, tanggal 10 Oktober 2021 oleh PAC PDI Perjuangan Kecamatan Solokan Jeruk dengan dukungan Kang Yadi Sri Mulyadi dan Teh Nia Purnakania. Kali ini dengan jumlah peserta yang lebih masif yakni mencapai 1000 orang.

Vaksinasi COVID-19 juga dilakukan di Dapil 4, tepatnya Balai Desa Ciporeat oleh Teh Juwita, Bendahara Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung. Selain itu Vaksinasi COVID-19 juga dilakukan di Dapil 2 oleh Kang Dadan Konjala, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan bertempat di Kecamatan Katapang. Sementara Vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh Kang Dadang Hermawan, Bendahara Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ibun.

 


Alhamdulillah grafik penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bandung sudah mulai menurun. Kini tinggal sekitar 20 desa yang masih masuk zona kuning. Pasien yang dirujuk ke RS makin berkurang Dan yang dikarantina mandiri di rumah sekitar 20 orang lagi. Laporan atau permohonan bantuan ke posko-posko yang kami dirikan sudah nol. Meski begitu kami masih ingin mengadakan vaksinasi kembali di tempat lain apabila fasilitas tempat dan pembiayaan memungkinkan. Adalah tanggung jawab kami membantu pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Bandung untuk menanggulangi pandemi ini agar Kabupaten Bandung bisa mencapai level terendah dalam penyebaran COVID-19.

https://bandungraya.net/.../pdip-dukung-pemkab-bandung...

https://www.idisionline.com/pac-pdip-ciparay-gelar.../

https://pdiperjuangan-jabar.com/.../gebyar-vaksin-pdi.../

 

 

Program Pendidikan Politik dari Kesbangpol

Suatu hari Pak Mori dari Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) menelpon, menawarkan program dikpol (pendidikan politik) untuk parpol (partai politik). Tentu saja saya menyambut baik dan antusias. Kami segera berkordinasi dan menyiapkan segala sesuatunya. Saya pun menyiapkan materi presentasi.

Pada hari



Kamis, 26 Agustus 2021 kami menuju Hotel Sultan di Soreang. Saat tiba sebagian kawan kawan dari berbagai kota (31 Kecamatan) sudah hadir. Menurut info Kang Dentarsa, peserta mencapai 102 orang. Terdiri dari pengurus 19 orang DPC, Ketua Sekretaris Bendahara PAC, Ketua Sekretaris Bendahara Badan-badan (BP Pemilu, BSPN, Badiklat, BPHAR, Baguna) dan Sayap (TMP, Repdem, Bamusi) PDI Perjuangan Kabupaten Bandung.

Mengingat wilayah Kabupaten Bandung masih menerapkan PPKM Darurat level 3, maka acara dikpol dirancang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan ketentuan lainnya. Peserta bermasker, menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak. Dalam satu meja berukuran dua meter hanya ada dua peserta. Jumlah seluruh peserta hanya 20% dari kapasitas ruangan. Ballroom hotel Sultan dapat membuat 500 orang dan hanya diisi 100 orang. Semua peserta berseragam baju merah nampak indah dan rapi jika dilihat dari balkon.

Sekitar pukul 09.00 acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Saya mendampingi Pak Imam Riyanto, Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung yang memberikan penjelasan mengenai tujuan dikpol. Setelah itu penyampaian materi pertama dari Pak Isfahan yang khusus datang dari Jakarta mewakili Kemendagri (Kementrian Dalam Negri) yang menyampaikan materi peran dan fungsi pemerintah dalam politik. Materi kedua mengenai Bela Negara oleh pemaeri dari Lanud Sulaeman.

Ketika Pak Dadang Supriatna, Bupati Bandung, hadir, saya menyampaikan sambutan dan Pak Bupati menyampaikan pengarahan. Saat itu hadir pula Pimpinan DPRD, Pak Henhen Asep Suhendar, dan Anggota DPRD, Ibu Juwita. Pak Bupati meninggalkan tempat setelah berfoto bersama. Saya dan kang Henhen menemani Pak Asiten Daerah, Kepala Kesbangpol dan Kepala Satpol PP, Pak Kawaludin menuju restoran untuk makan siang.


 

Saat kami kembali ke ballroom, Pak Kahfiana dari Bawaslu menyampaikan materi. Kemudian acara dilanjutkan dengan konsolidasi internal senyampang berkumpul yang dipandu Kang Henhen, Kang Ahmad Mulyana dan Kang Rudita.

Saya diantar Kang Dwi dan Kang Sam menuju ke lapang parkir, untuk kemudian meninggakan lokasi menuju Banjaran untuk turba dan membawa paket bahan pangan.

Pendidikan Politik Itu Penting, Ini Kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung - https://portalbandungtimur.pikiran-rakyat.com/.../pendidi...

 

HUT ke-76 Republik Indonesia


 

Tidak terasa sudah dua tahun saya menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung. Tahun ini, untuk kali ketiga saya dan kawan kawan menyelenggarakan upacara memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di Sekretariat DPC di Jl. Jaksa Naranata No. 10 Baleendah. Kali ini adah HUT yang ke-76 Republik Indonesia.

Sebelum tanggal 17 Agustus , pagar tembok dicat ulang dengan warna putih berbingkai merah. Selokan dibersihkan dari sampah dan rerumputan. Beberapa bendera merah putih dipasang sejak tanggal satu. Sebelah kami ada Kantor Kejaksaan Negri yang selalu rapi dan untuk tujuhbelasan juga bersolek dengan hiasan kain merah putih pada pagarnya.

Saat saya tiba di halaman Sekretariat pada tanggal 17 Agustus 2021 pagi, beberapa kawan sudah menunggu. Mereka melakukan gladi resik upacara. Ada Kang Erwin, Kang Nanang, Kang Dwi, Kang Rudi dan beberapa orang lainnya. Di ruang tunggu ada Ceu Wewen, Ceu Ema dan Ibu Fatimah. Saya beranjak ke ruang kerja menunggu upacara dimulai.

Sejam kemudian kang Sam mengatakan bahwa upacara akan dimulai. Saya memasang peci di kepala, mengenakan jaket partai dan bergerak menuruni tangga. Saat tiba di halaman, barisan peserta upacara sudah teratur rapi. Kang Tito memandu acara. Setelah penghormatan pada komadan upacara, saya begerak menuju podium. Saya membalas penghormatan dari peserta upacara. Bendera merah putih perlahan dinaikkan. Lagu Indonesia Raya berkumandang. Saya memimpin hening cipta untuk para pahlawan Nasional khususnya Bung Karno dan Bung Hatta. Perasaan haru menyelimuti hati. Air matapun berlinang.

Teks Proklamasi dibacakan, demikian juga teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Setelah itu saya menyampaikan amanat.

Jika pada dua upacara terdahulu saya menyampaikan kisah historical sekitar Proklamasi, maka pada upacara yang ketiga ini saya bicara mengenai konsep negara Republik. Kata Republik berasal dari bahasa Romawi, res publica. Saya berkata bahwa dalam negara Republik, negara didirikan untuk kepentingan dan kesejahteraan semua orang bukan orang perorang, kelompok maupun golongan. Negara Republik Indonesia bisa dikatakan masih muda, belum setua AS atau Perancis. PDI Perjuangan sebagai bagian dari Republik harus berjuang untuk turut mencapai masyarakat adil dan makmur. Di masa pandemi ini PDI Perjuangan ikut membantu pemerintah menanggulangi pandemi.

Setelah doa dibacakan, upacara selesai. Pasukan kembali ke tempat. Kami bergerak ke balairung, selamatan agustusan dengan memotong tiga tumpeng yang disiapkan oleh kawan kawan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung. Ada pula kawan kawan yang membawa kudapan dari rumah.

Ada banyak kawan yang hadir di balairung. Ada pengurus DPC, Badan Badan, sayap, Satgas Cakrabuana, calon pengampu, beberapa pengurus PAC dan staf Sekretariat. Hadir pula Haji Eman dengan seragam baju merah dan celana putih. Haji Eman adalah sesepuh bagi kawan kawan di Sekretariat. Kami pun berfoto bersama untuk kenang kenangan.

Usai shalat zuhur, saya dan beberapa kawan lain meninggalkan DPC menuju Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat di Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 1 untuk kegiatan partai lainnya. Selepas ashar, kami meninggalkan Sekretariat DPD

Dirgahayu Republik Indonesia. Terima kasih Bung Karno, Bung Hatta dan bapak ibu bangsa semua. Alhamdulillah.