Jumat, 01 Agustus 2014

Manado : Bulevar, Bubur dan Bibir


Bunaken, tempat menyelam yang terkenal di dunia

JAWA Barat dan Sulawesi Utara memiliki tiga kesamaan : pertama, sama-sama berada di perbatasan Republik Indonesia. Jika Sulawesi Utara berbatasan dengan Filipina, Jawa Barat berbatasan dengan Australia. Kedua, sama-sama dibatasi oleh laut. Ketiga, kedua provinsi ini sama-sama berada di wilayah paling ujung, Sulawesi Utara di ujung utara dan Jawa Barat di ujung selatan. Karena itu di pertengahan tahun 2005 kamipun memutuskan bertolak ke Menado, bertemu dengan pemerintahan daerah provinsi Sulawesi Utara mendiskusikan masalah-masalah lingkungan hidup. Inilah catatanku.
Tiba di bandar udara  Sam Ratulangi, aku terpesona dengan kerimbunan pepohonan di sekitarnya. Pohon nyiur melambai-lambai di kiri kanan runway, menjadi pemandangan elok saat pesawat mendarat. Ya, Sulawesi Utara memang terkenal sebagai penghasil kopra, selain cengkih. Saat memasuki anjungan kedatangan, matahari telah tergelincir ke barat. Ke luar terminal kami singgah di sebuah rumah makan tidak  jauh dari bandara. Menunya khas Manado, masakan dari ikan laut dengan rempah-rempah berwarna kuning kemerahan yang pedas dan membangkitkan selera.
Memasuki kota kami disambut patung Yesus di bukit berukuran raksasa, mungkin patung Yesus terbesar di tanah air setelah Timor Timur melepaskan diri dari Indonesia. tidak mengherankan karena penduduk Sulawesi Utara mayoritas beragama Kristen.  Meskipun demikian, tidak jauh dari sana kami menemukan masjid besar di mana kami melaksanakan shalat Zuhur dan Ashar masing-masing dua rakaat.
Kegiatan kami di Manado adalah bertukar pikiran dan pengalaman mengenai lingkungan hidup. Peraturan daerah Sulawesi Utara mengatur keterlibatan masyarakat desa dalam menjaga kelestarian alam khususnya di kawasan Bunaken yang merupakan kawasan konservasi. Sebagaimana diketahui bersama, Bunaken adalah pulau dan kawasan laut yang terletak di teluk Manado antara kota Manado  dan pulau Menado Tua yang kaya dengan terumbu karang yang indah sehingga menjadi tujuan para penyelam dari seluruh penjuru dunia. Sehingga tidaklah heran saat tiba di hotel tempatku menginap aku melihat beberapa selebaran dan poster dari LSM luar negri yang melakukan kampanye penyelamatan terumbu karang di Bunaken.
Keesokan harinya kami berlayar ke Bunaken.  Karena waktu yang terbatas kami tidak menyelam, cukup melihat terumbu karang dari perahu yang dilubangi dan ditutup kaca bening. Memang indah. Sayangnya banyak terumbu karang yang telah rusak oleh kegiatan para pencari nafkah. Terumbu karang mati oleh senyawa kimia yang dibuang ke laut. Kini upaya penyelamatan sedang diupayakan. Aku melihat para penjaga lingkungan yang terdiri  masyarakat setempat berkeliling mengawasi kawasan pantai dengan menggunakan boat.
Temanku Syaiful Bachri Day mengajakku jalan-jalan keliling di sekitar hotel dan singgah di sebuah kedai yang ramai yang menjajakan penganan. Rupanya mereka menjual pisang goreng. Uniknya pisang goreng disajikan dalam beberapa irisan tipis disatukan dalam balutan tepung dan membentuk kipas. Lebih unik lagi pisang goreng tersebut diolesi sambal sebelum dimakan. Jadilah perpaduan antara pisang goreng yang manis dengan sambal yang pedas. Oh mama sayange.....
Tempat yang tidak lupa kukunjungi adalah kawasan water front yang dinamakan Boulevard. Kawasan pantai hasil reklamasi ini dijadikan deretan pertokoan dan nampaknya menjadi landmark kota Manado. Di sinilah penduduk kota berkumpul untuk bertemu dan bersantai. Gadis-gadis pun banyak dijumpai di sana. Karena itu  Menado terkenal dengan tiga B : boulevard, bubur (makanan khas Manado) dan bibir (gadis-gadis).





1 komentar:

  1. jika anda ingin merasakan kemenangan di dalam
    bermain togel hbg mbah WOWO di nmr
    (_0853_2888_0180_) jika ingin mengubah nasib
    seperti kami sudah 3 x terbukti trim’s roo,mx
    sobat










    jika anda ingin merasakan kemenangan di dalam
    bermain togel hbg mbah WOWO di nmr
    (_0853_2888_0180_) jika ingin mengubah nasib
    seperti kami sudah 3 x terbukti trim’s roo,mx
    sobat

    BalasHapus