Rabu, 19 Oktober 2022

Membuat Film Pendek Tentang Lingkungan Hidup

Hari Ibu



Tiba-tiba jagat medsos khususnya di Kabupaten Bandung dipenuhi berita banjir bandang (cileuncang) di kampung Cirawa, Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari. Berita itupun menjadi viral. Rasanya baru kali itu Kertasari terkena banjir. Bagi sahabat yang belum tahu, Kertasari adalah sebuah kecamatan di Bandung Selatan yang berbatasan dengan Pangalengan meskipun lebih mudah diakses dari Ciparay. Jaraknya sekitar 60 km dari kota Bandung. Letaknya di pegunungan, di mana Situ Cisanti berada. Situ Cisanti adalah KM 0 Sungai Citarum. Penebangan hutan yang terus berlangsung menyebabkan rusaknya ekosistem Kertasari. Akibatnya terjadi longsor dan banjir.

Pada hari Minggu, 22 Desember 2019, kami bergerak ke sana. Senyampang hari Ibu kami melakuan bakti sosial pengobatan dan membagi sembako. Kami juga mengadakan penyuluhan soal lingkungan hidup, sanitasi, stunting dan HIV/AIDS. Kami juga melakukan trauma healing dan mengajak kru televisi RI untuk membuat feature soal lingkungan hidup di Kabupaten Bandung

Situ Cisanti



Setelah menghadiri bakti sosial di Cirawa, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, saya bersama kang Dentarsa menumpang mobil dinas kang Henhen bertolak ke Situ Cisanti. Sebelumnya kami turun di depan kantor polsek Kertasari melihat separuh jembatan yang ambrol, dan melakukan wawancara dengan kru TVRI. Sekonyong-konyong datang seorang spiritualis bernama Komar yang memakai kaos bergambar Sukarno, rambutnya yang gondrong putih dibalut kopiah, dan di atas kopiahnya tersunting tiga bunga hutan warna warni. Kamipun mengobrol berbagai persoalan dari alam negara hingga agama. Pak Komar bersada bahwa sebelum semua agama menjadi satu dunia tidak akan damai.

Saat tiba di Situ Cisanti dengan diantar oleh petugas dari Polsek, beberapa pengunjung mulai berdatangan. Hari Minggu banyak wisatawan. Mas Tri dari TVRI melanjutkan liputan untuk program Inspirasi Pagi degan mengambil gambar dan wawancra, termasuk dengan juru kunci mata air Cikahuripan yang bercerita bahwa Prabu Siliwangi dan Dipati Ukur pernah mandi di tempat itu. Tempat itu kini menjadi tempat yang dihormati. Di situ saya berwudu dan menunaikan salat zuhur. Selebihnya kami menikmati pemandangan yang indah.

Menjelang waktu ashar kami turun kembali kearah Kertasari dan Pacet menuju Ciparay. Hujan pun turun dengan derasnya. Menjelang waktu Isya kami tiba di pintu tol Buah Batu, Bandung.

Jadi Aktor


 

Pembuatan film pendek berlangsung selama sekitar seminggu. Lokasinya mulai dari  daerah banjir di Baleendah, berlanjut ke pembuatan perahu lalu ke Pengalengan dan kemudian ke Gunung Tilu di Bandung Utara. Selama pembuatan film pendek ini aku diminta memberi testimoni mengenai kerusakan di Bandung Raya serta upaya upaya yang telah kami lakukan untuk mengatasinya. Tidak lupa juga wawancara dengan masyarakat tentunya.

Kegiatan yang diliput meliputi kegiatan penghijauan Ngajak Hejo, Hajat Lembur dan penyemaian tanaman endemik yang dikelola Eyang Memed di Pasirjambu. 

Film pendek yang dibuat Mas Tri dengan kru nya dari TVRI disiarkan pada acara Inspirasi Indonesia TVRI Jawa Barat - Ngajak Hejo dan diposting di kanal Youtube TVRI Jawa Barat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar