Minggu, 11 Juni 2023

Deklarasi Bacaleg PDI Perjuangan


Semangat kawan kawan untuk "nyaleg" sudah terlihat sejak proses Pemilu 2024 digulirkan Ketua KPU, Prof Hasyim Asyhari yang oleh anakku dipanggil dengan sebutan Abah. Hari Sabtu kemarin saya menghadiri acara Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paseh H. Nandang Hidayat yang akan maju menjadi caleg untuk DPRD Kabupaten Bandung dari Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Paseh, Kecamatan Solokan Jeruk, Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun. Dapil 5 ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut.

Saat ini dari Dapil 5 terwakili oleh Kang Deswan dari Ibun, yang merupakan mantan Kepala Desa Pangguh. Untuk Pemilu 2024 kami menargetkan setidaknya dapat dua kursi. Saat ini selain Kang Deswan ada beberapa bacaleg yang akan maju seperti Teh Yulianti (Wakil Sekretaris Bidang eksternal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung), H. Nandang (Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paseh), Kang Usep (Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Majalaya) dan beberapa nama lainnya.

Sebenarnya saat saya berangkat dari rumah menuju kediaman H. Yadi Srimulyadi di Solokan Jeruk awalnya karena ada undangan dari Kang Nanang bahwa akan ada acara sosper dari Teh Nia, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil Jabar 2. Sosper, sosialisasi Perda. Tidak terpikir sama sekali bahwa saya akan menghadiri adanya deklarasi dari H. Nandang tersebut.

Sekitar pukul 10.00 ada pesan melalui Whatsapp meminta konfirmasi kehadiran saya di Solokan Jeruk. Saya pun segera bersiap lalu meminjam mobil anak saya yang kelihatannya masih bersih dan kemudian segera meluncur ke Rancaekek langsung menuju Solokan Jeruk yang berjarak sekitar 10 km dari rumah. Tiba di rumah H. Yadi ada Ceu Wewen menyambut saya. Acara Sosper sudah berlangsung. Saya ikut mendengarkan paparan Teh Nia dari ruang sebelah. Tidak lama Kang Nanang mengajak saya ke ruang kerja H. Yadi yang merupakan anggota DPR RI dari Jabar 2 meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Tidak berapa lama Kang Yadi muncul dengan menggunakan t shirt berwarna putih dipadu jacket merah berlambang DPR RI. Berpeci pula. Kami bersalaman dan Kang Yadi membuatkanku secangkir kopi. Kami pun membahas persiapan Pemilu 2024.

Nah setelah acara sosper ditutup dengan doa ternyata masih ada acara berikutnya. MC memberi waktu pada Kang Nandang (entah mengapa biasa dipanggil Haji Sanip). Haji Sanip eh Kang Nandang tampil dan menyatakan diri maju ke pileg 2024. Tentu saja hal ini disambut dengan suka cita oleh hadirin yang memang merupakan struktural Partai baik di tingkat anak Cabang maupun Ranting se Kecamatan Paseh.

Setelah Kang Nandang saya pun diberi waktu memberi sambutan. Sayapun menyampaikan bahwa sesuai dengan rekomendasi Rakercab PDI Perjuangan Kabupaten Bandung tahun 2021 (?) untuk Dapil 5 diberi target memperoleh dua kursi. Untuk kursi DPRD Provinsi Jawa Barat pun Dapil Jabar 2 diberi target dua kursi. Demikian juga dengan kursi DPR RI. Bedanya untuk DPR RI Dapil Jabar 2 meliputi dua Kabupaten yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Setelah saya Kang Yadi juga memperkuat apa yang saya sampaikan seraya menekankan pada segi ideologi dan historis dan berharap dari Jabar 2 bisa terpilih dua angleg ke Senayan, Kang Yadi dan Mas Harjoko (begitu Kang Yadi biasa memanggil namaku).

Seusai acara, Kang Yadi mengajak saya masuk ke ruang kerja. Mas Joko Nugroho  dari BSPN Daerah PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat bertanya apakah saya akan menghadiri pengajian di Rancatungku yang dihadiri Kang Ono Surono Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat. Sayapun mohon diri pada empunya rumah yang mengantar saya sampai gerbang. Sementara Ceu Wewen membawakan paket makan siang dalam goody bag berwarna merah.

Perlahan lahan saya keluar meninggalkan halaman rumah Kang Yadi yang megah dan meninggalkan Solokan Jeruk yang biasa saya sebut sebagai ibukota PDI Perjuangan Kabupaten Bandung. Jalan nampak lengang ketika itu. Kawan kawan masih berkumpul di halaman belakang.

Melewati Solokan Jeruk, lansekap alangkah eloknya. Di kiri dan kanan jalan masih dihiasi hamparan sawah sejauh mata memandang. Di kejauhan Gunung Manglayang berdiri tegak dengan anggun menaungi Bandung Raya.

Pada SPBU Pertamina yang terletak di tengah persawahan saya menepi, mengisi tangki dengan Pertamax full seharga Rp 300.000,00 agar perjalanan berikutnya lancar jaya. Sayapun salat zuhur lalu menikmati makan siang yang diberikan Ceu Wewen. Oh ada buku sosialisasi 4 Pilar rupanya.

Sayapun melanjutkan perjalanan ke arah Cileunyi. Tanda tanda kepadatan lalu lintas sudah terasa sejak memasuki Jalan Nasional. Saya berhenti di simpang tiga Cileunyi, melihat flyer acara, menengok jam pada telpon genggam. Ternyata sudah pukul 14.00. Tidak cukup waktu sampai ke Rancatungku. Saya berkirim kabar pada Kang Rajo Galan Ketua Gema Pasundan seraya berkirim salam buat Pak Kiyai . Saya tidak bisa mengikuti pengajian yang dimulai pada pukul 13.00.

Kini saatnya melakukan tugas domestik. Saya mendapat arahan dari kesayangan di rumah untuk membayar iuran RT sampai dengan bulan Juni. Saya berbelok ke SPBU Pertamina milik keluarga Ma'soem di Cikandang dan mencari ATM. Tapi ATM nya tidak berfungsi. Sayapun meninggalkan SPBU untuk segera meluncur ke rumah, dan segera bertugas menjadi Satpam, karena kesayangan akan berkunjung ke Banjaran bersama anak dan cucu. Jadilah malam Mingguan sendirian di rumah dan bonusnya adalah bisa nonton televisi tanpa gangguan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar