Jumat, 02 Juni 2023

Bangga Kencana


 

Ada beberapa masalah di bidang kependudukan antara lain masalah kesehatan ibu dan anak, gizi buruk dan stunting. BKKBN di bawah Dr Hasto Wardoyo (mantan Bupati Bantul yang legendaris) membuat program Bangga Kencana. Beliau sempat memaparkan program program nya di Hotel Preanger sekitar setahun yll. Kegiatan diinisiasi oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kang Ono Surono yang juga anggota DPR RI. Ketika itu saya hadir bersama Kang Henhen, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung.

Nampaknya sebagai follow up kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat mengadakan sosialisasi bagi para kader kesehatan dan kependudukan. Kali ini bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan mitra kerja bertempat di hotel Novena, Lembang.Kegiatan tersebut berlangsung sehari penuh pada tanggal 11 Desember 2022 dan diikuti oleh peserta dari Bandung Raya yakni dari Kota Bandung, kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung setidaknya mengirim 32 orang kader perempuan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Delegasi dipimpin oleh Bu Fatimah, Ceu Wewen Winarni, Ceu Juwita dan Ceu Yena Iskandar Ma'soem. Sedangkan penanggung jawab nya adalah Kang Asep Muhammad, Wakabid perempuan dan penanggulangan bencana. Kawan kawan berkumpul di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung di Jl. Jaksa Naranata No 10 Baleendah dan berangkat ke Lembang bersama sama.

Para kader diharapkan melakukan sosialisasi mengenai masalah masalah kependudukan dan bagaimana mengatasinya khususnya yang terkait stunting.

Apakah Bangga Kencana ?

Kebijakan program Bangga Kencana yang merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana ini yaitu :

pertama, memperkuat sistem informasi keluarga yang terintegrasi berupa peningkatan kualitas dan pemanfaatan data program bangga kencana berbasis teknologi informasi di seluruh tingkatan wilayah serta pengembangan smart technology program untuk memperkuat pengelolaan program bangga kencana.

Kedua, meningkatkan advokasi dan penggerakan program bangga kencana sesuai dengan karakteristik wilayah dan segmentasi sasaran.

Ketiga yaitu meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KBKR yang komperhensif berbasis kewilayahan dan fokus pada segmentasi sasaran.

Keempat, meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang holistik dan integratif sesuai siklus hidup, serta menguatkan pembentukan karakter di keluarga. Perlu adanya optimalisasi pola asuh dan pendampingan balita dan anak serta pembentukan dan penguatan karakter sejak dini melalui keluarga.

Terakhir, menguatnya pemaduan dan sinkroniasasi kebijakan pengendalian penduduk. Seperti pengembangan GDPK, penguatan sinergitas kebijakan penyelenggaraan pengendalian penduduk, peningkatan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan (infopublik.id).

Program Bangga Kencana dan penanganan stunting menjadi prioritas pemerintah.

Berikut ini saya sampaikan pidato Plt Menteri PANRB, Machfoed MD di depan rapat BKKBN.

Program Bangga Kencana yang merupakan akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana menjadi salah satu program unggulan dari BKKBN. Bangga Kencana menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan serta berfokus mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Mahfud menguraikan, untuk memastikan Program Bangga Kencana dan akselerasi penurunan stunting berdampak dan penggunaan anggarannya akuntabel, terdapat lima hal konkret yang perlu dikawal oleh BKKBN.

Pertama, memastikan indikator keberhasilan program penurunan stunting harus tepat dan menggambarkan hasil.

Kedua, memastikan target masyarakat yang menjadi penerima manfaat sudah ditetapkan secara tepat, berdasarkan data empiris yang didapat oleh Tim.

Ketiga, memastikan tercipta collaborative working dalam pelaksanaan program tersebut.

“Penurunan stunting ini tidak dapat dilakukan sendirian oleh BKKBN, karena bersinggungan dengan tugas dan fungsi beberapa instansi lain, seperti Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah,” imbuh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut.

Keempat, rincian kegiatan dari Program Bangga Kencana dan akselerasi penurunan stunting harus betul-betul tepat.

Alokasi anggaran terbesar harus dipastikan pemanfaatannya untuk kegiatan utama, bukan kegiatan pendukung. Jangan sampai biaya administrasi dan pendukung lebih besar dari pada biaya yang secara langsung diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Terakhir, pastikan BKKBN dan seluruh jajaran pimpinan memantau secara aktif keberhasilan program ini agar program yang dijalankan bisa terlaksana secara efektif,” tandas Mahfud. (menpan.go.id)

Dengan penjelasan tersebut kiranya pembaca menjadi mafhum.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar