Kamis, 14 September 2023

Forum Diskusi Pemilu Bersama Mahfud MD dan Hasto Kristiyanto

 




Hari ini Rabu 13 September 2023 kami dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat dan beberapa DPC PDI Perjuangan se Bandung Raya menghadiri undangan dari Kemenkopolhukam, untuk menghadiri forum diskusi di Bandung. Mahfud MD sebagai keynote speaker. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebagai pembicara bersama Sekjen PKS Habib Abubakar Al Habsyi dan Sekjen Gerinda Ahmad Muzani.Dari kalangangn kampus ada seorang guru besar dari Universitas Brawijaya.

Pada forum diskusi tersebut hadir juga Sekjen PAN dan Hanura.

Menko Polhukam bicara tentang keberagaman yang menjadi kekuatan dalam mewujudkan Pemilu yang bermartabat. Ia juga bicara bagaimana Pancasila tetap bertahan meskipun ada upaya untuk menggantinya baik secara konstitusional melalui Konstituante dan inskonstitusional melalui berbagai pemberontakan DI / TII, PKI, PRRI / Permesta, dan G 30 S.

Dari DPP PDI Perjuangan selain Mas Hasto, hadir juga Mas Djarot. Dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat ada Kang Ono, Kang Bedi dan Teh Ineu. Dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat ada Teh Ida dan Kang Iwan. Dari DPC PDI Perjuangan kota Bandung ada Kang Memet dan Teh Rieke. Dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung saya sendirian karena Kang Henhen dan Kang Denni berhalangan.

Mas Hasto bicara tentang mitigasi kerawanan Pemilu. Habib menyampaikan info bahwa Provinsi Jawa Barat berada pada peringkat tiga kerawanan Pemilu dan Kabupaten Bandung peringkat pertama kerawanan Pemilu di Jawa Barat. Mas Muzani memberi apresiasi pada ketiga Capres.

Forum Diskusi yang bertema "Keragaman Menjadi Kekuatan Mewujudkan Pemilu Bermartabat" dipandu oleh moderator Pilpres 2019. Peserta selain parpol juga Ormas, tokoh masyarakat, Pemuda dan mahasiswa.

Acara diskusi berlangsung secara daring dan luring hingga pukul 12.00. Mas Hasto tidak mengikuti sampai selesai karena ada rapat dengan para petinggi Parpol di Jakarta. Mas Djarot menggantikannya.

Saya mengikuti sampai benar benar tuntas. Setelah itu menikmati makan siang sambil mendengarkan musik dari kelompok pengamen jalanan dari Cikapayang. Karena baru pertama kali ke hotel Pullman, saya mengeksplorasi beberapa lantai, ruang dan fasilitas yang ada.

Pukul 14.00 saya keluar ke Jalan Majapahit meninggalkan lapangan Gasibu berbelok ke kiri menaiki fly over Pasupati menyebrangi Jalan Dago, Jalan Cihampelas, Jalan Cipaganti dan Jalan Pasirkaliki sekaligus sampai tiba di Jl. Dr. Junjunan lalu memasuki jalan tol Purbalenyi melalui pintu Pasteur.

 

Simulasi Pengamanan Pilpres



 

Capres Duren berkampanye di Jl. Alfathu Soreang. Ketika sedang berorasi terjadi insiden upaya pembunuhan sehingga terjadi kekacauan. Aparat keamanan berhasil meringkus pelaku. Paspampres pun berhasil mengamankan capres Duren.

---

Capres Melon berkampanye dengan lancar di alun alun Soreang. Ketika dalam perjalanan dihadang para pendukung Capres Melon. Kerusuhan tidak terhindarkan.

Pengunjuk rasa mulai berbuat anarkhis dengan merusak fasilitas umum dan toko toko. Polri dibantu TNI melakukan upaya mengatasi kerusuhan. Mulai dengan menurunkan Sabhara, Brimob sampai Detasemen 45. Upaya dilakukan mulai dari persuasif melalui perundingan, mengerahkan pasukan dengan menggunakan tameng, menggunakan water canon untuk menyemprotkan air, menggunakan gas air mata, menggunakan anjing, sampai menembak dengan peluru karet. Akhirnya pengunjuk rasa bisa dibubarkan.

Tidak berhenti di situ perusuh kemudian melakukan pembajakan bus. Polri melakukan upaya pembebasan sandera dan pelumpuhan pembajak dengan melakukan peledakan. Pembajak tertembak mati dan sandera bisa dibebaskan. Tim Inafis melakukan rekonstruksi. Tim kesehatan membawa korban ke RS Polri untuk diotopsi.

Paling akhir terjadi penghadangan terhadap Capres Melon bahkan dengan melakukan pengeboman kendaraan. Sekali lagi upaya tersebut bisa diatasi. Tim Jihandak diturunkan. Petugas damkar dikerahkan untuk memadamkan api dari kendaraan roda empat dan roda dua yang terbakar di jalan.

Setelah kerusuhan bisa diatasi, maka humas Polri dan unit trauma healing bergerak menenangkan masyarakat dibantu satpol PP di dan Linmas.

Begitu garis besar simulasi Pengamanan Pilpres 2024.

Acara bertajuk Simulasi Sispam Kota diadakan oleh Polresta Bandung diikuti oleh ratusan peserta dari Polri TNI dan ASN disaksikan oleh Bupati dan Forkompimda dan Kepala dinas dan Badan, serta para Camat se Kabupaten Bandung. Para Ketua Parpol dan Ormas juga turut menyaksikan acara tersebut.

Usai simulasi, para peserta bersama sama melakukan senam Maumere secara massal tidak terkecuali Bupati dan semua undangan.

 

Selasa, 05 September 2023

Rakercab II PDI Perjuangan Kabupaten Bandung

 


Di penghujung Bulan Agustus, Kamis 31 Agustus 2023, kami berkumpul di Baleendah tepatnya di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Jalan Jaksa Naranata No 10. Lengkap tiga pilar partai, struktural, legislatif dan caleg baik untuk DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat maupun DPRD Kabupaten Bandung. Kami menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang sebagai tindak lanjut Rakerda III PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat di Hotel Holiday Inn tanggal 28 dan 29 Agustus 2023 yang lalu.

DPC DPC PDI Perjuangan di 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat kini sudah terbiasa bekerja seperti Sangkuriang. Tanggal 29 diputuskan tanggal 30 dan 31 dieksekusi. Saya yang pernah menjadi Sekretaris DPC ketika PDI belum memakai Perjuangan merasakan betul perubahan ini. Kini partai bisa bergerak layaknya sebuah mobil canggih. Begitu distarter langsung bisa melaju di jalan tol. Barangkali ini karena PDI Perjuangan memang menisbahkan diri sebagai partai pelopor.

Untuk menyelenggarakan acara tersebut Kang Denni mencari dana talangan. Kang Ryan menyiapkan tempat dan materi rapat. Kang Dwi menyiapkan opening ceremony. Waktunya 1x24 jam. Der ...

Hari H. Saya menunggu jemputan Kang Luthfi sejak pukul 11.00. Saat zuhur mobil sudah meluncur di Jalan tol Padaleunyi dan keluar di Buahbatu. Pukul 13.00 kami tiba di Baleendah.

Para caleg DPR RI berkumpul di ruang kerjaku. Ada Kang Chairul, Kang Yudi, Bu Yena, Pak Zulfahmi dan Pak Sofyan. Denni Cagur nggak ada berita.

Sekitar pukul 14.00 acara opening ceremony dipandu Kang Dwi. Setelah itu Rakercab II langsung dipimping DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat. Ada Teh Nia, Kang Chairul dan Kang Apriyanto. Saya dan Kang Henhen mendampingi.

Sidang Rakercab dimulai dengan laporan. Saya melaporkan peserta Rakercab. Mereka itu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, KSB PAC PDI Perjuangan dari 31 Kecamatan, para Ketua Badan dan Sayap PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, Satgas Cakrabuwana, dan para calon anggota legislatif (Caleg).

Caleg DPR RI yang hadir : Chairul Rizky P Mantini, Zulfahmi, Yudi Suryadi, Sofyan Batutohe, Yena Iskandar Maksum.

Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat : Apriyanto Wijaya, Nia Purnakania, Dadan Konjala, Neng Yuyun, BRM Puspo Wiryo Buwono, Zainal Arifin, Komar, dan Rana Rudiana.

Caleg DPRD Kabupaten Bandung sebanyak 55 orang.

Kemudian saya membacakan Rekomendasi Rakerda III PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat.

Acara berlanjut pada pembahasan target perolehan suara dan kursi di setiap Dapil dari Dapil 1 sd Dapil 7. Setelah target ditetapkan setiap caleg berkumpul berbagi wilayah ampuan berdasarkan jumlah TPS yang ada.

Untuk setiap TPS ada saksi baik untuk Pileg, Pilpres maupun Pilkada. Selain saksi ada pula Guraklih (Regu Penggerak Pemilih).

 

Mencari Solusi Bagi Pengelolaan Sampah Setelah Terbakarnya TPA Sarimukti di Bandung Barat


TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat masih dipenuhi kepulan asap pekat. Bara api masih menyala di balik sampah-sampah yang bertumpuk sejak Senin (21/8/2023) malam.
Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) kota Bandung dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman di TPA Sarimukti.
Selain mengirimkan bala bantuan pemadam, pemkot juga terus menggalakkan Kawasan Bebas Sampah (KBS) di seluruh RW se-Kota Bandung.
Camat dan Lurah diminta melakukan edukasi masyarakat agar bijak untuk tidak memproduksi sampah yang berlebih. Kemudian KBS ini harus bisa dioptimalkan, artinya sampah harus selesai di wilayah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga menyosialisasikan program Kang Pisman kepada masyarakat.
Kejadian TPA Sarimukti bisa semakin membuat masyarakat lebih peka terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah.
TPA Sarimukti akan sangat berdampak terhadap pengangkutan sampah dan kebersihan di seluruh Kota Bandung.
Armada truk sampah sebanyak 188 unit sudah mengantri di Sarimukti. Namun, untuk menjaga keselamatan supir, maka diinstruksikan kembali ke Kota Bandung dengan kondisi membawa kembali sampah.
DLHK Kota Bandung melalui UPT Pengelolaan Sampah menyusun langkah-langkah antisipasi dan penanganan potensi darurat sampah di Kota Bandung. Di antaranya segera membuat surat edaran agar masing-masing RW kepada warganya terutama petugas roda tiga untuk menahan sampah dari rumah dan tidak dibuang ke TPS sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Masing-masing Koordinator Wilayah menyiapkan TPS sebagai Tempat Penampungan Besar/TPA di masing-masing SWK.
Selain itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan pendampingan dan mendorong kewilayahan untuk memulai mengimplementasikan KBS termasuk di kawasan berpengelola/ komersial dan perkantoran pemerintah agar mandiri melakukan pengolahan sampah (portaljabar).
Terbakarnya TPA Sarimukti tidak hanya berdampak bagi kota Bandung tapi juga bagi kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Itu berarti masalah bagi Bandung Raya dan Jawa Barat. Lebih dari itu masalahnya sudah menjadi pembahasan di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Sampai hari ini (Senin), saya memperkirakan sekitar 15.000 ton sampah menumpuk di Bandung Raya menimbulkan masalah lingkungan.
Pemerintah Jawa Barat sebenarnya sudah menyiapkan tempat pengolahan sampah di Legok Nangka yang ada di Nagreg, Kabupaten Bandung. Akan tetapi karena mengandalkan investor asing dari Jepang, Sumitomo, nampaknya tempat pengolahan sampah tersebut baru bisa beroperasi tahun 2024. Nantinya tempat pengolahan sampah ini akan mengkonversi sampah menjadi energi listrik.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat mengundang DPC dan Fraksi PDI Perjuangan se Bandung Raya dan meminta saran untuk mengatasi persoalan tersebut.
Pertemuan untuk mencari solusi pengelolaan sampah Bandung Raya digelar di Sekretariat DPD pada hari Sabtu, 2 September 2023.
Kang Ono memberi kesempatan pertama pada Kang Memet, kemudian kepada Kang Agung, saya dan Teh Ida.
Saya menyampaikan pandangan sebagai berikut :
1. Alokasi APBD untuk mengelola sampah. Dalam hal ini kawan kawan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung sudah mengalokasikan sejumlah anggaran melalui pokir. Anggaran dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang mengelola sampah organik dan non organik. Kami bahkan melaksanakan reses di tempat pengelolaan sampah. Di sana kami menyaksikan bagaimana sampah organik dibuat kompos dan diubah menjadi magot.
2. Mengerahkan SDM yang ekspert dalam pengelolaan sampah.
3. Memanfaatkan bank bank sampah yang ada.
Jauh sebelum ada tragedi TPA Sarimukti, pada kesempatan penanaman pohon di Citere Pangalengan tepat pada Hari Sampah Nasional dua tahun yang lalu, saya sudah menyampaikan pada struktural partai di Kabupaten Bandung untuk mulai mengelola sampah dengan cara reuse, reduce dan recycle semenjak dari rumah masing- masing. Itu sekaligus juga menghidupkan ekonomi sirkular.
Dengan cara itu setidaknya 75% bisa dimanfaatkan kembali. Sisanya baru dibawa ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara).
1. Sampah dapur bisa dibuat pupuk kompos.
2. Sampah yang masih dimanfaat seperti botol kaca atau plastik dll bisa diberikan ke pemulung, dikumpulkan untuk dijual atau bisa buat belanja di Bank Sampah.
Nah sisa sampah setelah dikurangi 1 dan 2 baru dibawa ke TPS untuk ditimbun di TPA Sarimukti.
TPA Sarimukti munggunakan metoda sanitary landfill. Sampah yang masuk ditimbun dengan tanah. Tapi kenyataan nya sampah dibuang begitu saja sehingga mudah terbakar.
Tragedi sampah di Bandung Raya pernah terjadi sebelumnya di TPA Leuwi Gajah, Cimahi. Ketika itu hujan menyebabkan timbunan sampah longsor dan gas ethanol yang terdapat dalam sampah meledak dan menimbulkan banyak korban jiwa. 157 warga di sekitar lokasi meninggal dunia. Tragedi tersebut diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

Jumat, 01 September 2023

Rakerda III PDI Perjuangan Jawa Barat di Kota Bandung



Selamat datang di Bandung.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III di Bandung, 28-29 Agustus 2023. Tema Rakerda kali ini adalah "Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara".
Peserta Rakerda terdiri dari tiga pilar partai, struktural eksekutif dan legislatif. Struktural terdiri dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat beserta Sayap dan Badan dan DPC PDI Perjuangan dari 27 Kota dan Kabupaten yang diwakili oleh Ketua Sekretaris dan Bendahara.
Legislatif terdiri anggota legislatif Fraksi PDI Perjuangan dari DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten dan Kota se Jawa Barat.
Eksekutif terdiri dari Bupati/ Walikota yang berasal dari PDI Perjuangan se Jawa Barat. Ada Bupati Bandung Barat, Bupati Tasikmalaya, Bupati Pangandaran, Walikota Banjar, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, Bupati Cirebon, Bupati Indramayu, Wakil Walikota Cirebon dan Walikota Bekasi.
Hari Senin 28 Agustus 2023 saya berangkat ke hotel Holliday Inn tempat Rakerda berlangsung. Lokasi tepat di pintu keluar tol Pasteur. Saat tiba di lokasi, Tim MPP meminta saya membuat pesan ajakan memenangkan PDI Perjuangan dan Ganjar Pranowo melalui rekaman video berdurasi singkat. Setelah itu Kang Rudi mengajak ngobrol agak panjang soal pencalegan saya ke DPR RI.
Pada hari pertama ada penyampaian materi mengenai sosok dan kinerja Capres Ganjar Pranowo oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat, kemudian penyampaian materi kampanye dengan menggunakan AI (Artificial Intelligence) dan yang paling ditunggu tunggu adalah hasil survey dari SRMC yang disampaikan oleh Sirojuddin Abbas. Dalam survey tersebut PDI Perjuangan di di Provinsi Jawa Barat mencapai 20% dan di Kabupaten Bandung mencapai 11%. Di KBB mencapai 20%. Kota Bandung 24% dan Kota Cimahi 7%. Dapil JABAR 2 diprediksi bisa mendapat dua kursi ke DPR RI. Alhamdulillah.
Saat rehat kawan kawan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung mengajak saya makan di luar. Alhamdulillah saya bisa menikmati sate dan gulai kambing.
Malamnya dilanjutkan dengan FGD di dua belas Dapil. KSB DPC PDI Perjuangan Kabupaten bersama Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung bergabung dengan KSB DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat dan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat beserta para caleg DPR RI, Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat maupun caleg DPRD Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Kesimpulan FGD adalah menargetkan tiga orang anggota DPR RI dari Dapil JABAR 2.
Usai FGD kami (KSB dan Kasek) ngobrol di tepi kolam hingga larut malam. Kemudian saya ikut Kang Dentarsa pindah ke hotel Aston sekitar 1 km dari Holiday Inn. Tapi kami harus turun dulu ke simpang Jalan Pasirkaliki lalu berbelok ke arah Simpang Pasteur dan berbalik kanan menuju Aston.
Tiba di hotel kami langsung mandi air hangat dari shower dan salat magrib plus isya. Sebentar saja nonton teve langsung mengantuk.
Keesokan paginya kami sarapan, check out dan meninggalkan hotel Aston kembali ke Holliday Inn.
Sekitar pukul 10.30 rekomendasi Rakerda III PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat dibacakan Kang Bedi Budiman. Setelah disetujui oleh forum, Rakerda III ditutup oleh Kang Ono.
Sebelum meninggalkan hotel Holliday Inn saya melaksanakan salat Zuhur di basement. Mobil mobil peserta sudah mulai zona parkir di empat lantai. Mereka kembali ke seluruh pelosok Jawa Barat. Ada juga yang ke Jakarta dan kota lainnya atau bahkan ke luar Jawa karena para caleg DPR RI berasal dari seluruh Indonesia.
Saat arus pulang sudah tidak menunjukkan kepadatan, saya meluncur meninggalkan hotel berbelok ke kiri menaiki Jalan Pasupati dan turun di Gasibu, berbelok ke kanan ke Gedung Sate dan berbelok ke kiri menuju Pusdai lalu ke kanan lagi memasuki Jalan Supratman hingga tiba di fly over Jalan Ahmad Yani. Saya berbelok ke kiri untuk berbelok ke kanan ke Jl. Ibrahim Ajie (Kiaracondong) hingga tiba di simpang Jalan Sukarno Hatta. Berbelok ke kiri dan lurus hingga Gedebage dan Cibiru meninggalkan kota Bandung sampai masuk wilayah Cileunyi di Kabupaten Bandung.