Senin, 25 Desember 2023

Tempat Menginap Bung Karno di Hotel Savoy Homman Bandung

Mas Sandy dan Kanaya pulang ke Bandung di awal bulan Desember. Mas Sandy dua kali ke Jakarta dengan menggunakan Whoosh, kereta cepat Jakarta Bandung lalu sekali ke Medan dan sekali bergiat di Bandung. 

Saat workshop internasional  soal bencana alam, Mas Sandy menjadi pembicara pertama. Kanaya ikut menginap di Hotel Savoy Homman di Jalan Asia Afrika Bandung. Pada hari kedua aku dan istriku menginap pula di Hotel Savoy Homman. Kebetulan ketika itu bertepatan dengan malam Minggu. Kami berempat keluar dari hotel menuju Jalan Braga. Suasana sungguh ramai sejak di Gedung Merdeka. 

Jalan Braga penuh dengan pejalan kaki yang memenuhi jalur pedestrian. Mobil dan motor berjalan merayap. Resto dan cafe ramai. Toko toko juga dipenuhi pengunjung. Banyak pula yang hanya duduk duduk di kursi pada trotoar. Sebagian saling memotret. Bangunan lama gaya art deco ditambah gemerlap lampu memang cocok dijadikan latar belakang pengambilan gambar. Live music dari dalam bar terdengar sampai ke jalan. Menambah seronok suasana.

Akhirnya kami sampai di simpang Jalan Suniaraja. Kami memasuki sebuah resto dan memesan makanan. Kami memesan mie dan bihun goren. Tidak lupa memesan minuman khas seperti wedang uwuh atau air jahe. Kanaya memesan sosis goreng. Pengunjung menuhi resto malam itu.

Akhirnya kami kembali melewati Jalan Braga menuju Hotel Savoy Homman. Suasana makin meriah saja. 

Sejenak kami duduk duduk di sofa di lobby hotel. Setelah itu kami naik ke lantai dua untuk beristirahat.

Paginya kami bertemu dengan Pak Franc yang datang dari Perancis. Pak Franc juga mengikuti workshop. Kami berbincang sejenak lalu berfoto bersama.

Aku kemudian menemani Kanaya berenang dan bermain di play ground.

Pukul 12.00 kami check out. Tapi sebelum meninggalkan hotel aku naik ke lantai empat dan berkunjung ke president suit yang dulu dipakai Bung Karno untuk menginap saat Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Kami menyempatkan duduk di sofa  dan berdoa. 

Mobil di parkiran sudah kinclong dibersihkan oleh Relawan. Kami memberi tip dan kemudian keluar menuju Jalan Asia Afrika menuju alun alun Bandung, Tegalega dan berhenti di Es Cendol Elizabeth untuk membeli cendol. 

Menjelang waktu ashar kami tiba di rumah.

Selasa, 19 Desember 2023

Survey Politik

Hari Senin, 11 Desember aku diundang menghadiri kegiatan partai di Jakarta. Sekitar pukul 11.00 aku diantar Mas Sidiq ke kantor DPRD Kabupaten Bandung di Soreang. Di sana Kang Luthfi, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bandung sudah menunggu. Setelah bertemu di ruang Fraksi kami pun berangkat bertiga ke Jakarta dengan menggunakan mobil sedan Mercedes Benz warna hitam. Kami bertiga saja, Kang Luthfi (Upi) yang mengemudi, aku dan Kang Fabio.

Sekitar pukul 15.00 kami tiba di Hotel Bidakara yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan. Saat kami naik ruangan di lantai tiga baru beberapa Ketua DPC PDI Perjuangan yang datang. Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat sudah ada beberapa seperti Kang Mochtar, Kang Bedi, Kang Yunandar, Kang Apri, Teh Ineu dan Bu Bertha.

Sambil menunggu peserta yang hadir, aku dan  Kang Upi mengisi waktu  dengan coffee break dan menikmati kudapan. 

Sekitar pukul 17.00 kawan kawan Ketua DPC PDI Perjuangan dari berbagai kota sudah mulai memenuhi ruangan. Acara pun dimulai. Kang Ono selalu Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat memberi pengantar. Kang Abbas Sirojuddin memaparkan hasil survey oleh SMRC (Saiful Muzani Research Consultant). 

Hasil survey SMRC tidak jauh dari hasil survey Kompas sebelumnya yang cukup menghebohkan publik. Hasil survey SMRC menunjukkan bahwa suara PDI Perjuangan di Jawa Barat dibawah Partai Gerindra dan di atas Partai Golkar. Adapun elektabilitas Prabowo Gibran masih di atas elektabilitas Ganjar Mahfud dan Anis Muhaimin. 

Khusus untuk Kabupaten Bandung, elektabilitas PDI Perjuangan berada di bawah Gerindra dan PKB namun masih di atas Golkar dan PKS. Sedangkan elektabilitas Ganjar Mahfud masih di bawah Prabowo Gibran dan Anis Muhaimin.

Usai isoma kami kembali berkumpul di ruangan. Kali ini  Mas Pramono Anung memberi motivasi dan meminta kami berhenti "attacking" (menyerang) Jokowi. 

Sekitar pukul 21.00 kami meninggalkan Hotel Bidakara.

Senin, 18 Desember 2023

Menghadiri Reses Kang Upi di Cicalengka

Usai mengantar Dik Yani ke Stasiun Tegalluar aku dan kesayangan langsung menuju Cicalengka untuk menghadiri Reses Kang Luthfi di Pasar Si Upi. Jalan Nasional dari Rancaekek ke Cicalengka sedang mengalami perbaikan di beberapa bagian. Jalan yang terbuat dari cor beton dibongkar dengan alat-alat berat, dikeraskan fondasinya lalu dicor ulang. Tidak pelak lagi terjadi kepadatan lalu lintas kendaraan sepanjang sepuluh kilo meter. 

Setelah kami tiba, acara dimulai. Kami berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. MC memberi kesempatan kepadaku memberi sambutan. Setelah itu Kang Upi memberikan paparan mengenai apa yang sudah dilakukan selama masa sidang. Setelah itu hadirin yang terdiri dari pengurus ormas dan wartawan menyampaikan aspirasi mereka. Kebanyakan berkisar pada masalah pelayanan kesehatan yang dirasa masih belum memuaskan.

Sekitar pukul 12.00 acara usai. Aku meninggalkan tempat kegiatan. Seorang wartawan mewawancaraiku seputar persiapan menghadapi Pemilu.

Jumat, 08 Desember 2023

Singgah di Kamojang

Setelah makan siang dan berfoto foto kami meninggalkan Kampung Sampireun. Keluar dari jalan berbatu kami berbelok ke kiri melewati hutan dan kebun sayur, pusat konservasi elang Jawa, dan pusat penelitian sungai Cimanuk. Jalannya menanjak dan berliku liku menyuguhkan pemandangan alam yang indah. 

Setelah berkendara sekitar setengah jam, kami tiba diperbatasan Garut-Bandung. Kamojang nama tempatnya. Ini seperti kota kecil di pegunungan. Kota yang tercipta karena adanya potensi panas bumi (geothermal) yang melimpah. Potensi panas bumi ini diubah menjadi energi listrik yang terkoneksi pada Jawa Bali connection. Karena itu ada Pertamina, ada Indo Power dan ada PLN di Kamojang. Uap dari panas bumi dari beberapa sumur dikumpulkan ke instalasi melalui pipa pipa besar dan kemudian menggerakkan turbin.

Tentu saja kami menyempatkan berwisata di hutan Kamojang yang dikelola BKSDA. Kami berjalan jalan di hutan dan melihat beberapa kawah yang mendidih dan mengepulkan asap serta menghasilkan air panas.

Setelah puas berjalan jalan di hutan kami meninggalkan Kamojang. Kami berhenti sebentar di Jembatan Kuning yang menghubungkan Kamojang dengan kota Ibun. Jalan menuju Ibun menurun secara ekstrim dan berliku liku. 

Dari Ibun kami menuju Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek dan saat malam tiba kami sudah sampai di Cileunyi.

Dik Yani , Dik Yus dan Dik Titik menginap di rumahku. Keesokan harinya Dik Yus dan Dik Titik pulang ke Bandung menggunakan taxi online. 

Beberapa kemudian Dik Yani pulang ke Bogor menggunakan Whoosh dari Stasiun Tegalluar menuju Stasiun Halim lalu berganti kendaraan menuju Cibinong.

Rabu, 29 November 2023

Kampung Sampireun

Setelah berperahu  dan berenang di Danau de Reza Resort,  adik adikku memutuskan pulang. Siang itu kami check out dan meninggalkan Cipanas. Aku mengemudi mobil memasuki Jalan By Pass menuju Samarang mengitari Kota Garut. Di Samarang lalin tersendat karena sedang ada pengecoran jalan di sisi kiri. 

Dari Samarang aku berbelok ke kanan. Setelah beberapa kilometer kami memasuki jalan kecil dan tiba di Kampung Sampireun. Kampung Sampireun adalah sebuah resort yang mengelilingi situ atau danau dengan pemandangan alam yang indah dan menawan karena dikelilingi pepohonan hijau. Bangunan bungalaunya berarsitektur Sunda terbuat dari kayu dan bambu dengan atap rumbia. Ibu Megawati Soekarnoputri pernah menginap di sini.  

Kami berjalan jalan keliling danau sambil melihat ikan ikan yang berenang mendekati kami. Ada perahu besar untuk dinner di tengah danau. Ada pula air mancur yang menambah keelokan pemandangan. 

Puas menikmati pemandangan Dik Yus mengajak ke restoran di atas danau yang tersembunyi di balik pepohonan. Kami belima mencari tempat duduk yang nyaman dengan suasana outdoor. Di sebelah kami ada rombongan besar juga sedang makan siang. Di ruangan dalam ada ibu ibu Kades sedang berkaraoke. 

Dik Yus memesan nasi timbel kumplit khas Kampung Sampireun. Dik Titik dan Dik Yani pesan sop iga bakar goreng. Yayang memesan  dan aku memesan bihun goreng.

Setelah menikmati makan siang dan berfoto kami masih menyempatkan berkeliling sekali lagi sebelum akhirnya meninggalkan Kampung Sampireun.

Dari Kampung Sampireun 

Sabtu, 25 November 2023

Suka dan Duka

 Suka dan duka.


Hari Minggu yang lalu saya ke Kabupaten Bandung Barat. Hari ini pun demikian. Bedanya pada hari Minggu yang lalu saya menghadiri undangan resepsi pernikahan, sedangkan hari ini saya berkunjung ke rumah duka seorang sahabat yang meninggal dunia.

Minggu, 22 Oktober 2023. Saya mengajak yayang meninggalkan rumah menuju kota Ujung Berung dan kemudian menelusuri jalan menuju Gunung Manglayang yang berliku liku dan mendaki. Sambil mengemudi saya memperhatikan pemandangan di kiri dan kanan jalan. 

Yang pertama menarik perhatianku adalah mobil mobil tanki air hilir mudik mengisi dan membawa air dari Gunung untuk dijual kepada konsumen yang membutuhkan. Maklum kemarau panjang. Banyak orang kerepotan mendapatkan air apalagi air bersih. 

Yang kedua saya memperhatikan spanduk, baligo dan banner para caleg khususnya yang berasal dari PDI Perjuangan. 

Tentu saja saya juga menikmati pemandangan alam saat melewati pemukiman dan hutan pinus serta tanaman kopi para petani. 

Setelah melewati kota Bandung kami memasuki wilayah Kabupaten Bandung yang berada di Kecamatan Cilengkrang. Kemudian kami tiba di desa terakhir di Kabupaten Bandung dan mulai memasuki kawasan Kabupaten Bandung Barat tepatnya di Kecamatan Lembang. 

Jalan yang dicor beton berakhir. Kini saya melewati jalan aspal yang sudah rusak. Sepanjang beberapa kilometer saya melewati hutan dengan jalan yang benar benar rusak berat. Jalan sempit dan berliku dan penuh tikungan tajam. Saya harus menahan nafas saat melewatinya.

Setelah menyetir mobil menembus hutan beberapa waktu saya tiba di Bukit Unggul. Gunung Manglayang telah terlewati. Bukit Unggul adalah gunung yang terletak antara Gunung Manglayang dan Gunung Tangkuban Perahu. Di Bukit Unggul ada perkebunan kina peninggalan zaman Belanda. Di antara hutan nampak para petani bertanam sayuran.

Akhirnya kami sampai di sebuah pemukiman penduduk. Jalanpun mulai mulus. Deg degan hilang berganti rasa senang melihat pemandangan alam yang indah. Kebun sayur terhampar luas dibatasi pepohonan dari hutan yang lebat. 

Saat kami tiba di tempat resepsi di Cibodas, Kang Deni Cagur sedang dikerubuti emak emak. Kami menyalami mempelai pengantin. Kang Rajo Galang dan nyonya. Kang Rajo ini Ketua Relawan Onsu. Kami berfoto sementara Kang Deni Cagur menyanyi lagu dangdut berjudul Nyai. 

Usai menikmati hidangan pesta saya meluncur menuju Maribaya lalu sejenak mengelilingi kota Lembang yang asri sebelum akhirnya singgah di rumah Pak Toto di Jl. Holtikultura. Istri Pak Toto pensiunan professor peneliti di bidang pertanian, teman kuliah Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami berbincang hingga menjelang magrib.

Saat pulang kami melalui Jalan Setiabudi. Lalin padat merayap sampai di kampus UPI. Setelah itu terasa lancar saat melewati Jalan Cipaganti. Ini Salah satu pemukiman yang terindah di kota Bandung. Tiba di Jalan Pasteur kami berbelok ke kanan menuju tol Padaleunyi. Saat malam kami tiba di rumah.

Hari ini, Senin 30 Oktober 2023

Selepas waktu subuh saya dan anak lelakiku meninggalkan rumah menuju Stasiun KA Kiaracondong. Anakku hendak ke Yogyakarta dengan menumpang KA Lodaya. 

Dari Kiaracondong saya menuju Cimahi melewati Jalan Jakarta, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, Jalan Majapahit lalu melewati fly over Pasupati. Dari belakang kemudi saya menyempatkan diri menengok lembah Cikapundung yang sudah penuh dengan bangunan baik pemukiman maupun bisnis. Di pagi itu lembah Cikapundung nampak sedap di pandang mata. Gunung Tangkuban Perahu di kanan. Menara masjid Agung di alun alun Bandung nampak di sebelah kiri.

Saya memasuki Kota Cimahi dari arah Baros, melewati underpass di depan RS Dustira dan keluar di Jalan Sriwijaya menuju Pasar Antri dan tiba di Jalan Pojok. Saya mengajak Kang Happy ke Parongpong.

 Kami melewati Jalan Gandawijaya menuju alun alun Cimahi lalu berbelok ke kanan melewati Cipageran. Selepas Cipageran kami memasuki Cisarua yang masuk wilayah KBB. 

Dari Cisarua kami menuju Parongpong dan memasuki Jalan Sersan Bajuri. Kami mengunjungi keluarga Kang Agus. Kang Agus meninggal dan meninggalkan seorang istri tiga anak dan enam cucu.

Kang Agus Satriadi ini kawan seperjuangan sejak PDI segi lima. Dia bergabung bersama di PDI pro Mega dan menjadi Wakil Sekretaris DPC PDI pro Mega. Sampai saat ini ia masih bersama kami di PDI Perjuangan dan menjadi fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat. 

Rumah Kang Agus di Parongpong masuk wilayah Kabupaten Bandung Barat yang berbatasan dengan kota Bandung dan Kota Cimahi. Parongpong adalah destinasi wisata. Wisata bunga. Sangat menyenangkan jika berjalan jalan di Jalan Sersan Bajuri yang menghubungkan Parongpong di KBB dan terminal Ledeng di kota Bandung. Sepanjang jalan dihiasi macam macam bunga dan pepohonan.

Setelah menyampaikan doa dan ucapan bela sungkawa kami berpamitan. Kami tidak kembali melewati Cisarua tapi menuju Ledeng dan melewati kampus UPI menuju Jalan Pasteur lalu masuk jalan tol dan keluar di Baros. 

Setelah mengantar Kang Happy ke rumahnya, saya pulang ke rumah melalui jalan tol Padaleunyi.

Berperahu di Cipanas

Saat bangun pagi hari di Danau Dariza Resort Hotel Cipanas saya melihat danau persis di depan kamar tidur kami. Di bawah nampak perahu terikat di dermaga. Saya segera turun dan menaiki perahu lalu melepas tambang. Pelan pelan saya mendayung dan perahu bergerak meninggalkan dermaga. 

Udara pagi di Cipanas terasa sejuk. Matahari mulai muncul dari balik pepohonan. Burung burung mulai berkicau. Ikan ikan di danau berenang renang. 

Saya mendayung perlahan lahan mengelilingi danau. Bangunan bungalau  yang mengelilingi danau nampak sangat indah dan megah. Ada bangunan Sunda, Bali, Batak, Minangkabau dan Toraja. Mengingatkan saya  akan Venesia. 

Setelah berkeliling danau melewati bungalau, kolam renang, dan lobby hotel, saya kembali menuju dermaga. Dari balik bungalau Gunung Guntur membayang. Puncaknya berkilau oleh cahaya matahari. 

Saya naik ke beranda di lantai dua dan menikmati sarapan pagi bersama kesayangan dan Dik Yani. Dik Yus dan Dik Titik yang memberikan sarapan dari pedagang setempat. Ada nasi rames, ada bubur ayam.  Tidak lupa ngopi tentunya.

Usai sarapan saya mengajak  kesayangan dan Dik Yani berperahu. "Canoeing". Di Yani di depan. Saya di belakang. Kesayangan duduk di tengah. Saya dan Dik Yani yang mendayung. 

Sekali lagi saya berperahu berkeliling danau. Bertiga dalam satu perahu. Kali ini lebih jauh. Kami berperahu sampai di sisi kafe dan taman bermain. Pemandangannya bagus. Apalagi matahari mulai bergerak naik. 

Pohon pohon dan taman bunga di kiri kanan menambah elok pemandangan. Ada bunga anggrek yang bermekaran serta teratai di danau. Angsa putih dan burung burung menyambut kedatangan kami.

Sepanjang pelayaran kami tidak lupa mengabadikan pemandangan yang ada. Sementara aktivitas hotel mulai tampak. Para tamu mulai muncul di beranda. Petugas hotel mulai hilir mudik di jembatan di atas kami.

Setelah puas mendayung dan menikmati pemandangan kami berputar kembali ke dermaga dengan perasaan bahagia. 

Kesayangan dan Dik Yani kemudian pergi ke kolam untuk berenang di air hangat bersama Dik Titik. Saya tinggal di kamar melihat berita di televisi.

Sekitar pukul 12.00 kami check out dan meninggalkan hotel. Kami hendak kembali ke Bandung melewati Kamojang .

Candi Cangkuang


Bandung Garut Bandung

Turba ke Dapil 4 (Rancaekek, Cicalengka, Nagreg, Cikancung) dan bablas sampai Garut. Singgah ke Situ Cangkuang. Lihatlah betapa elok pemandangan di Situ Cangkuang dengan latar belakang Gunung Haruman.

---

Rabu, 8 November 2024, saya meninggalkan rumah bersama istri dan tiga adikku, Jeng Yani, Jeng Titik dan Dik Yus.

Tujuan pertama kami adalah ke Cicalengka, menjenguk adik sepupu (Dik Cece)  yang baru pemulihan dari sakitnya. Jalan Nasional ternyata sedang diperbaiki, di beberapa titik antara Rancaekek dan Cicalengka. Coran beton setebal kurang lebih 30 cm dibongkar dengan menggunakan alat berat. Setelah dibongkar kemudian diisi lagi dengan coran beton yang baru. Tidak pelak lagi terjadi antrian mobil dan akhirnya menimbulkan kemacetan.

Setelah bersilaturahmi dengan Dik Cece saya  melanjutkan perjalanan ke Nagreg sambil memantau sosialisasi kawan kawan caleg PDI Perjuangan baik itu dari DPRD Kabupaten Bandung, DPRD Provinsi Jawa Barat maupun DPR RI.

Setelah menuruni Nagreg kami mengambil jalur kanan ke arah Garut. Saya dulu terpesona dengan bunga bunga bungur sepanjang perjalanan ke kota Garut. Bunga bunga itu masih ada dan merekah meski tidak sebanyak dulu.

Situ Cangkuang

Saya mengajak adik adikku ke Situ Cangkuang. Setelah mereka oke saya membelokkan kemudi ke kiri menuju situ Cangkuang dan tiba pada saat memasuki waktu zuhur. 

Setelah salat zuhur kami menyeberang ke Kampung Pulo dengan menggunakan rakit. Menyeberang dengan rakit di atas Situ Cangkuang meski dalam jarak yang pendek  sungguh sangat berkesan. Ketika tiba di seberang aku mengambil beberapa foto. 

Bagiku ini untuk kedua kali aku bertamasya di Situ Cangkuang. Dulu sekitar tahun 2003 aku pernah ke sini bersama istri dan anak anakku.

Kampung Pulo 

Di Kampung Pulo kami mengagumi peninggalan Embah Dalem Arif Muhammad berupa enam rumah panggung dan sebuah mushola yang masih terawat sampai saat ini. 

Setelah mencuci tangan dengan air dari tujuh sumur kami berjalan jalan di pelataran Kampung Pulo sambil dan bertegur sapa dengan beberapa keturunan Embah Dalem Arif Muhammad generasi yang kedelapan.

Arif Muhammad 

Embah Dalem Arif Muhammad adalah salah seorang senapati Kerajaan Mataram yang menetap di Kampung Pulo Garut karena gagal dalam penyerbuan ke Batavia pada masa Sultan Agung. Di Kampung Pulo Embah Dalem Arif Muhammad menyebarkan agama Islam kepada warga setempat yang masih bersama Hindu. Ia juga menulis sendiri Al Quran di atas daluang dengan tangannya sendiri.

Embah Dalem Arif Muhammad memiliki enam anak perempuan dan satu anak laki laki. Untuk anak anaknya itu ia membuat enam rumah dan satu mushola. Bangunan rumah dan mushola berbentuk rumah panggung terbuat dari kayu dan bambu dengan atap ijuk.

Sampai kini komposisi enam rumah dan satu mushola di Kampung Pulo tetap dipertahankan.

Makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad terletak berdampingan dengan Candi Cangkuang.

Candi Cangkuang 

Candi Cangkuang ditemukan sejarawan Indonesia Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita berdasarkan tulisan peneliti Belanda. Peneliti Belanda tersebut menulis bahwa di Kampung Pulo ada makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad dan sebuah patung Siwa Nandi. Setelah dilakukan penelitian ternyata ada fondasi candi yang diperkirakan dari abad ke-8 (era Kerajaan Galuh).

Pada tahun 60-an dilakukan penelitian yang seksama dan pada medio  tahun 1970 an candi direkonstruksi oleh pemerintah dan jadilah candi seperti terlihat saat ini dan dinamakan Candi Cangkuang. Bentuknya seperti candi candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Adapun makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad masih tetap dipertahankan di samping kanan candi. Sampai saat ini banyak peziarah datang dari berbagai kota ke makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad tersebut. Saya juga berziarah ke makam tersebut dan menyampaikan doa. 

Di sekitar candi ada pohon cangkuang. Pohon cangkuang seperti pohon pandan dan bentuk buahnya seperti cempedak.

Kota Garut di Waktu Malam

 Dari Situ Cangkuang kami menuju Garut. Sekitar pukul 15.00 kami sampai di Tarogong dan langsung memasuki kota. Setelah melewati alun alun Garut kami menuju kawasan perdagangan produk kulit Sukaregang. Di Sukaregang Leather Center, istri dan adik adikku berbelanja macam macam produk kerajinan dari kulit seperti tas dompet ikat pinggang dan sepatu.

Sekitar pukul 17.00 kami meninggalkan Sukaregang menuju Cipanas dan setelah berkeliling Dik Yus memilih untuk menginap di Dano Reza Resort. Meski begitu kami tidak langsung check ini tapi turun ke kota mencari tempat makan. Akhirnya kami menemukan tempat yang nyaman, Resto Pananjung namanya. Tempatnya nya cukup cozy untuk makan malam. Masakannya pun enak dengan harga standar.

Sekitar pukul 20.00 kami check in, namun sebelum melepas lelah terlebih dahulu kami berenang ramai ramai di kolam air hangat hingga pukul 21.00.

Malam itu kami menginap di bungalau Sunda di lantai atas. 

Piala Dunia U-17

 Piala Dunia U-17 diselenggarakan di Indonesia. Ada empat venue yang disediakan. JIS di Jakarta. Stadion Si Jalak Harupat di Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Stadion Manahan di Solo. Stadion Bung Tomo di Surabaya. 


Hari Selasa yang lalu saya diberi sepuluh tiket oleh anakku, Praja, yang terlibat dalam marketing event tersebut. Tiket saya bagi bagikan. Tiga tiket saya gunakan sendiri. Untuk saya, yayang dan adikku yang datang dari Bogor.

Ba'da asar saya berangkat dari rumah. Di Jalan Tol Padaleunyi hujan tiba tiba turun dengan deras. Kira kira Di Km 140 ada perbaikan jalan. Lalin tersendat. Mesin  mobilku sempat mati. Untunglah setelah kurayu mesin nya bisa jelegur lagi. Akhirnya kami sampai di Stadion Si Jalak Harupat. Tak ada hujan di sini. Sayang penjaga gerbang memintaku parkir di Gedung Sabilulungan, beberapa kilometer jaraknya dari stadion. Sambil menggerutu saya berangkat ke Soreang, meski beda Kecamatan. 

Saat tiba di Gedung Sabilulungan depan kantor Bupati Bandung hujan turun deras. Yayang dan adikku kuturunkan di depan untuk mencari shuttle bus ke Stadion. Saya mencari tempat parkir dan dapat di bagian belakang, lalu dengan rompi,  topi dan payung menerobos hujan dan memasuki shuttle bus. 

Tiga bus bergerak serentak meninggalkan Gedung Sabilulungan menuju Stadion Si Jalak Harupat sejauh kurang lebih lima kilometer. Alhamdulillah hujan mereda. Tinggal tersisa gerimis tipis merinai.

Setelah melewati tiga empat check point akhirnya kami sampai ke dalam. Kami dapat duduk di baris G dengan terlebih dahulu mengeringkan sisa hujan pada kursi. Babak pertama pertandingan pertama sudah berlangsung dengan serunya. Posisi Timnas Senegal 2 dan Timnas Polandia 0. Di belakang kami penuh supporter Timnas Jepang. Timnas Jepang akan melawan Timnas Argentina pada pertandingan kedua.

Setelah istirahat sejenak pertandingan antara Timnas Senegal dan Polandia dilanjutkan untuk babak kedua. Polandia bisa memasukkan satu gol tapi akhirnya harus menyerah dari Senegal dengan posisi 1-4.

Pertandingan Kedua

Memasuki pertandingan kedua hujan turun. Tapi upacara pembukaan tetap dilaksanakan. Bendera FIFA, Argentina dan Jepang dibentangkan di lapangan. Lagu kebangsaan Jepang (Kimigayo) dan Argentina (Himno Nacional Argentino) dinyanyikan. Dari latar di kiri kanan stadion saya melihat semangat masing masing Timnas dalam menyanyikan lagu kebangsaan mereka.

Kimigayo 

Kimigayo va

Çiyo ni yaçiyo ni

Sazare-iÅŸi no

Ivao to narite

Koke no mısı made


(Semoga kekuatan Yang Mulia,

Berlanjut selama seribu delapan ribu generasi,

Sampai kerikil,

Berubah menjadi batu karang, hingga diselimuti lumut).


Himno Nacional Argentino 


Oíd, mortales, el grito sagrado

Libertad, libertad, libertad

Oíd el ruido de rotas cadenas

Ved en trono a la noble igualdad

Ya su trono dignísimo abrieron

Las provincias unidas del sur

Y los libres del mundo responden

Al gran pueblo argentino ¡salud!

Al gran pueblo argentino ¡salud!

Y los libres del mundo responden

Al gran pueblo argentino ¡salud!

Y los libres del mundo responden

Al gran pueblo argentino ¡salud!

Sean eternos los laureles

Que supimos conseguir

Que supimos conseguir

Nados de gloria vivamos

O juremos con gloria morir

O juremos con gloria morir

O juremos con gloria morir


(Dengarlah, manusia, panggilan suci:

"Merdeka, merdeka, merdeka"

Dengarlah suara rantai yang patah,

lihatlah kesetaraan yang mulia bertakhta

di muka bumi muncul

sebuah bangsa baru yang mulia

dahinya dimahkotai dengan daun,

dan singa terbaring kalah di kakinya

           

Abadilah mahkotanya,

bahwa kita tahu bagaimana menang.

Marilah hidup bermahkotakan kemuliaan,

atau bersumpah mati dengan mulia.)


Supporter Jepang dan Argentina ada yang datang dari negaranya. Dari Argentina banyak gadis cantik dan membuat banyak supporter Indonesia berfoto dengan mereka. Dari Jepang meneriakkan "Nippon" sepanjang pertandingan. Orang Jepang mengerahkan buruh di pabrik pabrik baik buruh migran maupun buruh sekitar Bandung dan Jawa Barat umumnya.

Supporter Argentina yang datang dari Indonesia membawa bendera bendera Argentina untuk dibentangkan. Supporter Jepang menempel stiker bendera Jepang di pipi mereka.

Saya menonton sambil melakukan zoom meeting dengan DPD dan DPC PDI Perjuangan se Jawa Barat termasuk TKRPP baik dari Pusat Daerah maupun Cabang. Kadang saya mengikuti rapat dari mushola. Bung Adian Napitupulu juga ikut bergabung.

Singkat cerita Timnas Argentina mengalahkan Timnas Jepang dengan skor 3-1. Gol Argentina terakhir dicetak pada masa penambahan waktu 10 menit.

Demikian reportase Piala Dunia U-17 dari Stadion Si Jalak Harupat :)

Pulang

Seusai pertandingan kami berfoto di dalam dan luar stadion. Demikian juga kami lihat orang orang Argentina. Ada pula yang mengobrol dengan supporter Indonesia.

Penonton berjejal di depan Jalan Raya Soreang-Cipatik. Kami antri memasuki 30 buah shuttle bus yang disediakan panitia. Dari stadion, bus memasuki pintu tol Kutawaringin dan keluar di pintu tol Soreang lalu memasuki halaman Gedung Sabilulungan.

Dari Gedung Sabilulungan kami memasuki jalan tol Soroja lalu berbelok ke kanan menuju Cileunyi. Menjelang tengah malam kami tiba di rumah.

Selasa, 07 November 2023

Bunga Flamboyan Bermekaran

Memasuki Bulan November, bunga flamboyant bermekaran di sepanjang Jalan Sukarno Hatta (By Pass) antara Bundaran Cibiru dan simpang Kiaracondong. 

Bunga flamboyant mengingatkan ku pada sebuah lagu iconic karya Iwan Abdurrahman yang dinyanyikan oleh Trio Bimbo. 

Mungkin para pembaca yang Budiman masih ingat lirik lagunya.

Senja itu flamboyant berguguran/Seorang dara memandang terpukau/Satu satu daunnya berguguran/Berserakan di pangkuan bumi

Bunga flamboyant itu diraihnya/Wajahnya terlihat sendu/Flamboyant berguguran/Berserakan/Berjatuhan

Sejak itu sang dara berharapan/Esok hari/Kan Bersemi kembali.

Lagu yang dinyanyikan oleh Trio Bimbo ini direkam tahun 1971 di Kinetex Singapura.

Flamboyant juga mengingatkanku pada Bung Karno yang disebut pemimpin yang flamboyant.

Bukan hanya Bung Karno, SBY juga disebut sebagai pemimpin yang flamboyant.

Masih tentang bunga flamboyan, saya ingat ada lagu yang dinyanyikan Laily Dimyati. Ada juga penyanyi lain seperti Diah Iskandar dan Tetty Kadi yang menyanyikan lagu itu. Belakangan Tetty Kadi aktif di politik dengan menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Kami sempat satu Komisi meski tidak lama. Ketika itu pada periode kedua di DPRD Provinsi Jawa Barat saya ditempatkan di Komisi B bidang pertanian di mana Mbak Tetty sebagai ketuanya. Meski sebentar saya sempat bersama sama berkunjung ke Sumatra Utara dan Sumatra Selatan. Bersama Teh Selly Gantina juga.

Pernah suatu waktu saya saya ke Malaysia, tour leader kami di Penang bertanya tentang Mbak Tetty sambil membawa beberapa cassette lagu yang dinyanyikan Tetty Kadi. 

Bunga Flamboyan (Dinyanyikan oleh Laily Dimyati / Diah Iskandar/ Tetty Kadi / Yuni Shara. Pencipta Wedhaswara)

Seindah cinta yang pernah kurasakan/Begitu juga kemesraan wajahnya/Bunga flamboyan, ganti dirimua/yang kini tiada lagi

Bunga flamboyan, kau pujaan hatiku/Terjalin indah, menemani hidupku/Tak ingin lagi aku berpisah/Walau hanya sekejap saja

Bila kau ingin datang kembali/Seperti pertama bertemu/Tak jua aku melepaskan

Bunga flamboyan yang tumbuh di halaman/Terjalin indah, menemani hidupku/Biarpun layu 'kan kusayangi/Seperti cintaku padamu.

Senin, 06 November 2023

Bandung Bogor Jakarta Bekasi

Wiwin adikku yang bungsu beli mobil dan mengajakku test drive ke Bogor. Berangkat dari Bandung sekitar pukul 14.00. Pertama kali kami ke rumah Dik Titik di Cipatat lewat Padaleunyi. Dari Cipatat kami ke Jonggol dan pada malam hari tiba di Cibinong. Di Cibinong aku menjajal mengemudikan mobil keliling komplek pemda  Kabupaten Bogor kemudian ke Stadion Parakan Saat. Ujung ujungnya Dik Yus mengajak nongkrong di depot penjual durian dan kami menikmati bermacam macam durian. 

Keesokan harinya kami ke Jakarta. Kali ini ke Cibubur mengunjungi kemenakan kami, Rahmat dan Yuvienda , istrinya. Bapak dan Ibu mertua nya Rahmat juga datang dari Pisangan. Ada pula eyang putri dan adik adiknya Yuvienda . Belakangan Iman bersama istri dan anak anaknya datang menyusul bersama Dik Yuni. Jadi ramailah pertemuan di rumah Rahmat itu. Setelah  berfoto bersama kami meninggalkan rumah Rahmat. 

Dari Cibubur kami menuju Bekasi. Kali ini ke rumah Mbak Rini. Ketika tiba kami disuguhi nasi pecel. Rumah Mbak Rini ternyata satu komplek dengan rumah Mas Hasto, Sekjen DPP PDI Perjuangan. 

Tidak lama di rumah Mbak Rini kami menuju rumah Dik Agus. Saat keluar dari komplek kami melalui rumah Mas Hasto. 

Menjelang magrib kami tiba di rumahnya. Alhamdulillah Dik Agus sudah nampak sehat. Dik Agus ini dulu tinggal serumah denganku di Jakarta bersama Dik Yani dan Dik Eko. Sekarang Dik Agus berprofesi sebagai nakhoda atau kapten kapal. 

Setelah makan malam kami berpamitan. Kami ( Dik Wiwin, Dik Somad, Dik Titik, Dik Yus, aku dan istriku) kembali ke Bandung. Dik Yani ikut Mbak Rini ke Bekasi.

Malam itu kami ke Bandung melalui jalan tol Jakarta Cikampek dan Cipularang. Setelah tiba di Padalarang kami mengantar Dik Titik dan Dik Yus ke Cipatat terlebih dahulu sebelum kembali ke Padalarang. Dari Padalarang kami memasuki jalan tol Padaleunyi dan tiba di rumahku sekitar pukul 24.00. Dik Wiwin dan Dik Somad kembali ke Riung Bandung.




Sabtu, 04 November 2023

DCT (Daftar Calon Tetap)


Hari ini, 4 November 2023,  KPU mengumumkan DCT DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/ Kabupaten.

DCT DPRD Kabupaten Bandung  dari PDI Perjuangan :

Caleg Dapil 1 meliputi Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu, Soreang, Kutawaringin dan Cangkuang  :  Hen Hen Asep Suhendar , Aji Purwana Setia Permana, Febri Intan Permata, Anna Budiana, Robby Juliana, Vanya Vibila Anjani, Wina, Rian Irawan Sugesti.

Caleg Dapil 2 meliputi Katapang, Margaasih, Margahayu, Dayeuhkolot : Wewen Winarni, Agung Wisnu Umbara, Yudi Efendi, Erwin Alamsyah, Dariel Fadhlilah Konjala , Ema Rachmawati , Angie Natesha Goenadi Go, Cakrawala Adhi Nusa 

Caleg Dapil 3 meliputi Bojongsoang, Cileunyi, Cilengkrang, dan Cimenyan : Joko Nugroho , Pironi Knight Grimaldi, Juwita,  Dieky Nuryandi , Dany Ramang MRM, Erni Cucun Haerani, Leonardus Bobby Suryo Kusumo, 

Caleg Dapil 4 meliputi Rancaekek, Cicalengka, Nagreg dan Cikancung : Mochammad Luthfi Haffiyan, A. Dwi Kuswantoro, Piyanti Pramesta Septiani, Yuyun Yuningsih, Sarah Kartika , Agus Darwat Muslihat, Asep Supriatna.

Caleg Dapil 5 meliputi Solokan Jeruk, Paseh, Ibun, dan Majalaya : Dadang Hermawan, Nandang Hidayat, Yulianti, Usep Saeful Hidayat, Lina Herlina Zaenah, Ujang Iyet, Yanyan Uspiana

Caleg Dapil 6 meliputi Ciparay, Baleendah, Pacet, dan Kertasari : Yayat Sumirat, Asep Muhammad Tahaju Solihin, Lala Nurlaela, Tito Utoyo, Andi Iskandar, Vera Dhita Azalia Putri, Jajang Jaenudin, Tarzech Aulia, Feni Sonyawati Sapta Rengga.

Caleg Dapil 7 meliputi Arjasari, Pameungpeuk, Banjaran, Cimaung dan Pangalengan : Andri Kusnandar, Susianti Rachmi, Erwin Gunawan, Deden Ridwan Fauzi , Agus Agung Purnomo, Ani Rohaeni, Andre Sudradjat , Edi Barita Malau, Fanya Zahra Anselia.

DCT DPRD Provinsi dari PDI Perjuangan :

Dapil Jawa Barat II (Kabupaten Bandung)

1. Apriyanto Wijaya

2. Nia Purnakania

3. Dadan Konjala

4. Adyesa Kevindra Albari

5. Puspo Wiryo Buwono 

6. Neng Yuyun

7. Komar Hermawan

8. Dewi Anggareni

9. Zaenal Arifin

10. Rana Rudiana


DCT DPR RI

Untuk Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil Jawa Barat II (meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat)ada sedikit perubahan. Caleg nomor urut dua diisi oleh Hengky Kurniawan dan caleg nomor urut dua sebelumnya (Chairul Rizky P Mantini)pindah ke nomor urut empat. Adapun caleg nomor urut empat sebelumnya (Zulfahmi) pindah ke Dapil yang lain. Selebihnya masih tetap.

1. Sofia Yulinar Surachman

2. Hengky Kurniawan 

3. Denny Wahyudi

4. Chaerul Rizky P. Mantini

5. RA Suryani Lalita Zein

6. H. Yadi Srimulyadi

7. Sofyan J. Botutihe

8. Yudi Suryadi

9. Hj. Yena R. Iskandar

10. Nindya Nazara


Mereka semua adalah orang pilihan yang layak untuk mewakili Rakyat di lembaga legislatif.

Senin, 30 Oktober 2023

Tim Kampanye Daerah Ganjar Mahfud


Hari Rabu, 25 Oktober 2023, sekitar pukul 14.00 saya sedang di The101 hotel and resort di kawasan Cengkareng Business City, Bandara Sukarno Hatta, ketika Kang Hen Hen mengirim pesan bahwa ada tamu dari DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Bali berkunjung ke Kabupaten Bandung. Sebelumnya Kang Hen Hen juga sudah menyampaikan pesan bahwa sudah ada rencana dari Kang Denni untuk mengundang para KSB parpol pengusung Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD, pada hari Jumat. Karena itu acara rakor diundur. Keesokan harinya, Kamis 26 Oktober 2023 saya kembali ke Bandung. Berangkat pukul 10.00 dari bandara dan tiba di Bandung sekitar pukul 15.00. Rute Pluit, Grogol, Cawang, fly over MBZ, Japek, Cipularang dan Padaleunyi. Istirahat di rest area KM 57 dan KM 88.

Pada hari Jumat  sambil bersiap mengajar saya menunggu kepastian acara. Sampai pukul 15.00 saya tidak mendapatkan konfirmasi dan saya bersiap untuk kegiatan lain. Ternyata pada pukul 15.45 Kang Ryan mengirim soft copy undangan rapat para pimpinan parpol Kabupaten Bandung. Saya segera berbenah, menyalakan mesin mobil, "standing dan terbang" :)

Saya melaju dari pintu tol Cileunyi dan keluar di jalam Moh Toha lalu memasuki Jalan Sukarno Hatta dan tiba di RM Mang Kabayan pada pukul 16.45. Ternyata para pimpinan parpol sudah tiba. 

Pukul 17.00 kami berkumpul. Dari PDI ada Kang Denni, Kang Aam dan saya. Dari Perindo ada Teh Imas dan dua pengurus lainnya. Dari PPP ada Kang Usep Kiky dan dua pengurus PPP yang lain. Dari Hanura ada Kang Suhadi, Kang Ryanto dan beberapa pengurus lainnya. 

Ketika waktu magrib tiba acara sudah selesai. Kami menyusun Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Mahfud di Kabupaten Bandung.

Kamis, 26 Oktober 2023

Rakor Partai Tingkat Provinsi


Siang itu Senin, 16 Oktober 2023 kami para Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan dari 27 Kota dan Kabupaten berkumpul di Bandung. Kali ini ditemani oleh beberapa Kepala Badan yang ada di DPC masing masing seperti Kepala BP Pemilu, kepala BSPN dan Kepala BBHAR. Acara bertempat di Ruang ... Hotel Horison di Jalan Pelajar Pejuang No. ... Bandung. Hari itu kami hadir bertempat. Selain Ketua dan Sekretaris DPC ada Kepala BSPN Cabang, Diniar dan Kepala BP Pemilu Ujang Iyet. 

Acara sesi pertama yang dipandu Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat Ketut Sustiawan berlangsung dari pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB, berisi amanat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat Ono Surono mengenai perkembangan politik Nasional dan Regional khususnya terkait dengan Pilpres.

Saat rehat, saya mengajak Kang Hen Hen ke luar hotel dan mencari tempat ngobrol di luar sambil makan siang. Ada beberapa hal yang kami bahas berdua khususnya mengenai sikon di Kabupaten Bandung. 

Saat hendak  kembali memasuki ruangan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat Ida Widaningsih memberitahu saya bahwa ada pertemuan khusus antara Ketua DPD dan para Ketua DPC. Kemudian saya meninggalkan tempat rakor dan menuju gedung utama Hotel Horison. Saya naik dengan elevator ke lantai dua untuk salat zuhur di mushola. Setelah itu saya ke Ruang Manglayang di dekat kolam renang. Ketika saya masuk, ruangan sudah penuh dan Mas Ketut sudah mulai membuka acara. Melihat saya masuk ia berseloroh mengenai penugasan saya di Pulau Madura. 

Acara khusus para Ketua ini membahas keputusan MK terkait batas usia pencalonan Capres dan Cawapres dan dampaknya pada demokrasi secara umum dan pada PDI Perjuangan pada khususnya termasuk pengaruh nya pada Capres Ganjar Pranowo. Acara berlanjut hingga sekitar pukul 17.00.

Selasa, 24 Oktober 2023

Bersatulah Caleg PDI Perjuangan


Setelah bertemu dengan 30 organ relawan pada hari Kamis, pada hari Senin 16 Oktober 2023  kami bertemu dengan para Caleg untuk DPRD Kabupaten Bandung. Bertempat di aula DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, pukul 10.00 WIB. Seluruhnya ada 55 orang dari tujuh Dapil (daerah pemilihan). Yang bisa hadir sekitar 75%. DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung juga hadir.  Kang Henhen yang memandu pertemuan. Saya menyampaikan beberapa hal terkait dengan perkembangan politik di Jawa Barat,  Bandung Raya  dan Kabupaten Bandung pada khususnya.

Hasil survey dari sebuah lembaga survey yang kredible  menempatkan PDI Perjuangan pada posisi kedua di Jawa Barat. Demikian pula posisi Ganjar. Karena itu kami meminta para caleg membantu menggencarkan sosialisasi PDI Perjuangan dan Capres yang diusung bersama PPP Perindo dan Hanura ke tengah tengah masyarakat.

Terkait dengan itu kami meminta kepada para Caleg untuk fokus pada wilayah ampuannya sesuai dengan target suara yang sudah mereka tetapkan masing masing. 

Salah satu yang kami minta dari para caleg adalah membantu struktur partai (PAC dan PR PDI Perjuangan) untuk merekrut dan melatih saksi yang akan bekerja di TPS pada Pileg dan Pilpres 14 Februari 2024. 

Di akhir acara kami mendistribusikan @100 spanduk Ganjar dan Caleg untuk dipasang di wilayah ampuan mereka masing masing.

Bersatunya Relawan Ganjar Mahfud


Mungkin kawan kawan sudah ada yang mendengar istilah TKRPP. Itu singkatan dari Tim Kordinator Relawan Pemenangan Presiden. Lembaga ini dibuat oleh DPP PDI Perjuangan untuk mengkordinir gerak relawan Ganjar Pranowo dan sekarang dengan Mahfud MD tentunya. Pada tingkat Pusat (Nasional) TKRPP diketuai oleh Mas Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR RI. Pada tingkat Daerah (Provinsi) diketuai oleh Kang Zainuddin, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat. Sedangkan pada tingkat Kabupaten diketuai oleh Kang Achmad Mulyana  biasa dipanggil Kang Aam (Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung). Kang Aam dibantu oleh Kang Nanang Parhan, Kang Yuyus Yusron dan Kang Dadang Sudrajat.

Sebagai Tim Kordinator Relawan idealnya TKRPP memiliki Sekretariat tersendiri di luar Sekretariat partai. Tapi karena alasan yang bersifat teknis, sampai saat ini TKRPP masih berkantor di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Jalan Jaksa Naranata, Baleendah.

Tugas TKRPP Kabupaten Bandung  melakukan verifikasi terhadap keberadaan organ organ relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Kabupaten Bandung. Selain itu juga menyalurkan alat peraga kampanye (APK) untuk dijadikan media sosialisasi kepada para calon pemilih. 

Pada hari Kamis minggu yang lalu saya diminta menghadiri pertemuan TKRPP Kabupaten Kabupaten Bandung dengan para pimpinan relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tersebut. Hadir setidaknya 31 organ relawan dari 50 organ relawan yang mendaftar. Saya mengapresiasi kehadiran para pimpinan organ relawan tersebut dan mengharapkan bantuan mereka untuk mensosialisikan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD ke tengah tengah masyarakat secara santun.

Selanjutnya Kang Aam memberikan APK kepada para pimpinan organ relawan se Kabupaten Bandung tersebut.

Dari sekitar 50 organ relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang terdaftar di Kabupaten Bandung baru enam organ relawan yang sudah terverifikasi secara Nasional.

Selanjutnya TKRPP Kabupaten Bandung akan melakukan canvasing ke Sekretariat organ relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di 31 Kecamatan dan 280 Desa /Kelurahan. Hasil verifikasi akan dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan persetujuan.

TKRPP Kabupaten Bandung juga sudah mengikuti Bimtek di Jakarta. Bimtek terkait dengan monitoring dan evaluasi organ relawan. Hasil monev tersebut akan menjadi acuan bagi penugasan dan distribusi APK kepada organ relawan sampai selesai nya tahapan Pilpres 2024 mendatang.

Minggu, 22 Oktober 2023

Bougenville Sedang Bagus-bagusnya


Setiap memasuki Jalan tol Padaleunyi pada musim kemarau (sekarang kemarau panjang atau biasa disebut El Nino) hati  saya selalu mendadak gembira. Bunga bougenville di pembatas jalan sepanjang jalan tol bermekaran penuh. Warnanya merah menyala semu violet. Setidaknya saya menikmati sejak masuk pintu tol Cileunyi sampai pintu tol Buah Batu. Seandainya tidak sambil mengemudi dengan kecepatan tinggi saya ingin mengambil gambar dan seperti tradisi baru, berswafoto (selfi).

Sebenarnya tidak hanya bougenville yang bermekaran. Bunga bungur (ungu) juga bermekaran di sisi kiri kanan jalan. Ada juga bunga bunga yang lain. Seperti bunga kamboja. Bunganya kuning menggantikan daunnya yang luruh ke bumi.

Sebagian pohon peneduh di kiri kanan jalan ada yang hilang karena ditebang untuk menyediakan lahan bagi jalur rel kereta api cepat Jakarta Bandung (KCJB). Tapi itu tidak mengurangi keindahan panorama jalan tol Padaleunyi. 

Pada sisi kanan ada GOR BLA (Bandung Lautan Api) yang bentuknya seperti pesawat UFO landing di tengah tengah lahan pesawahan. Kini ada obyek baru, Masjid Al Jabbar.

Kalau dari arah Padalarang kini ada akses pintu tol Gedebage. Saya sempat memasukinya dan ternyata keluar di perumahan Sumarecon yang memiliki akses ke Gedebage, Masjid Al Jabbar dan GOR BLA.

Dari GOR BLA kini ada akses ke Stasiun Tegalluar, Stasiun terakhir KCJB. Dari sini kita bisa naik kereta cepat ke Jakarta. Untuk sementara harga tiketnya dijual Rp 150.000 saja. Harga resmi sekitar Rp 300.000. Tiket bisa dibeli secara daring atau langsung di loket Stasiun Tegalluar.

Demikian sekilas info buat netizen di mana pun berada.

Minggu, 15 Oktober 2023

Rakernas IV PDI Perjuangan di Jiexpo Convention Center Jakarta


Kembali ke Jiexpo (Jakarta International Expo)

Seminggu yang lalu saya kembali berangkat ke Jiexpo Kemayoran Jakarta. Tempat ini terkenal sebagai lokasi  PRJ (Pekan Raya Jakarta) yang diselenggarakan setiap tahun untuk menyambut HUT kota Jakarta. Lokasinya terletak di Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran. Kali ini saya berangkat bersama kawan kawan ysh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan. Tujuan utamanya untuk mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis) dan setelah itu mengikuti Rakernas (Rapat Kerja Nasional)IV PDI Perjuangan. Acaranya berlangsung pada hari Jumat sampai Minggu.

Menurut rencana kami akan berangkat pada hari Jumat pagi dan tiba di Jakarta pada petang hari tapi perintah dari Jakarta mengharuskan kami berangkat pada Kamis pagi. Seperti biasa Kang Upik menjemputku di rumah lalu kami  menuju Soreang melalui jalan tol Padaleunyi dan Jalan tol Soroja kemudian berkumpul di ruang Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Soreang. 

Kami berangkat dengan menggunakan mobil minibus. Kang Hen Hen, Kang Luthfi, Kang Dadang, Teh Wita, Kang YD, Kang Erwin dan saya. Kang Dadan menyusul kemudian.

Dari Soreang kami menuju Jakarta melalui jalan tol Soroja kemudian jalan tol Padaleunyi jalan tol Cipularang dan Jalan tol Japek. Kami beristirahat di rest area kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalan tol MBZ dan Jalan Tol Lingkar Luar menuju Tanjung Priok, Ancol dan kemudian memasuki Kota Tua.

Di Kota Tua kami ke Hotel Mercure Batavia di Jalan Kali Besar. Pertama tama kami melakukan registrasi kemudian melakukan check ini. 

Saya punya kenangan tersendiri di masa kecil  terhadap Kota Tua ini. Karena itu ketika malam datang saya mengajak kawan kawan berjalan jalan di pedestrian tepi sungai menuju kawasan Museum Fatahilah. Kami berkeliling lapangan sambil mendengar repertoar dari musisi jalanan kemudian menyelinap ke Batavia cafe hingga jam malam tiba. 

Pukul 21.00 kami kembali ke hotel dengan mengitari Kota Tua dengan menggunakan kereta kuda berhias yang didatangkan dari Rawabelong.

H1

Pagi harinya kami berangkat ke Jiexpo melalui Ancol melewati Dufan dan berbelok ke kanan menuju Kemayoran. Bendera PDI Perjuangan berjajar tapi sepanjang jalan hingga memasuki Jiexpo. Kami menuju Jiexpo Convention Center, memasuki hall dengan terlebih dahulu memindai Id card dan melewati metal detector. 

Acara Jumat pagi itu adalah Bimbingan Teknis bagi Tiga Pilar Partai. Acara  berlangsung hingga pukul 11.00. 

Sambil menunggu pembukaan Rakernas IV kami memutuskan kembali ke hotel. Kami salat Jumat di sebuah masjid di dekat jembatan gantung Kota Intan. Sambil melewati jembatan gantung Kota Intan peninggalan Belanda ini saya mengambil gambar dari berbagai sudut.

Pukul 13.00 kami kembali ke Jiexpo. Saat memasuki hall acara Rakernas IV PDI Perjuangan sudah dimulai. Kami mendengarkan pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, pidato Capres Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo sekaligus. Ketiganya bicara soal kedaulatan pangan yang menjadi tema Rakernas IV. Usai acara pembukaan kami kembali ke hotel. 

Saat tiba di hotel ada pesan dari Adwil bahwa malam itu tidak ada acara. Kami pun kembali berjalan jalan ke Kota Tua sambil mencari tempat untuk makan malam. Kebetulan ada satu gerai yang memberi diskon 50% karena hari itu adalah Hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pulangnya sekali lagi kami menaiki "delman istimewa kududuk di muka. Duduk di samping Pak Kusir yang sedang bekerja".

H2

Pada hari kedua, Rakernas membahas masalah internal. Acaranya padat dari pagi hingga malam. Bambang Pacul bicara tentang pemenangan Pemilu. Arif Wibowo bicara tentang teknis Pemilu dan pengamanan suara mulai dari TPS hingga KPU. Arsyad Rasyid bicara mengenai political marketing untuk "memasarkan" Ganjar Pranowo kepada pemilih. Ari Junaidi dan Putra Nababan  bicara tentang karakteristik generasi Z. Terakhir ada Ata Halilintar dan Tina Toon bicara tentang medsos.

Kejutan datang di penghujung acara, Anang menyanyikan sebuah lagu yang membuat acara Rakernas seperti pagelaran musik dan menjadi hiburan tersendiri bagi kawan kawan dari luar Jawa khususnya.

Malam itu aku pulang bersama Kang Acep Purnama, Bupati Kuningan, karena kawan kawan sudah pulang lebih dahulu. Ajudan dan supir Bupati mencari jalan alternative menuju hotel sambil mencari restoran tetapi malah membuat kami berputar putar di sekitar Ancol dan saat tiba di Kota Tua sudah tengah malam. 

Tiba di hotel aku segera mandi air hangat dari shower dan segera berangkat ke tempat tidur lalu tertidur lelap tanpa sempat makan malam pada malam Minggu itu.

H3

Minggu pagi Jakarta terasa nyaman. Lalin lancar ketika kami melewati jalan jalan dari Kota Tua menuju Jiexpo. 

Setelah barcode dipindai oleh resepsionis, kami pun memasuki hall. Seperti biasa saya memasuki hall utama agar bisa melihat panggung. 

Acara kali ini adalah pembacaan rekomendasi Rakernas IV PDI Perjuangan oleh Sekjen , baik rekomendasi internal maupun rekomendasi eksternal.  Setelah itu acara ditutup. 

Sekitar pukul 13.00 kami meninggalkan Jiexpo Kemayoran melewati jalan tol Tanjung Priok kemudian Cakung dan tiba di Jalan tol MBZ.

Rabu, 11 Oktober 2023

Para Petani Milenial


Sekali lagi PDI Perjuangan mengadakan Diskusi Publik soal pertanian. Pada Diskusi Publik II kali ini kalangan milenial yang bicara pertanian. 

Peserta diskusi publik adalah  Fungsionaris DPP Partai,  Pengurus DPD-DPC-PAC-Ranting-Anak Ranting,  Anggota DPR-DPRD Provinsi/ Kabupaten /Kota, Kepala/ Wkl Kepala  Daerah PDI Perjuangan serta Pengurus Badan dan Sayap Pusat Partai.

Diskusi Publik-II ini adalah dalam rangkaian Pra Rakernas IV PDI Perjuangan yang mengambil tema Kedaulatan Pangan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan diadakan secara hybrid yang akan pada hari Kamis, 21-09-2023, pukul  10.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor DPP PDI Perjuangan Jl. Diponegoro 58 Menteng-Jakarta Pusat.

Saya mengikuti secara daring via  Zoom.

Narasumber nya anak anak muda 

1. Sandi Octa Susila (Duta Petani Millenial Kementan Asal Kab. Cianjur)

2. Rayndra Syahdan Mahmudin (Duta Petani Millenial Kementan Asal Kab. Magelang)

3. Moh. Aji Urohim (Pembudidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok)

4. Ujang Margana (Petani Millenial Asal Kab. Bandung)

Kang Ujang Margana dari Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ia bertani bawang merah di dataran tinggi Bandung Utara tepatnya di kaki Gunung Manglayang. Dengan metoda tertentu tanaman bawang merahnya bisa tumbuh dengan baik, tidak kalah dari bawang merah yang ditanam di dataran rendah seperti Brebes misalnya. Ia pun mampu mengorganisir petani untuk menanam bawang merah dan produk para petani itupun ditampungnya sehingga para petani bersemangat menanam bawang merah.

Kang Sandi Octa Susila dari Cianjur mengorganisir para petani di desanya untuk menanam holtikultura dan ia menampung produk mereka sehingga ada kesinambungan serta kepastian bagi petani untuk menanam. Sandi juga memasok buah dan sayuran bagi pasar modern. Sarjana pertanian lulusan IPB ini omzetnya mencapai ratusan juta rupiah dalam sebulan. 

Mas Rayndra Syahdan Mahmudin dari Magelang beternak kambing dan memadukannya dengan pertanian. "Peternakan adalah ujung dari pertanian dan pertanian adalah ujung dari peternakan".

Mas Aji Urohim dari Jawa Timur awalnya beternak ikan lele namun kini merambah ke ikan yang lain dengan cara bioflok.

Seminar Mewujudkan Kedaulatan Pangan


Untuk kesekian kali PDI Perjuangan mengadakan diskusi soal kedaulatan pangan. Kali ini dengan tema "Inovasi Teknologi dan Kebijakan Politik Ekonomi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan". Seminar diselenggarakan tanggal 19 September 2023 dari DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro secara hybrid. Kami mengikuti dari tempat masing masing melalui zoom.

Prof Bayu yang berbicara pada kesempatan pertama membahas tema dan mengatakan bahwa yang diperlukan adalah justru inovasi di bidang kebijakan sosial dan politik. Karena soal pertanian ini banyak dipengaruhi oleh kebijakan tersebut.

Ia juga menyatakan perlu ada penghargaan terhadap petani juga para breeder. Breeder harus digaji tinggi bahkan lebih tinggi dari pejabat di Kementerian Pertanian.

Prof Andreas memaparkan monopoli atau oligopoli dalam pengadaan pangan di Dunia. Ia juga bicara makin tergantung nya kita pada luar negeri dalam penyediaan bahan pangan. Beras 30%. Kedelai 90%. Terigu 100%.

Menurutnya ada beberapa perusahaan trans Nasional (TNC) yang menguasai perdagangan pangan Dunia dan dengan mendapatkan keuntungan terbesar dari perdagangan pangan tersebut. 

Ia juga bercerita mengenai upaya para petani untuk melakukan inovasi di bidang pertanian dan juga mengembangkan benih yang unggul. Sayang upaya tersebut sering bertabrakan dengan regulasi dan birokrasi sehingga petani harus berurusan dengan hukum sampai harus mendekam di balik jeruji. Miris bukan ?

Prof Aries bicara mengenai proses hasil produksi (off farm), bagaimana caranya agar bahan pangan bisa punya lifetime lebih lama.  

Sedangkan Prof Ali bicara mengenai budidaya kedelai Nasional dengan berbagai varietasnya dan keunggulan kualitasnya. Sayang, menurutnya, banyak pengusaha tahu Tempe tidak mau menggunakan kedelai Nasional. Itu tidak lain karena pengaruh dari sindikat yang menguasai perdagangan kedelai.

Ada beberapa catatanku :

1. Ketergantungan kita terhadap pasokan pangan dari luar negeri cukup besar;

2. Ada beberapa perusahaan trans Nasional yang menguasai dan untung besar dari perdagangan pangan Dunia;

3. Petani makin berkurang;

4. Harga beras yang tinggi saat ini bisa menjadi motivasi untuk terjun ke dunia pertanian.

Kamis, 14 September 2023

Forum Diskusi Pemilu Bersama Mahfud MD dan Hasto Kristiyanto

 




Hari ini Rabu 13 September 2023 kami dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat dan beberapa DPC PDI Perjuangan se Bandung Raya menghadiri undangan dari Kemenkopolhukam, untuk menghadiri forum diskusi di Bandung. Mahfud MD sebagai keynote speaker. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebagai pembicara bersama Sekjen PKS Habib Abubakar Al Habsyi dan Sekjen Gerinda Ahmad Muzani.Dari kalangangn kampus ada seorang guru besar dari Universitas Brawijaya.

Pada forum diskusi tersebut hadir juga Sekjen PAN dan Hanura.

Menko Polhukam bicara tentang keberagaman yang menjadi kekuatan dalam mewujudkan Pemilu yang bermartabat. Ia juga bicara bagaimana Pancasila tetap bertahan meskipun ada upaya untuk menggantinya baik secara konstitusional melalui Konstituante dan inskonstitusional melalui berbagai pemberontakan DI / TII, PKI, PRRI / Permesta, dan G 30 S.

Dari DPP PDI Perjuangan selain Mas Hasto, hadir juga Mas Djarot. Dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat ada Kang Ono, Kang Bedi dan Teh Ineu. Dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat ada Teh Ida dan Kang Iwan. Dari DPC PDI Perjuangan kota Bandung ada Kang Memet dan Teh Rieke. Dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung saya sendirian karena Kang Henhen dan Kang Denni berhalangan.

Mas Hasto bicara tentang mitigasi kerawanan Pemilu. Habib menyampaikan info bahwa Provinsi Jawa Barat berada pada peringkat tiga kerawanan Pemilu dan Kabupaten Bandung peringkat pertama kerawanan Pemilu di Jawa Barat. Mas Muzani memberi apresiasi pada ketiga Capres.

Forum Diskusi yang bertema "Keragaman Menjadi Kekuatan Mewujudkan Pemilu Bermartabat" dipandu oleh moderator Pilpres 2019. Peserta selain parpol juga Ormas, tokoh masyarakat, Pemuda dan mahasiswa.

Acara diskusi berlangsung secara daring dan luring hingga pukul 12.00. Mas Hasto tidak mengikuti sampai selesai karena ada rapat dengan para petinggi Parpol di Jakarta. Mas Djarot menggantikannya.

Saya mengikuti sampai benar benar tuntas. Setelah itu menikmati makan siang sambil mendengarkan musik dari kelompok pengamen jalanan dari Cikapayang. Karena baru pertama kali ke hotel Pullman, saya mengeksplorasi beberapa lantai, ruang dan fasilitas yang ada.

Pukul 14.00 saya keluar ke Jalan Majapahit meninggalkan lapangan Gasibu berbelok ke kiri menaiki fly over Pasupati menyebrangi Jalan Dago, Jalan Cihampelas, Jalan Cipaganti dan Jalan Pasirkaliki sekaligus sampai tiba di Jl. Dr. Junjunan lalu memasuki jalan tol Purbalenyi melalui pintu Pasteur.

 

Simulasi Pengamanan Pilpres



 

Capres Duren berkampanye di Jl. Alfathu Soreang. Ketika sedang berorasi terjadi insiden upaya pembunuhan sehingga terjadi kekacauan. Aparat keamanan berhasil meringkus pelaku. Paspampres pun berhasil mengamankan capres Duren.

---

Capres Melon berkampanye dengan lancar di alun alun Soreang. Ketika dalam perjalanan dihadang para pendukung Capres Melon. Kerusuhan tidak terhindarkan.

Pengunjuk rasa mulai berbuat anarkhis dengan merusak fasilitas umum dan toko toko. Polri dibantu TNI melakukan upaya mengatasi kerusuhan. Mulai dengan menurunkan Sabhara, Brimob sampai Detasemen 45. Upaya dilakukan mulai dari persuasif melalui perundingan, mengerahkan pasukan dengan menggunakan tameng, menggunakan water canon untuk menyemprotkan air, menggunakan gas air mata, menggunakan anjing, sampai menembak dengan peluru karet. Akhirnya pengunjuk rasa bisa dibubarkan.

Tidak berhenti di situ perusuh kemudian melakukan pembajakan bus. Polri melakukan upaya pembebasan sandera dan pelumpuhan pembajak dengan melakukan peledakan. Pembajak tertembak mati dan sandera bisa dibebaskan. Tim Inafis melakukan rekonstruksi. Tim kesehatan membawa korban ke RS Polri untuk diotopsi.

Paling akhir terjadi penghadangan terhadap Capres Melon bahkan dengan melakukan pengeboman kendaraan. Sekali lagi upaya tersebut bisa diatasi. Tim Jihandak diturunkan. Petugas damkar dikerahkan untuk memadamkan api dari kendaraan roda empat dan roda dua yang terbakar di jalan.

Setelah kerusuhan bisa diatasi, maka humas Polri dan unit trauma healing bergerak menenangkan masyarakat dibantu satpol PP di dan Linmas.

Begitu garis besar simulasi Pengamanan Pilpres 2024.

Acara bertajuk Simulasi Sispam Kota diadakan oleh Polresta Bandung diikuti oleh ratusan peserta dari Polri TNI dan ASN disaksikan oleh Bupati dan Forkompimda dan Kepala dinas dan Badan, serta para Camat se Kabupaten Bandung. Para Ketua Parpol dan Ormas juga turut menyaksikan acara tersebut.

Usai simulasi, para peserta bersama sama melakukan senam Maumere secara massal tidak terkecuali Bupati dan semua undangan.