Kamis, 13 Oktober 2022

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019

 

28 Oktober 2019. Pagi-pagi benar saya datang ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Jalan Jaksa Naranata 10 Baleendah. Beberapa pengurus sudah hadir seperti kang Dwi dan kang Andri. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, kang Dadan Konjala dan sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Yayat Sumirat juga telah berada di tempat. Ada juga dari sayap partai seperti BMI dan tidak ketinggalan Satgas Cakrabuwana.

Kami pun segera bergegas ke halaman lalu memulai upacara di dekat tiang bendera. Setelah mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebagsaan Indonesia Raya, saya menyampaikan amanat berisi sejarah Sumpah Pemuda 1928 dan relevansinya saat ini serta tugas para kader untuk menjadikanya sebagai acuan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Usai upacara kami berkumpul di ruang tamu, berbagi cerita dan kebahagiaan sambil menikmati kopi beserta kudapan khas seperti lontong, tempe goreng dkk nya. Kang Yayat berbagi t-shirt buatannya kepada semua yang hadir termasuk Repdem yang datang terlambat.

Hari itu saya sebenarnya diundang oleh Mas Gatot Tjahyono dalam seminar kepemudaan dan bisnis di Hotel Malaka, Bandung. DPC Pospera juga mengundang saya untuk bertemu dengan bung Adian Napitupulu. Sayang saya tidak bisa hadir karena sudah membuat janji dengan kesayangan.

Saya bertemu nyonya di pintu tol Moh. Toha dan langsung memasuki jalan tol Soroja hingga keluar di Soreang. Dari sana mengambil jalan pintas melewati jalan by pass dan keluar di Sadu. Dari Sadu saya melanjutkan perjalanan ke Ciwidey. Dari jalan provinsi yang mengarah ke Rancabali, saya berbelok ke kanan arah Gununghalu hingga bertemu dengan kantor Kecamatan Ciwidey. Dari situ saya berbelok ke kanan hingga tiba di rumah sahabat istri saya yang sedang mengadakan pesta untuk anak laki-lakinya yang akan menikah di Ciamis.

 

Suami dari sahabat istri saya ternyata adalah Sekretaris Kecamatan Ciwidey. Tak heran banyak ASN yang hadir termasuk Pak Adeng, Mantri Polisi  yang ternyata adalah ex mahasiswa saya di STIA Bagasasi. Di tempat itu ternyata saya juga

bertemu dengan kang Iyan putra kang Eman Wiranta. Kami akhirnya ngobrol soal partai dan langkah-langkah organisasi ke depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar